Ketika Sophie Petronin Bercurhat Pada Emmanuel Macroni: "Agama krisis itu bernama islam"

Fikroh.com - Dibebaskannya Sophie Petronin (Maria), pekerja atau relawan kemanusiaan berusia 75 tahun, serta dua warga negara Italia dan seorang politisi Mali terkemuka, setelah ditahan Kelompok Dukungan untuk Islam dan Muslim (GSIM), yang berafiliasi dengan Alqaeda, Kamis lalu, memicu polemik di publik Prancis.

Berikut Curhat Sophie ke Macroni;

"Saya di tahan, tetapi mereka tidak pernah menuentuh saya, dan mereka memperlakukan saya dengan penuh sikap menhargai dan menghormati.

Mereka memberiku makanan dan minuman dan menghargai dan menghormati privasi-ku, mereka tidak pernah melecehkan saya.

Mereka tidak memaksakan islam kepada saya, tetapi justru sayalah yang begitu tertarik pada sikap moral mereka.

Mereka adalah orang-orang yang membersihkan diri dan berdo'a lima kali dalam sehari.

Dan berpuasa di bulan ramadhan.

Mereka rendah hati, dan negara mereka memang miskin tampa menara Eifel.

Dan mereka tidak berbau seperti bau orang prancis, tetapi mereka lebih bersih dari kami, dan lebih bersih hatinya, tidak memiliki mobil mewah dan tidak tinggal di menara tinggi, tetapi mereka di atas awan dan keyakinan mereka kuat lebih dari  kuatnya pegunungan Rusia.

Makaron, pernahkah kamu mendengarkan bacaan Al-Qur'an di dalam do'a sebelumnya?

Betapa indahnya, bahkan walaupun kamu tidak mengerti apa arti dari bacaan Al-Qur'an itu.

Pernahkah kamu bersujud kepada Allah di karpet, di mana kamu dapat melupakan kekhawatiran kamu, merasakan ada di dekatNya sejak  di dunia ini dan seterusnya (Alam Akhirat).

Wanita mereka memang berkulit hitam, tetapi hatinya berwarna putih susu, berpakaian sederhana tetapi dengan pandangan moral mereka, orang-orang memandangnya seperti bidadari yang baik.

Tidak berbaur dengan orang asing dan tidak merasa terganggu, dan tidak boleh ada seorang istri yang bawa masuk seorang pria ke rumanya tampa suaminya, tidak mabuk, tidak berjudi, dan tidak berjina di jalan.

Muslim di luar sana percaya pada semua nabi, bahkan pada nabi isa yang mereka cintai lebih dari pada kita mencintai isa, ibunya Mariam yang dengan nama itu saya namai diri saya (yang baru masuk islam) dengan harapan, nama Maria ini dapat membawa banyak cinta dan pengaruh kebesaran mereka.

Makaron, engkau tau mereka lebih mencintai yesus dari pada kita?

Mariam....Ya...

Negara kita (Prancis) harus bertobat dalam nama yesus dan mengampuni negara mereka, dan biarkan mereka menjalankan kekayaan mereka, ya......Negara mereka baik-baik saja, tetapi anehnya, kami masih menganggap mereka sebagai teroris.

Mereka berurusan dengan saya dan para tawanan lainnya dengan moral kristus yang kita pelajari di gereja, tetapi kita tidak menerapkannya di luar (kehidupan luas). tetapi malah penutupan yang licik.

Inikah Agama islam yang kamu perjuangkan siang dan malam?

Gairah hati saya telah menggerakkan dan mengisi dunia saya.

Saya tidak lagi melihat prancis se indah kehidupan mereka, bahkan lebih indah dari pandanganku pada seluruh yang ku punya.

Saya bahkan memutuskan untuk kembali ke sana.

Tetapi itu setelah aku akan mengundang mereka ke sini, untuk merasakan balasan saya dari apa yang telah saya rasakan indahnya islam dan menyembah Allah yang benar yang tidak ada Tuhan Selain Dia (Allah). (orang-orang tua islam tempat dia di tawan).

Saya juga berharap, kamu akan berpikir ulang dengan Agama yang besar ini, yang di ajarkan oleh semua Nabi, dan Nabi-nabi dari Nabi Adam, yesus hingga Nabi penutup Sid Annam Ahmad/Muhammad saw.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama