Notification

×

Iklan

Iklan

Tata Cara Shalat Jamak dan Qashar Maghrib - Isya

Selasa | September 23, 2025 WIB | 0 Views
Tata Cara Shalat Jamak dan Qashar Maghrib dan Isya

Fikroh.com - Islam adalah agama yang penuh dengan kemudahan. Allah Ta’ala tidak membebani hamba-Nya di luar batas kemampuan mereka. Salah satu bentuk keringanan (rukhshah) yang diberikan kepada umat Islam adalah kebolehan menjama’ dan mengqashar shalat, khususnya ketika dalam perjalanan (safar).

Allah SWT berfirman:

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

“…Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al-Hajj: 78)

Dengan dasar inilah syariat memberi kelonggaran bagi musafir untuk menggabungkan shalat (jamak) dan meringkas rakaat (qashar).

Definisi Jamak dan Qashar


Jamak secara bahasa berarti menggabungkan. Dalam istilah fikih, jamak adalah menggabungkan dua shalat fardhu dalam satu waktu, baik dengan cara memajukan shalat kedua ke waktu shalat pertama (jamak taqdim), maupun menunda shalat pertama ke waktu shalat kedua (jamak ta’khir). Contohnya, seorang musafir bisa melaksanakan shalat Maghrib dan Isya sekaligus pada waktu Maghrib (jamak taqdim), atau menunda keduanya dan melaksanakannya bersama-sama pada waktu Isya (jamak ta’khir).

Qashar secara bahasa berarti memendekkan. Dalam istilah fikih, qashar adalah meringkas shalat fardhu yang berjumlah empat rakaat menjadi dua rakaat. Keringanan ini hanya berlaku untuk shalat Zhuhur, Ashar, dan Isya. Adapun shalat Maghrib tetap tiga rakaat dan Subuh tetap dua rakaat, sehingga keduanya tidak dapat diqashar.

Dengan demikian, jamak berhubungan dengan waktu pelaksanaan shalat, sementara qashar berkaitan dengan jumlah rakaat shalat. Seorang musafir dapat memilih hanya melakukan qashar tanpa jamak, atau jamak tanpa qashar, maupun menggabungkan keduanya sekaligus sesuai dengan kebutuhan.
 

Dasar Hukum Jamak dan Qashar

A. Dalil Qashar


Allah SWT berfirman:

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ

“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalat…” (QS. An-Nisa: 101)
 

B. Dalil Jamak


Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

صَلَّى رَسُولُ اللهِ ﷺ الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ جَمِيعًا، وَالْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ جَمِيعًا فِي غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا سَفَرٍ

“Rasulullah ﷺ menjama’ shalat Zhuhur dengan Ashar, Maghrib dengan Isya, tanpa rasa takut dan tanpa safar.” (HR. Muslim, no. 705)

Hadits ini menjadi dasar adanya rukhsah jamak, baik karena safar, hujan, atau kondisi kesulitan.
 

Jenis-Jenis Jamak:


  • Jamak Taqdim → Menggabungkan shalat Isya ke waktu Maghrib. Dilakukan pada waktu Maghrib. Syarat: sudah niat jamak ketika memulai shalat Maghrib.
  • Jamak Ta’khir → Menggabungkan shalat Maghrib ke waktu Isya. Dilakukan pada waktu Isya. Syarat: menunda shalat Maghrib dan Isya, kemudian dikerjakan bersamaan di waktu Isya.

Tata Cara Shalat Jamak dan Qashar Maghrib–Isya

 
A. Jika Jamak Taqdim (di waktu Maghrib)
 
  1. Niat shalat Maghrib (3 rakaat).
  2. Shalat Maghrib sebagaimana biasa.
  3. Setelah salam, langsung niat shalat Isya dengan qashar (2 rakaat, jika dalam safar).
  4. Shalat Isya (2 rakaat qashar).
 
B. Jika Jamak Ta’khir (di waktu Isya)
 
  1. Niat menunda shalat Maghrib ke waktu Isya.
  2. Ketika masuk waktu Isya, shalat Maghrib dulu (3 rakaat).
  3. Setelah salam, niat shalat Isya qashar (2 rakaat).

Syarat-Syarat Qashar dan Jamak


Untuk Qashar:
 
  • Perjalanan minimal 2 marhalah (sekitar 80–90 km menurut jumhur ulama).
  • Bukan safar maksiat.
  • Niat qashar sejak awal shalat.

Untuk Jamak:
 
  • Dalam perjalanan jauh (safar).
  • Ada hajat atau kesulitan jika dipisah.
  • Boleh juga karena hujan lebat atau sakit menurut sebagian ulama.
 

Hikmah Keringanan Jamak dan Qashar

 
  • Menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mudah.
  • Memberi kemudahan bagi musafir agar tidak meninggalkan shalat.
  • Menjadi bukti fleksibilitas syariat sesuai kondisi hamba.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ

“Sesungguhnya agama itu mudah.” (HR. Bukhari, no. 39)
 

Penutup


Shalat jamak dan qashar adalah anugerah syariat yang memudahkan umat Islam. Dalam konteks Maghrib dan Isya, seorang musafir bisa memilih jamak taqdim atau ta’khir sesuai kebutuhan, dengan rakaat Isya diringkas menjadi dua rakaat (qashar). Semua ini adalah bentuk rahmat Allah agar umat-Nya tetap terjaga ibadahnya meski dalam kondisi sulit.
×
Berita Terbaru Update