Kebenaran Hadits Nabi, Penyebaran Penyakit Disebabkan Menyebarnya Kerusakan Moral

Fikroh.com - Berkata Prof. T.V.N. Persaud, "Saya tidak mempunyai masalah dengan pikiranku bahwa ini (Al Qur'an) merupakan wahyu atau inspirasi yang Tuhan berikan, yang memandunya (Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam) untuk mengeluarkan statement ini."

Profesor T.V.N. Persaud adalah seorang Profesor Bidang Anatomi, Profesor bidang Pediatrik dan kesehatan anak, profesor Obstetrik, Gynekologi, dan seorang ilmuan yang terkemuka di Universitas Manitoba, Winnipeg, Manitoba, Canada. Dia telah menjabat sebagai Dekan di Departemen Anatomi selama enam belas tahun. Dia adalah seorang yang sangat dikenal ahli dibidangnya, yang telah menulis sekitar dua puluh dua buku, dan telah meneribitkan sekitar seratus delapan puluh satu paper artikel sains, pada tahun 1991. Dia memperoleh penghargaan Nobel JCB Grant Award dari Asosiasi Ahli Anatomi Kanada. Dia juga sering mengemukakan Ayat Al Qur'an dan Hadits Nabi yang otentik sebagai bahan diskursus, dan seminar yang ia datangi.

Profesor Persaud dalam banyak penelitiannya memprsentasikan hubungan antara Qur'an dan Hadits dengan Sains Modern. Dalam salah satu presentasinya tentang penelitian sebuah hadits Nabi yang berbunyi:

لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا

“Tidaklah fahisyah (perbuatan keji) tersebar pada suatu kaum kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan berbagai penyakit yang belum pernah terjadi pada kaum sebelum mereka.” (HR. Ibnu Majah no. 4019)

Mari kita lihat penjelasan Profesor Persaud tentang hal ini;

"Telah diketahui dan disepakati bersama, bahwa perubahan drastis terhadap Uterus Servix berhubungan dengan usia wanita, frekuensi hubungan intim, dan jumlah pasangan yang berganti-ganti. Beberapa penelitian Epidemilogik telah jelas mengindikasikan secara signifikan hubungan antara berganti-gantinya pasangan seksual, dan tingginya kasus penyakit kelamin(Cervical Carinoma). Konsekuensi dan bahaya dalam hubungan seksual secara berganti pasangan dan seringnya melakukan hubungan seksual telah lebih dahulu dijelaskan dalam Hadits ini 1400 tahun yang lalu. Lafal Keburukan dalam hadits adalah perilaku bejat dan rusak, bisa saya katakan seperti; Homoseksual, hubungan seksual secara bergantian, dan kegiatan seksual yang lainnya. Tanpa panjang lebar kita bisa menyebutkan penyakit yang kita kenal sperti Herpes, AIDS sebagai contoh yang nyata. Dan jelas ini merupakan penyakit baru yang tidak mempunyai penawarnya."

Hari ini kita bisa memastikan dampak signifikan hadits ini, dengan menyebarnya perilaku homoseksual, Prostitusi, Keburukan tersebar dimana-mana dan bahkan dilegalisasi di berbagai negara barat. Tidak memerlukan beberapa tahun sejak Revolusi seks dinegara barat sebgaimana yang disebutkan Profesor Persaud, hingga tersebarnya wabah penyakit ini ditengah-tengah mereka. Seperti AIDS yang memerlukan penangulanan yang serius pada hari ini. Sebagaimana yang telah di Sabdakan Rasulullah Shalallahu alayhi wa sallam. AIDS sebagai contoh yang jelas yang mana penyakit tersebut tidak ada pada generasi sebelumnya, yang pada hari ini telah mencapai tingkat yang signifikan jumlah pengidapnya, sehingga hampir tidak mungkin untuk menghindarinya.

Profesor Persaud ditanya bagaimana pendapatnya tentang fenomena yang bersesuaian sebagai seorang yang dikenal ahli dalam bidangnya, Profesor Persaud memberi statemen;

"Kelihatannya bagiku Muhammad (Shalallahu alayhi wa sallam) hanya sebagai seorang manusia biasa, bahkan dia sendiri tidak bisa membaca maupun menulis, faktanya dia adalah seorang yang buta huruf. Kita membicarakan seorang pada 1400 tahun yang lalu yang notabene sebagai seorang yang buta huruf yang membuat peringatan serta penyataannya yang secara luar biasa begitu tepat dengan penelitian sains. Secara pribadi saya tidak bisa melihat ini sebagai suatu kebetulan, disebabkan terlalu banyak kesesuaian, dan seperti Dr. Moore, saya tidak mempunyai keraguan bahwa ini merupakan Wahyu atau Inspirasi yang diberikan Tuhan yang telah memandunya untuk mengeluarkan statemen seperti ini."

Wahyu ini telah diturunkan kepada Muhammad (Shalallahu alayhi wa sallam) dengan sebenar-benarnya bersaral dari Allah, Allah telah menurunkan ilmuNya, sebagaimana dalam firman-Nya; 

لَٰكِنِ اللَّهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنْزَلَ إِلَيْكَ ۖ أَنْزَلَهُ بِعِلْمِهِ ۖ

"Tetapi Allah telah memberikan kesaksian bahwa Dia telah menurunkannya dengan menurunkan bersama IlmuNya." (Al Qur'an 4: 166).

Kitab ini adalah Al Qur'an merupakan Pentunjuk, Bukti yang Nyata, yang Terbukti, dan menjadi Kebenaran yang Abadi diantara kita, hingga hari Kiamat.

From : This is the Truth, Abdullah M. Ar Ruhaili

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama