Kisah Taubatnya Wanita Pemabuk Berat Setelah Mimpi Mati Selama Tiga Hari Berturut-turut

Fikroh.com - Tatkala Alloh mengetahui adanya setitik kebaikan dalam hati seseorang akan digerakannya menuju kebaikan. Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّمَن فِىٓ أَيْدِيكُم مِّنَ ٱلْأَسْرَىٰٓ إِن يَعْلَمِ ٱللَّهُ فِى قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِّمَّآ أُخِذَ مِنكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ 

Arti ayat: Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu: "Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu". Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Inilah yang terjadi pada seorang wanita penggemar dugem dan pemabuk berat yang Alloh berikan hidayah sehingga ia taubat. 

Dikisahkan oleh Ustadz Luqmanul Hakim Ashabul Yamin, Founder Gerakan Infaq Beras, beliau pernah bertemu dengan seorang wanita di salah satu masjid tempat beliau mengisi kajian. Beliau tidak sebutkan nama daerah tersebut, “karena terlalu spesifik”.

Wanita tersebut menemui Ustadz Luqman asal Pontianak ini setelah shalat. Ia mengenakan jilbab syar’i panjang, memakai gamis dan memakai kaos kaki, “pokoknya akhwat banget deh”, tambahnya.

Wanita tadi bertutur, “Ustadz kalau lihat saya satu munggu yang lalu, ustadz tidak akan pernah mau ngomong sama saya".

Ustadz menimpali, “Memang kenapa?"

Kemudian wanita tadi bercerita, "Ustadz, saya, satu minggu yang lalu masih di club malam, masih berdiri di atas meja bar.”

“Saya tu Ustadz, yang naik di atas meja, yang mimpin party nya, yang pegang botol," tambahnya.

Pengakuannya, kalau ia minum minuman beralkohol tidak pakai gelas. langsung dari botolnya. Dia juga yg mentraktir teman-temannya.

Ustadz Luqman bertanya tentang sebab taubat dan hijrahnya itu.

"saya mimpi mati, Ustadz" jawabnya.

Dia bermimpi meninggal dunia selama tiga hari berturut-turut. Anehnya, mimpinya itu bersambung. Dia mati, dibungkus, dimakamkan, dan disiksa di kubur.

Wanita tadi mengaku dirinya merasa sangat ketakutan. “mimpi itu kaya’ nyata,” katanya. Sampai ia tidak bisa tidur. Akhirnya, melalui wasilah mimpi itu, ia putuskan untuk meninggalkan dunia gelapnya.

Taubat dan hijrahnya itu menyebabkan ia ditinggalkan kawan-kawan yang ditraktirnya. Teman-teman yang sering dibantunya, dihutanginya, yang dimodali olehnya, semuanya kompak meninggalkan dirinya.

Allah telah lepaskan dirinya dari teman-teman palsu yang hanya menginginkan uangnya saja.

Demikianlah, hidayah. Datangnya tak diduga. Wanita tadi dalam tempo sepekan mendapat hidayah. Allah yang datangkan mimpi “mati” kepadanya. Dan Allah yang buka hatinya untuk menerima hidayah. Wallahu A’lam.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama