Notification

×

Iklan

Iklan

Israel Kembali Serang Kapal Relawan Global Sumud Flotilla, Aktivis: Kami Tidak Akan Mundur

Selasa | September 23, 2025 WIB | 0 Views
Israel Kembali Serang Kapal Relawan Global Sumud Flotilla, Aktivis: Kami Tidak Akan Mundur

Fikroh.com - Perairan Internasional – Insiden terbaru kembali menimpa kapal Global Sumud Flotilla yang sedang berlayar dalam misi kemanusiaan menuju Palestina. Serangan ke-9 ini dilaporkan terjadi di jalur perairan internasional, saat kapal berusaha menerobos blokade menuju Gaza. Para saksi mata menyebut, kapal tersebut berulang kali diintimidasi dan dipaksa untuk dipukul mundur.

"Serangan ke 9 kepada kapal global sumud flotila baru saja berlangsung diperairan international. Kapal dicoba untuk dipukul mundur." Tulis salah seorang relawan global Sumud asal Indonesia M Rizki Fauzi.

Meskipun belum ada laporan korban jiwa, kejadian ini menambah daftar panjang upaya penghadangan terhadap misi solidaritas internasional yang menegaskan hak rakyat Palestina atas bantuan kemanusiaan.
 

Misi Kemanusiaan yang Terus Dihalang


Global Sumud Flotilla merupakan bagian dari gerakan internasional yang mengorganisir kapal-kapal kemanusiaan untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza. Misi ini membawa aktivis dari berbagai negara, termasuk bantuan medis, pangan, dan kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan oleh warga sipil Palestina.

Sejak awal pelayarannya, flotilla kerap menghadapi serangan dan penghadangan. Serangan ke-9 ini menjadi bukti nyata betapa kuatnya upaya untuk menghentikan masuknya bantuan ke Gaza, meski perjalanan dilakukan sesuai prinsip hukum laut internasional.
 

Sejarah Panjang Flotilla Menuju Gaza


Misi flotilla internasional untuk Gaza bukanlah hal baru. Sejak tahun 2010, dunia sempat diguncang oleh insiden Mavi Marmara, ketika pasukan Israel menyerbu kapal kemanusiaan dan menewaskan sejumlah aktivis. Peristiwa itu memicu kecaman luas dari komunitas global.

Kini, setelah lebih dari satu dekade, pola serangan terhadap misi flotilla tampaknya berulang. Bedanya, Global Sumud Flotilla hadir dengan dukungan yang lebih besar dari jaringan internasional, meski tetap menghadapi risiko yang sama.
 

Reaksi Internasional


Serangan ke-9 terhadap Global Sumud Flotilla memicu respons beragam dari berbagai pihak.
Organisasi hak asasi manusia mengecam keras tindakan penghadangan di perairan internasional, yang dianggap melanggar Konvensi Hukum Laut PBB.
 
Aktivis pro-Palestina menegaskan bahwa upaya ini justru memperlihatkan wajah nyata penindasan terhadap solidaritas kemanusiaan.
Beberapa negara Eropa menyuarakan keprihatinan dan menuntut adanya investigasi independen atas insiden tersebut.

Namun hingga kini, belum ada langkah tegas dari badan dunia seperti PBB untuk memberikan jaminan perlindungan terhadap misi kemanusiaan tersebut.
 

Dampak Politik dan Kemanusiaan


Serangan berulang terhadap flotilla menimbulkan pertanyaan serius mengenai kebebasan navigasi di laut lepas dan hak dasar bantuan kemanusiaan. Dari sisi politik, insiden ini memperdalam citra negatif Israel di mata publik internasional, sekaligus menguatkan dukungan global bagi perjuangan rakyat Palestina.

Bagi warga Gaza sendiri, setiap kali flotilla dihalangi, artinya mereka kehilangan akses terhadap suplai vital yang dapat meringankan penderitaan akibat blokade panjang. Situasi ini menegaskan bahwa krisis kemanusiaan di Palestina bukan hanya masalah regional, tetapi juga masalah kemanusiaan dunia.
 

Aktivis: “Kami Tidak Akan Mundur”


Di tengah tekanan dan ancaman, aktivis di atas kapal menegaskan bahwa mereka akan tetap berlayar hingga misi selesai. “Kami datang dengan misi damai, membawa bantuan untuk orang-orang yang membutuhkan. Serangan ini tidak akan menghentikan langkah kami,” kata salah satu relawan melalui sambungan komunikasi singkat.

Pernyataan ini menegaskan komitmen bahwa misi flotilla bukan hanya tentang membawa bantuan, tetapi juga simbol perlawanan damai terhadap ketidakadilan yang menimpa rakyat Palestina.
 

Penutup


Serangan ke-9 terhadap Global Sumud Flotilla sekali lagi membuka mata dunia tentang realitas yang dihadapi mereka yang mencoba membantu Gaza. Misi ini bukan sekadar perjalanan laut, tetapi juga perlawanan moral melawan ketidakadilan.

Pertanyaan besar kini menggantung: sampai kapan dunia akan membiarkan serangan terhadap kapal kemanusiaan terus berulang tanpa konsekuensi nyata?
×
Berita Terbaru Update