Rumah Ahmad Sahroni Jadi Sasaran Massa, Segini Jumlah Harta Kekayaannya

Rumah Ahmad Sahroni Jadi Sasaran Massa, Segini Jumlah Harta Kekayaannya
Fikroh.com - Kediaman anggota DPR RI Ahmad Sahroni di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, digeruduk massa pada Sabtu (30/8/2025) sore. Ratusan orang melakukan perusakan hingga penjarahan barang-barang dari dalam rumah.

Sejumlah fasilitas rumah mengalami kerusakan, termasuk kaca jendela, pintu, serta gerbang. Mobil mewah yang terparkir di garasi juga menjadi sasaran amuk massa. Barang-barang pribadi seperti lemari, kursi, pakaian, hingga kulkas ikut dikeluarkan. Bahkan, uang pecahan asing dan sejumlah koleksi mewah dilaporkan dibawa massa.

Peristiwa ini terjadi di tengah gelombang demonstrasi sosial yang merebak sejak akhir Agustus 2025. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan perusakan dan penjarahan tersebut.

Harta Kekayaan Ahmad Sahroni Menurut LHKPN

Menurut laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total harta kekayaan Ahmad Sahroni berdasarkan laporan terbaru adalah sebagai berikut:

Periode 2024 (disampaikan pada 21 Februari 2025): Total harta kekayaan Ahmad Sahroni mencapai Rp328.914.784.272 (sekitar Rp328,91 miliar). Rinciannya meliputi:

  • Tanah dan bangunan: Rp139.589.309.000
  • Alat transportasi dan mesin: Rp38.130.000.000
  • Harta bergerak lainnya: Rp107.733.500.000
  • Surat berharga: Rp60.000.000
  • Kas dan setara kas: Rp78.359.375.541
  • Utang: Rp34.957.400.269
  • Periode 2023 (disampaikan pada 31 Desember 2023): Total harta kekayaan Ahmad Sahroni tercatat sebesar Rp315.391.429.360 (sekitar Rp315,3 miliar) setelah dikurangi utang sebesar Rp42.512.129.640. Rinciannya meliputi:
  • Tanah dan bangunan: Rp139.264.309.000
  • Alat transportasi dan mesin: Rp34.132.000.000
  • Harta bergerak lainnya: Rp107.733.500.000
  • Surat berharga: Rp60.000.000
  • Kas dan setara kas: Rp76.713.750.000
Perbedaan nilai antara laporan 2023 dan 2024 terutama disebabkan oleh penambahan aset dan pengurangan utang. Laporan ini bersumber dari data resmi e-LHKPN KPK.

Catatan: Nilai harta kekayaan dapat bervariasi berdasarkan laporan periodik terbaru, dan sumber-sumber yang disebutkan mencerminkan data yang tersedia hingga 30 Agustus 2025. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat memeriksa laman resmi e-LHKPN KPK.

Profil dan Perjalanan Karir Ahmad Sahroni 


Ahmad Sahroni, lahir pada 8 Agustus 1977 di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia dari Partai Nasional Demokrat (NasDem). Berasal dari keluarga sederhana dengan ibu bernama Hernawaty, seorang penjual nasi Padang, Sahroni menempuh pendidikan dasar dan menengah di Tanjung Priok, aktif sebagai Ketua OSIS di SMA Negeri 114 Jakarta. Meski tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi setelah lulus SMA pada 1995, ia kemudian meraih gelar sarjana ekonomi dari STIE Pelita Bangsa (2009), magister ilmu komunikasi dari Stikom InterStudi (2020), dan doktor ilmu hukum dari Universitas Borobudur Jakarta (2024). Dikenal sebagai "Crazy Rich Tanjung Priok," Sahroni memiliki harta kekayaan Rp328,91 miliar berdasarkan LHKPN 2024, dengan aset utama di bidang properti, transportasi, dan mobil mewah.

Perjalanan karier Sahroni dimulai dari pekerjaan sederhana seperti tukang semir sepatu, ojek payung, dan sopir truk di perusahaan bahan bakar minyak. Dari posisi sopir, ia naik menjadi staf operasional, kepala operasi, manajer, hingga direktur utama di PT Millenium Inti Sentosa. Pada 2004, ia mendirikan perusahaan sendiri, PT Ekasamudera Lima dan PT Ruwanda Satya Abadi, yang bergerak di bidang transportasi kapal tongkang pengangkut BBM, meski sempat menghadapi tantangan seperti utang dan penipuan. Kesuksesannya sebagai pengusaha ditopang oleh kepercayaan klien, yang banyak berasal dari jaringan sebelumnya, hingga ia mampu membangun kekayaan signifikan, termasuk koleksi mobil mewah seperti Ferrari dan Lamborghini.

Pada 2013, Sahroni memasuki dunia politik dengan bergabung ke Partai NasDem, menjabat sebagai Bendahara DPW DKI Jakarta (2013–2014) dan Ketua DPW (2014–2015), sebelum menjadi Bendahara Umum DPP sejak 2019. Terpilih sebagai anggota DPR RI dari DKI Jakarta III pada 2014 dengan 60.683 suara, ia awalnya bertugas di Komisi XI, lalu pindah ke Komisi III pada 2016, dan menjadi Wakil Ketua Komisi III (2019–2024) yang menangani isu hukum, HAM, dan keamanan. Aktif dalam otomotif, ia menjabat sebagai Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (2023–2028), pendiri Brotherhood Club Indonesia, dan pernah menjadi Ketua Pelaksana Formula E 2022. Namun, kariernya sempat kontroversial, seperti saat ia dicopot dari Wakil Ketua Komisi III pada Agustus 2025 setelah pernyataan kontroversial menyebut pendemo pembubaran DPR sebagai "tolol."

Posting Komentar untuk "Rumah Ahmad Sahroni Jadi Sasaran Massa, Segini Jumlah Harta Kekayaannya"