Pakar Sejarah Ungkap Proses Pembuatan Parit Pada Perang Khandak

Fikroh.com - Tahukah anda bagaimana Perang Ahzâb berkecamuk? Mayoritas Muslim pasti tahu kisah peperangan di Madînah yang terkenal dengan nama "Perang al-Khondaq". Dinamakan "al-Khondaq" karena pada saat itu Baginda Nabî ﷺ -atas saran Shohâbat Salmân al-Fârisiy رضي الله تعالى عنه- memerintahkan para Shohâbat رضي الله تعالى عنهم untuk membangun parit pertahanan yang mengelilingi kota Madînah.

Bagaimana proses pembuatan parit yang luar biasa itu?

Dr. Syauqi Abû Kholil di dalam karyanya, Atlas Jejak Agung Muhammad ﷺ (Athlas as-Shirôh an-Nabawiyah), menyebutkan bahwa panjang parit pertahanan yang dibuat itu adalah sekira 5.544 meter (5,5 km) dengan rata-rata rentang lebar 4,62 meter dan kedalaman 3,23 meter. Parit yang menghambat pasukan musuh, khususnya kavaleri, mencapai kota Madînah.

Kalaulah pengerjaan parit itu dilakukan oleh Roman Legionaire-nya Julius Caesar –di mana kekuatan 1 Legiun itu sekitar 5.000 orang prajurit ditambah 1.500 ~ 2.000 orang auxiliaries (termasuk di dalamnya ada combat engineer-nya Romawi Kuno yang sangat terkenal itu)– dan Julius Caesar biasanya membawa sedikitnya 3 Legiun dalam peperangan, maka itu adalah pencapaian yang biasa-biasa saja…

Akan tetapi, parit pertahanan di Madînah itu dikerjakan oleh hanya sekira 3.000-an lebih Shohâbat, dan disebutkan bahwa pada saat itu sedang terjadi saat masa paceklik dan gagal hasil perkebunan. Keadaan iklim Madînah ketika itu sangat dingin karena sedang musim dingin. Jadi kombinasi udara dingin dan kekurangan bahan makanan sehingga banyak dari para Shohâbat رضي الله تعالى عنهم yang menderita lapar. Kita pun mengetahui bahwa pada saat itu bahkan junjungan kita, Baginda Nabî ﷺ, pun ikut mengalami lapar sampai-sampai Beliau ﷺ mengikatkan dua buah batu di perut sucinya (untuk membantu menahan rasa lapar)…!

Ketika itu belum ada excavator, belum ada loader, tidak ada dump truck, sedangkan bangsa ‘Arab ketika itu bukan dikenal sebagai engineer hebat seperti bangsa Rûm (Romawi) atau bangsa Mesir. Mereka hanya melakukannya dengan peralatan sederhana, cangkul dan linggis biasa untuk menggali, mengeruk, dan memindahkan tanah.

Maka pasti anda akan bertanya-tanya: motivasi apa yang menggerakkan jiwa para Shohâbat رضي الله تعالى عنهم sehingga menjadi kekuatan yang mampu mengerjakan proyek besar defence moat itu?

Jawabannya hanya satu…

SABAR di dalam mena’ati perintah Allôh ﷻ dan Baginda Nabî ﷺ…!

Itulah makna sabar yang sesungguhnya, sebagaimana perintah Allôh ﷻ.

Simak kata Allôh ﷻ di dalam firman-Nya:

ٱلْـَٰٔنَ خَفَّفَ ٱللَّهُ عَنكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا فَإِن يَكُن مِّنكُم مِّا۟ئَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا۟ مِا۟ئَتَيْنِ وَإِن يَكُن مِّنكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوٓا۟ أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ ٱللَّهِ وَٱللَّهُ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Sekarang Allôh telah meringankan atasmu, dan Dia mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada di antara kamu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kâfir, dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang atas seizin Allôh. Dan Allôh membersamai orang-orang yang sabar.” [QS al-Anfâl (8) ayat 66].

Semoga Allôh ﷻ memberikan kaum Muslimîn kesabaran dan keselamatan dalam melalui masa-masa sulit ini.

Sumber: Fb Arsyad Syahrial, dengan sedikit editan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama