Notification

×

Iklan

Iklan

Benarkah 70.000 Yahudi Isfahan Menjadi Tentara Dajjal?

Sabtu | Maret 07, 2026 WIB | 0 Views
Benarkah 70.000 Yahudi Isfahan Menjadi Tentara Dajjal?

Fikroh.com - Kemunculan al-Masih ad-Dajjal merupakan salah satu tanda besar kiamat yang diyakini dalam ajaran Islam. Banyak hadis Nabi Muhammad ﷺ yang menjelaskan tentang sosok ini, termasuk mengenai tempat kemunculannya dan siapa saja yang akan menjadi pengikutnya. Salah satu riwayat yang sering dibahas menyebutkan bahwa 70.000 orang Yahudi dari Isfahan akan menjadi pasukan Dajjal.

Lalu muncul pertanyaan: benarkah mereka berasal dari wilayah yang kini termasuk Iran? Untuk memahaminya, kita perlu melihat penjelasan hadis dan keterangan para ulama tentang wilayah yang disebut dalam riwayat tersebut.
 

Hadis Tentang Dajjal Datang dari Arah Timur


Beberapa hadis sahih menyebutkan bahwa kemunculan Dajjal berasal dari arah timur. Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Fatimah binti Qais. Ia menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلاَ إِنَّهُ فِى بَحْرِ الشَّامِ أَوْ بَحْرِ الْيَمَنِ لاَ بَلْ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ

“Bukan, dia tidak berada di Laut Syam dan bukan pula di Laut Yaman. Akan tetapi ia datang dari arah timur.”

Nabi kemudian memberi isyarat dengan tangannya ke arah timur. (HR. Muslim no. 2942 dan Abu Dawud no. 4326)

Dalam istilah arah mata angin yang digunakan dalam hadis, yang dikenal hanya empat arah utama: timur, barat, utara, dan selatan. Karena itu, penyebutan “timur” dalam hadis dipahami secara umum sebagai wilayah yang berada di sebelah timur Jazirah Arab.
 

Hadis tentang Kemunculan Dajjal dari Khurasan


Riwayat lain menjelaskan secara lebih spesifik tentang wilayah asal kemunculan Dajjal. Dari Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

الدَّجَّالُ يَخْرُجُ مِنْ أَرْضٍ بِالمَشْرِقِ يُقَالُ لَهَا خُرَاسَانُ

“Dajjal akan keluar dari sebuah negeri di sebelah timur yang disebut Khurasan.” (HR. Ahmad, Tirmidzi no. 2237, Ibnu Majah no. 4072; dinilai sahih oleh Syu‘aib al-Arnauth)

Nama Khurasan dalam sejarah Islam merujuk pada wilayah yang sangat luas. Kawasan ini dahulu meliputi beberapa daerah yang sekarang berada di Iran, Afghanistan, Turkmenistan, Uzbekistan, hingga sebagian Asia Tengah.
 

Hadis tentang 70.000 Yahudi Isfahan


Ada pula hadis yang menyebutkan secara langsung tentang para pengikut Dajjal dari kalangan Yahudi. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

يَخْرُجُ الدَّجَّالُ مِنْ يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ وَمَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفًا مِنَ الْيَهُودِ

“Dajjal akan keluar dari Yahudiyah di Isfahan dan bersamanya ada tujuh puluh ribu orang Yahudi.” (HR. Ahmad dan Abu Ya’la; dinilai hasan oleh Syu‘aib al-Arnauth)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa mereka memakai mahkota atau penutup kepala khusus ketika mengikuti Dajjal.

Hadis ini menjadi dasar munculnya pembahasan bahwa salah satu basis pengikut awal Dajjal berasal dari Isfahan, sebuah kota besar yang kini berada di Iran.

Sejarah Wilayah Khurasan


Dalam kitab geografi klasik seperti Mu‘jam al-Buldan, Khurasan dijelaskan sebagai wilayah luas di sebelah timur dunia Islam. Daerah ini mencakup berbagai kota penting, seperti:
  • Nishapur di Iran
  • Herat dan Balkh di Afghanistan
  • Merv di Turkmenistan
  • Beberapa wilayah di Asia Tengah

Nama Khurasan sendiri dalam bahasa Persia memiliki arti “tanah tempat matahari terbit.”

Pada masa lampau, Khurasan merupakan wilayah strategis yang menjadi jalur perdagangan dan pusat peradaban. Karena itu, daerah ini sering diperebutkan oleh berbagai kekuatan besar sepanjang sejarah.

Saat ini, wilayah Khurasan masih menjadi nama provinsi besar di Iran bagian timur laut, dengan kota utama seperti Masyhad.
 

Isfahan dan Kampung Yahudiyah


Isfahan—yang dalam literatur klasik disebut Ashbahan—adalah salah satu kota bersejarah di Iran yang terletak sekitar 340 kilometer di selatan Teheran.

Menurut sejumlah catatan sejarah, setelah penyerangan terhadap Baitul Maqdis oleh Raja Babilonia Bukhtanshar, sebagian orang Yahudi yang ditawan kemudian ditempatkan di wilayah ini. Sejak saat itu, kawasan tersebut dikenal sebagai Yahudiyah, atau kampung Yahudi.

Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam kitab An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim menjelaskan bahwa kemunculan awal Dajjal dikaitkan dengan daerah Yahudiyah di Isfahan. Di sanalah ia memperoleh dukungan dari puluhan ribu pengikut.
 

Dajjal Akan Menyebarkan Fitnah dari Irak dan Syam


Walaupun asal kemunculannya disebut dari wilayah timur, hadis lain menjelaskan bahwa Dajjal akan mulai dikenal luas ketika berada di kawasan antara Irak dan Syam.

Dari Nawwas bin Sam‘an radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّهُ خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّأْمِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا وَعَاثَ شِمَالًا

“Dia akan keluar di daerah antara Syam dan Irak, lalu menyebarkan kerusakan ke kanan dan ke kiri.” (HR. Muslim)

Dari wilayah inilah Dajjal kemudian melakukan berbagai fitnah dan penyesatan terhadap manusia.
 

Keyakinan Ahlus Sunnah Tentang Dajjal


Kemunculan Dajjal merupakan bagian dari akidah yang diyakini oleh mayoritas ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadis-hadis tentangnya sangat banyak dan diriwayatkan oleh banyak sahabat.

Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab Ushulus Sunnah menyatakan bahwa seorang Muslim wajib mengimani keluarnya Dajjal sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis sahih.

Namun beberapa tokoh modern seperti Abul A‘la Al-Maududi dan Muhammad Rasyid Ridha menafsirkan Dajjal sebagai simbol munculnya kekuatan kebatilan di akhir zaman. Pendapat ini tidak mewakili pandangan mayoritas ulama, tetapi tetap menjadi bagian dari diskusi dalam kajian keislaman.
 

Rasulullah Mengajarkan Doa Perlindungan dari Fitnah Dajjal


Fitnah Dajjal disebut sebagai ujian terbesar bagi manusia. Karena itu Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah tersebut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ

“Apabila salah seorang dari kalian bertasyahud, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari empat perkara: azab Jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta kejahatan fitnah al-Masih ad-Dajjal.” (HR. Muslim)
Kesimpulan

Hadis-hadis Nabi ﷺ memberikan beberapa petunjuk penting tentang kemunculan Dajjal:
  • Dajjal akan muncul dari arah timur.
  • Wilayah yang disebut dalam hadis adalah Khurasan, daerah luas di timur dunia Islam.
  • Salah satu tempat yang dikaitkan dengan kemunculan pengikutnya adalah Yahudiyah di Isfahan.
  • Ia kemudian akan menyebarkan fitnah besar dari kawasan antara Irak dan Syam.

Meski demikian, waktu dan detail pasti kemunculannya tetap menjadi rahasia Allah. Yang terpenting bagi seorang Muslim adalah memperkuat iman serta selalu memohon perlindungan dari fitnah Dajjal. Wallahu a‘lam.
×
Berita Terbaru Update