Notification

×

Iklan

Iklan

Ustadz Nur Fajri Romadhon: Oase Intelektual Muda dan Sang Penjaga Manhaj Tarjih

Selasa | April 07, 2026 WIB | 0 Views
Nur Fajri Romadhon: Oase Intelektual Muda dan Sang Penjaga Manhaj Tarjih

Fikroh.com - Di tengah riuhnya jagat digital yang kerap diwarnai debat kusir keagamaan, muncul satu sosok yang mencuri perhatian lewat pendekatan yang kontras: tenang, rasional, namun tajam secara keilmuan. Ia adalah Ustaz Nur Fajri Romadhon, ulama muda Muhammadiyah yang kini disebut-sebut sebagai salah satu representasi terpenting generasi baru intelektual Islam di Indonesia.

Lahir pada tahun 1992, Nur Fajri tumbuh menjadi figur "mutiara tersembunyi" yang tidak hanya fasih berbicara di mimbar akademik, tetapi juga mampu merangkul kegelisahan generasi milenial dan Z di ruang publik.

Menembus Batas Tradisi dan Modernitas


Rekam jejak pendidikan Nur Fajri adalah perpaduan harmonis antara ketajaman literatur klasik (turats) dan metodologi modern. Memulai fondasi keislamannya di LIPIA Jakarta, ia kemudian terbang ke jantung keilmuan Islam di Arab Saudi. Tak tanggung-tanggung, ia menyelesaikan studi magisternya di King Abdulaziz University dengan raihan IPK sempurna: 4.0.

Namun, yang membuat Nur Fajri unik adalah dahaga intelektualnya yang melintasi disiplin ilmu. Saat ini, ia tercatat tengah mendalami Ilmu Hukum di Universitas Indonesia. Kombinasi ini menjadikannya jembatan bagi khazanah klasik dan pemikiran global modern. Kemampuan bahasanya pun mengagumkan; selain fasih berbahasa Arab, ia menguasai bahasa Inggris secara profesional, serta memiliki pemahaman bahasa Turki, Jerman, Latin, hingga Mandarin.

Sang Penjawab "Pertanyaan Jebakan"


Nama Nur Fajri kian melambung saat ia tampil dalam berbagai diskusi publik dan podcast bersama tokoh populer seperti Habib Jafar dan Tretan Muslim. Ia dikenal karena kemampuannya menjawab pertanyaan-pertanyaan "out of the box" dan skeptis dengan kepala dingin.
Mulai dari isu takdir, eksistensi Tuhan, hingga keadilan bagi non-muslim, Nur Fajri tidak pernah menghindar. Ia langsung masuk ke inti persoalan dengan pendekatan yang sistematis dan tidak menghakimi.

"Beliau hadir sebagai penjelas berbagai kegelisahan umat. Jawabannya tidak hanya logis, tetapi memiliki dasar ilmiah yang kokoh dalam koridor Manhaj Tarjih Muhammadiyah," tulis sebuah catatan mengenai sosoknya.

Pengabdian dan Kontribusi Intelektual


Meski usianya tergolong muda, portofolio organisasinya menunjukkan kematangan yang luar biasa. Ia mengemban amanah strategis di berbagai lini:

  • Wakil Sekretaris Komisi Metodologi Fatwa MUI Pusat (2025–2030).
  • Asisten Divisi Fatwa Majelis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah.
  • Peneliti di Lembaga Kajian Islam & Hukum Islam Universitas Indonesia.

Tak hanya aktif berorganisasi, Nur Fajri adalah penulis yang sangat produktif. Karya-karyanya mencakup spektrum yang luas, mulai dari Qur'an Mapping (2024), Pengantar Ilmu Maqashidus Syariah (2025), hingga buku-buku berbahasa Arab seperti Al-Minhatul Maryiyah fi Qawa'idil Fiqhiyyah.

Rekomendasi Tokoh Nasional


Kapasitasnya pun diakui oleh para senior. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, merekomendasikannya sebagai sosok dai muda yang ilmiah, moderat, dan komunikatif untuk tampil di kancah nasional.

Senada dengan itu, pengamat Niki Alma Febriana Fauzi menjulukinya sebagai "The Defender of Tarjih". Di saat banyak upaya mendeligitimasi ijtihad Muhammadiyah, Nur Fajri tampil mengokohkannya melalui argumentasi yang kuat dan penguasaan khazanah intelektual yang luas.

Latar Belakang Pendidikan

Pendidikan Formal


  1. 2006–2009 : SMA Negeri 1 Bekasi
  2. 2009–2011 : I’dad Lughawi LIPIA Jakarta
  3. 2011–2012 : Takmili LIPIA Jakarta
  4. 2012–2016 : S1 Syariah LIPIA Jakarta
  5. 2019 : S2 Qassim University, Arab Saudi
  6. 2020–2023 : S2 King Abdulaziz University, Arab Saudi – IPK 4
  7. 2024–Sekarang : S1 Ilmu Hukum, Universitas Indonesia

Pengembangan Diri


  1. 2014 : Cultural Week – Islamabad
  2. 2018 : Pendidikan Kader Ulama – Jakarta
  3. 2019 : Sekolah Tarjih Muhammadiyah – Yogyakarta
  4. 2021 : Leadership Program – New York & Connecticut
  5. 2023 : Exchange Program – Melbourne & Sydney

Kemampuan Bahasa


Beliau dikenal menguasai berbagai bahasa:

  • Indonesia (fasih)
  • Arab (fasih)
  • Inggris (profesional)
  • Turki & Jerman (menengah)
  • Latin & Mandarin (dasar)

Kemampuan ini menjadikan beliau mampu menjembatani khazanah klasik dan pemikiran global modern.

Aktivitas & Jabatan

  1. (2025–2030) : Wakil Sekretaris Komisi Metodologi Fatwa MUI Pusat
  2. (2022–2027) : Asisten Divisi Fatwa Majelis Tarjih & Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
  3. (2024–sekarang) : Peneliti Lembaga Kajian Islam & Hukum Islam Universitas Indonesia
  4. (2025–2029) : Sekretaris Bidang Dakwah PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat
  5. (2018–2028) : Anggota Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta
  6. (2022–2027) : Wakil Ketua Majelis Tarjih Muhammadiyah DKI Jakarta
  7. (2017–sekarang) : Direktur Syariah Learn Qur’an
  8. (2021–sekarang) : Direktur Yayasan BISA
  9. Pengajar Fiqh & Ushul Fiqh
  10. Ketua Majelis Tarjih (Arab Saudi & Depok)

Keaktifan Dakwah & Media


Ustaz Nur Fajri aktif dalam berbagai ruang dakwah:

  • Kajian keislaman rutin
  • Webinar dan seminar nasional/internasional
  • Podcast dan diskusi publik

Dalam beberapa podcast, beliau hadir bersama Tretan Muslim dan Habib Husein Ja'far Al Hadar, di mana beliau diminta menjawab pertanyaan nyeleneh dan out of the box seperti Qunut, Nawaitu, ataupun perbedaan praktik ibadah.

Karya-Karya


Ustaz Nur Fajri juga produktif dalam penulisan dan kontribusi intelektual, di antaranya:

  1. Qur’an Mapping (2024)
  2. Fiqh Perempuan Berkemajuan (2024, co-writer)
  3. Seni Budaya Islami dan Transformatif (2025, co-writer)
  4. Sepurnama Bersama Al-Qur’an (2022)
  5. Pengantar Ilmu Maqashidus Syariah (2025)
  6. Al-Mumtaz fi Hiwaratil ‘Arabiyyah jilid I–IV (2018, co-writer)
  7. Al-Khuyuzran fi ‘Ulumi Qur’an (2024)
  8. Al-Minhatul Maryiyah fi Qawa’idil Fiqhiyyah (2025)
  9. Asy-Syajarun Nami fi Tarikh Tasyri’ Islami (2024)
  10. Al-Bulghatus Shabighah fi Ulumil Balaghah (2023)

Karya-karya ini menunjukkan keluasan bidang yang beliau tekuni: dari Al-Qur’an, fiqh, ushul fiqh, hingga maqashid syariah.

Penutup: Wajah Islam yang Ramah dan Rasional


Nur Fajri Romadhon membuktikan bahwa menjadi religius tidak harus kaku, dan menjadi intelektual tidak harus menjauh dari masyarakat. Dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya dan kesantunan yang terjaga, ia adalah potret ideal ulama masa depan: sosok yang menjaga tradisi ilmiah, namun tetap relevan menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.
Bagi umat yang sedang mencari jawaban atas kegelisahan iman dengan cara yang rasional dan berakar, Nur Fajri Romadhon adalah jawaban yang menenangkan.
×
Berita Terbaru Update