Notification

×

Iklan

Iklan

Profil Syaikh Sholih al-Fauzan, Pilar Keilmuan dari Jazirah Arab

Sabtu | April 18, 2026 WIB | 0 Views

Profil Syaikh Sholih al-Fauzan. Pilar Keilmuan dari Jazirah
Gambar hanya ilustrasi
Fikroh.com - Biografi Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan: Ulama Fikih Kontemporer dari Arab Saudi

Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan merupakan salah satu ulama besar dunia Islam kontemporer yang memiliki pengaruh luas dalam bidang fikih, fatwa, dan pendidikan Islam. Beliau lahir pada 28 September 1935 M, bertepatan dengan 1 Rajab 1354 H, di wilayah Qashim, Arab Saudi. Sepanjang hidupnya, beliau dikenal sebagai seorang fakih (ahli fikih), akademisi, serta anggota berbagai lembaga keilmuan Islam terkemuka di dunia.

Beliau adalah anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi, serta menjadi bagian dari Majma' Fiqh Islami Makkah yang berada di bawah naungan Rabithah Alam Islami. Selain itu, beliau juga aktif dalam Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa di Kerajaan Arab Saudi, serta terlibat dalam pengawasan para dai pada musim haji.

Di bidang dakwah, Syaikh Shalih Al-Fauzan dikenal sebagai imam, khatib, dan pengajar di Masjid Pangeran Mut‘ab bin Abdul Aziz di Riyadh. Ia juga berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan umat melalui program radio “Nur ‘ala Ad-Darb”, sebuah program keagamaan yang cukup populer di kalangan masyarakat Muslim. Tulisan-tulisan beliau tersebar dalam berbagai jurnal ilmiah, mencakup penelitian, risalah, dan fatwa, yang sebagian telah dikumpulkan dan diterbitkan.

Masa Kecil dan Perjalanan Pendidikan


Syaikh Shalih Al-Fauzan lahir di desa Asy-Syamasiyah, wilayah Al-Qashim, dekat kota Buraidah. Ia berasal dari keluarga sederhana dari kabilah Ad-Dawasir. Sejak kecil, beliau telah menghadapi ujian kehidupan, yakni wafatnya sang ayah saat beliau masih belia. Kondisi ini menjadikan beliau tumbuh dalam asuhan keluarganya dengan penuh kesederhanaan.

Pendidikan awalnya dimulai dengan mempelajari Al-Qur’an dan dasar-dasar membaca serta menulis. Ia belajar kepada imam masjid setempat, yaitu Syaikh Hamud bin Sulaiman At-Tallal, yang kemudian dikenal sebagai seorang qadhi (hakim) di wilayah Qashim.

Ketika sekolah pemerintah pertama kali dibuka di desanya pada tahun 1369 H, beliau termasuk di antara generasi awal yang mengenyam pendidikan formal. Ia melanjutkan pendidikan dasar di Sekolah Al-Faisaliyah di Buraidah dan menyelesaikannya pada tahun 1371 H. Setelah itu, ia sempat bekerja sebagai guru di tingkat dasar.

Semangat menuntut ilmu membawanya melanjutkan pendidikan ke Ma’had ‘Ilmi di Buraidah saat lembaga tersebut dibuka pada tahun 1373 H. Ia lulus pada tahun 1377 H, kemudian melanjutkan ke Fakultas Syariah di Riyadh. Di sana, ia meraih gelar sarjana pada tahun 1381 H, lalu melanjutkan hingga memperoleh gelar magister dan doktor dalam bidang fikih dari institusi yang sama.

Karier Akademik dan Jabatan Resmi


Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, Syaikh Shalih Al-Fauzan memulai kariernya sebagai pengajar di Ma’had ‘Ilmi di Riyadh. Karier akademiknya terus berkembang, hingga ia kemudian mengajar di Fakultas Syariah, lalu di program pascasarjana Fakultas Ushuluddin, dan juga di Institut Tinggi Peradilan.

Kemampuannya dalam bidang manajemen dan kepemimpinan membuatnya dipercaya sebagai Direktur Institut Tinggi Peradilan. Setelah masa jabatannya berakhir, beliau kembali aktif mengajar.

Selain itu, beliau juga ditunjuk sebagai anggota Komite Tetap untuk Fatwa dan Riset Ilmiah, sebuah lembaga penting yang berperan dalam memberikan panduan hukum Islam di Arab Saudi. Hingga kini, beliau tetap aktif dalam berbagai peran keilmuan dan kelembagaan, termasuk sebagai anggota Majma’ Fiqh Islami di Makkah.

Peran Dakwah dan Kontribusi Ilmiah


Di luar jabatan formalnya, Syaikh Al-Fauzan memiliki peran besar dalam dunia dakwah. Ia secara rutin menyampaikan khutbah, ceramah, serta mengajar berbagai disiplin ilmu syariah. Majelis ilmunya dihadiri oleh banyak penuntut ilmu dari berbagai penjuru.

Beliau juga membimbing banyak mahasiswa dalam penulisan tesis magister dan disertasi doktoral. Dari majelis ilmunya lahir banyak murid yang kemudian menjadi ulama dan tokoh penting di dunia Islam.

Di antara murid-muridnya yang terkenal adalah Abdurrahman As-Sudais, serta sejumlah akademisi dan dai lainnya.

Pandangan dan Kontroversi


Sebagai ulama yang aktif dalam memberikan fatwa dan ceramah, Syaikh Shalih Al-Fauzan juga dikenal memiliki sejumlah pandangan yang menuai perdebatan.

Dalam salah satu ceramahnya, beliau menyatakan bahwa konsep perbudakan merupakan bagian dari sejarah Islam dan jihad, serta akan tetap ada selama Islam masih ada. Pernyataan ini menuai kritik dari sebagian kalangan yang menilai bahwa pandangan tersebut tidak relevan dengan konteks modern.

Organisasi Human Rights Watch juga pernah menyoroti pernyataannya terkait kelompok Syiah, yang dianggap mengandung unsur kebencian. Dalam beberapa kesempatan, beliau menyebut kelompok tersebut dengan istilah keras dan mempertanyakan keimanan mereka.

Selain itu, dalam penjelasannya terhadap hadis tentang kesaksian, beliau berpendapat bahwa kesaksian seorang Badui terhadap penduduk kota tidak dapat diterima karena faktor kurangnya pemahaman dan tanggung jawab. Namun, pandangan ini tidak disepakati secara mutlak oleh para ulama, karena terdapat perbedaan pendapat di antara mazhab-mazhab fikih, seperti pandangan Imam Malik, Abu Hanifah, Imam Syafi'i, dan Ahmad bin Hanbal.

Guru-Guru dan Pengaruh Keilmuan


Dalam perjalanan intelektualnya, Syaikh Al-Fauzan belajar kepada banyak ulama besar. Di antara guru-gurunya yang paling berpengaruh adalah:

  • Abdurrahman As-Sa'di
  • Abdul Aziz bin Baz
  • Abdullah bin Humaid
  • Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi
  • Abdurrazzaq Afifi

Selain itu, beliau juga belajar dari sejumlah ulama Al-Azhar yang diutus untuk mengajar hadis, tafsir, dan bahasa Arab di Arab Saudi.

Karya-Karya Ilmiah


Syaikh Shalih Al-Fauzan adalah penulis produktif dengan puluhan karya dalam bidang akidah, fikih, dan dakwah. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain:

  • Tahqiqat Al-Mardhiyyah fil Mabahits Al-Fardhiyyah (tentang ilmu waris)
  • Ahkam Al-Ath’imah fisy Syariah Al-Islamiyah
  • Al-Irsyad ila Shahih Al-I’tiqad
  • Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah
  • Al-Bayan fima Akhta’a fihi Ba’dhul Kuttab
  • Majmu’ Fatawa fil Aqidah wal Fiqh
  • Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi
  • Kitab At-Tauhid (bahan ajar resmi di sekolah menengah Saudi)
  • Haqiqat At-Tashawwuf
  • Min Musykilat Asy-Syabab

Karya-karya tersebut mencerminkan kedalaman ilmu serta perhatian beliau terhadap berbagai persoalan umat Islam, baik klasik maupun kontemporer.

Penutup


Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan adalah sosok ulama yang menggabungkan antara keilmuan mendalam, pengabdian akademik, serta peran aktif dalam membimbing umat. Perjalanan hidupnya dari desa kecil di Qashim hingga menjadi salah satu ulama terkemuka dunia Islam adalah bukti dedikasi tinggi terhadap ilmu dan dakwah.

Terlepas dari berbagai pandangan yang menuai perdebatan, kontribusinya dalam pengembangan ilmu fikih dan pendidikan Islam tetap menjadi bagian penting dalam khazanah keilmuan Islam modern. Sosoknya terus dikenang sebagai salah satu ulama yang berpengaruh dalam membentuk pemikiran keislaman kontemporer di dunia Muslim.
×
Berita Terbaru Update