Notification

×

Iklan

Iklan

Seruan “Boycott Dubai” Mendunia: UEA Dituding Terlibat di Balik Genosida Sudan

Kamis | Oktober 30, 2025 WIB | 0 Views
Seruan “Boycott Dubai” Mendunia: UEA Dituding Terlibat di Balik Genosida Sudan

Fikroh.com - Seruan global bertajuk #BoycottDubai kini menggema di berbagai platform media sosial, menandai gelombang kemarahan baru terhadap dugaan keterlibatan Uni Emirat Arab (UEA) dalam konflik bersenjata yang berkecamuk di Sudan. Tagar tersebut menjadi simbol perlawanan digital terhadap apa yang disebut banyak pihak sebagai “peran gelap” Abu Dhabi dalam mendukung kelompok paramiliter yang dituduh melakukan kejahatan kemanusiaan di negeri itu.

Kemarahan publik internasional memuncak setelah beredar berbagai laporan dan kesaksian lapangan yang menunjukkan adanya dukungan logistik dan finansial dari UEA kepada Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces / RFS)—kelompok milisi yang dituding bertanggung jawab atas pembantaian massal terhadap warga sipil di Darfur dan wilayah lain di Sudan.

Sejumlah pejabat Sudan, termasuk Asisten Panglima Angkatan Bersenjata Sudan Letnan Jenderal Yasser Al-Atta, secara terbuka menyebut UEA sebagai “negara mafia” yang berperan besar dalam memperpanjang penderitaan rakyat Sudan. Dalam pernyataannya, Al-Atta menuding UEA menyalurkan senjata dan amunisi kepada RFS melalui jalur logistik di Chad dan Republik Afrika Tengah.

Laporan investigatif dari berbagai media internasional juga memperkuat tudingan tersebut. Analisis citra satelit dan data penerbangan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas kargo dari wilayah Teluk menuju kawasan Afrika Timur dalam beberapa bulan terakhir. Temuan itu sejalan dengan kesaksian para pengungsi yang menyebutkan bahwa RFS menggunakan senjata baru dalam serangan mereka terhadap warga sipil dan fasilitas medis di kota Al-Fashir.

Seruan untuk memboikot Dubai—sebagai simbol kemakmuran dan citra global UEA—muncul dari aktivis, akademisi, hingga tokoh masyarakat dari berbagai negara. Mereka menyerukan penghentian kunjungan wisata, investasi, dan kerja sama komersial dengan entitas yang berbasis di UEA, sebagai bentuk tekanan moral dan politik agar negara tersebut menghentikan dukungannya terhadap kekuatan bersenjata di Sudan.

Beberapa influencer dunia Arab juga turut menyuarakan tagar #BoycottDubai dan #StopFundingRFS, menyerukan solidaritas bagi korban konflik di Sudan yang kini menghadapi situasi kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern Afrika.

Sementara itu, pemerintah UEA membantah tuduhan keterlibatan dalam konflik Sudan, menyatakan bahwa mereka hanya berperan sebagai penyalur bantuan kemanusiaan dan mendukung proses perdamaian. Namun, banyak pihak menilai pernyataan itu kontradiktif dengan fakta di lapangan.

Konflik berdarah di Sudan telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan lainnya mengungsi. Di tengah penderitaan tersebut, kampanye #BoycottDubai tampaknya bukan sekadar seruan emosional, tetapi menjadi bentuk perlawanan global terhadap dugaan praktik geopolitik yang menelan nyawa tak berdosa.
×
Berita Terbaru Update