Apakah Alkohol Dalam Hand Sanitizer Najis?

Fikroh.com - Saat ini penggunaan hand sanitizer seolah menjadi kebutuhan bagi setiap orang, tak terkecuali seorang muslim. Produk hand sanitizer juga beragam, ada yang berbahan dasar alami tanpa alkohol namun tidak sedikit hand sanitizer yang bercampur alkohol. Bagaimana hukum hand sanitizer yang bercampur alkohol apakah menjadi najis?

Sebelum kita membahas alkokol kita perlu tahu terlebih dahulu terkait hukum khamr. Khamr adalah minuman yang memabukkan sebagaimana dijelaskan dalam hadits

كُل مُسْكِرٍ خَمْرٌ ، وَكُل خَمْرٍ حَرَامٌ

”Semua yang memabukkan adalah khamar dan semua yang memabukkan adalah haram." (HR. Muslim nomor 2003)

Ulama’ sepakat bahwa khamr adalah haram sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah

ثَبَتَتْ حُرْمَةُ الْخَمْرِ بِكِتَابِ اللَّهِ وَسُنَّةِ رَسُولِهِ وَإِجْمَاعِ الأُْمَّةِ – الموسوعة الفقهية

“Keharaman khamr tetap dengan dalil al-Qur’an, Sunnah, dan Ijma’ umat Islam”

Mayoritas ulama’ menganggap bahwa khamr adalah najis bahkan imam Al-Gazali mengangap najisnya khamr adalah ijma’ seperti disebutkan oleh imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’. Hanya saja Qadhi Abu al-Thayyib menyebutkan pendapat ulama' yang menyatakan bahwa khamr suci sehingga klaim ijma’ tersebut terbantahkan 

الخمر نجسة عِنْدَنَا وَعِنْدَ مَالِكٍ وَأَبِي حَنِيفَةَ وَأَحْمَدَ وَسَائِرِ الْعُلَمَاءِ إلَّا مَا حَكَاهُ الْقَاضِي أَبُو الطَّيِّبِ وَغَيْرُهُ عَنْ رَبِيعَةَ شَيْخِ مَالِكٍ وَدَاوُد أَنَّهُمَا قَالَا هِيَ طَاهِرَةٌ وَإِنْ كَانَتْ مُحَرَّمَةً كَالسُّمِّ الَّذِي هُوَ نَبَاتٌ - النووي ,المجموع شرح المهذب ,2/563

"Khamr adalah najis menurut madzhab kita Syafi'i, Malik, Abu Hanifah, Ahmad dan ulama' lainnya. Hanya saja Qadhi Abu al-Thayyib dan lainnya menceritakan bahwa imam Rabi'ah guru imam Malik dan Imam Dawud menganggapnya suci meski haram sebagaimana racun suci tapi haram"

Pertanyaannya sekarang apakah alkohol itu termasuk khamr Sehingga haram dan najis? 

Untuk menjawab itu kita perlu merujuk pada FATWA MUI No. : 11 Tahun 2009 Tentang HUKUM ALKOHOL. Dalam fatwa tersebut disebutkan beberapa poin berikut:

Pertama, Khamr adalah setiap minuman yang memabukkan, baik dari anggur atau yang lainnya, baik dimasak ataupun tidak.

Kedua, Alkohol adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apapun yang memiliki gugus fungsional yang disebut gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon. Rumus umum senyawa alkohol tersebut adalah R-OH atau Ar-OH di mana R adalah gugus alkil dan Ar adalah gugus aril.

Dalam fatwa MUI tersebut dapat kita ketahui bahwa tidak setiap alkohol adalah khamr. Hal ini sebagaimana durian, nangka bahkan tapai yang selama ini dikonsumsi masyarakat Indonesia kalau kita teliti kandungannya di Laboratorium mengandung alkohol. Hal ini bukan berarti buah durian, nangka dan tapai tersebut adalah khamr yang najis. Karena itu, MUI membuat ketentuan terkait alkohol sebagai berikut:

Alkohol yang berasal dari khamr adalah najis. Sedangkan alkohol yang tidak berasal dari khamr adalah tidak najis. Dengan demikian penggunaan alkohol/etanol hasil industri non khamr (baik merupakan hasil sintesis kimiawi [dari petrokimia] ataupun hasil industri fermentasi non khamr) untuk proses produksi produk makanan, minuman, kosmetika, dan obat-obatan, hukumnya: mubah, apabila secara medis tidak membahayakan.

Pendapat MUI tersebut juga diperkuat oleh ulama' kontemporer seperti Dr. Wahbah al-Zuhaili yang menyatakan

مادة الكحول غير نجسة شرعاً، بناء على ماسبق تقريره من أن الأصل في الأشياء الطهارة، سواء كان الكحول صرفاً أم مخففاً بالماء - وعليه، فلا حرج شرعاً من استخدام الكحول طبياً كمطهر للجلد والجروح والأدوات وقاتل للجراثيم، أو استعمال الروائح العطرية [وهبة الزحيلي، الفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي، ٥٢٦٤/٧]

 “Zat alkohol tidak najis menurut syara’ dengan dasar (kaidah) yang telah lalu, yaitu segala sesuatu asalnya adalah suci baik ia adalah alkohol murni maupun alkohol yang telah dikurangi kandungannya dengan campuran air - Berdasarkan hal tersebut,  tidak masalah menggunakan alkohol untuk kepentingan medis secara syar'i seperti untuk mensterilkan kulit, luka, obat, dan membunuh bakteri; atau pemakaian parfum"

Berdasarkan hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa alkohol yang ada pada hand sanitizer dan bahan keperluan medis lainnya adalah suci. Hal ini dikarenakan alkohol tersebut adalah hasil produksi non khamr karena diproduksi untuk kepentingan medis bukan minuman memabukkan.

Oleh : Ustaz Abdul Wahid Al-Faizin

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama