Fikroh.com - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah pesantren terbanyak di dunia. Dari Sabang sampai Merauke, lembaga pendidikan Islam ini menjadi pusat lahirnya ulama, tokoh bangsa, hingga intelektual Muslim yang berpengaruh. Di antara ribuan pondok pesantren yang tersebar, terdapat 10 pondok pesantren terbaik di Indonesia yang memiliki sejarah panjang, jumlah santri yang besar, serta pengaruh yang luas dalam dunia pendidikan maupun dakwah Islam. Pesantren-pesantren ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama secara mendalam, tetapi juga membekali santrinya dengan pendidikan modern sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Setiap pesantren memiliki karakteristik dan keunggulannya masing-masing, baik dari segi kurikulum, metode pendidikan, maupun kontribusinya bagi masyarakat. Ada pesantren yang dikenal dengan kajian kitab kuningnya yang mendalam, ada pula yang menonjol karena sistem modern dan jaringan alumninya yang luas. Tidak sedikit pula pesantren yang berperan penting dalam sejarah perjuangan bangsa serta lahirnya organisasi Islam besar di Indonesia. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah ulasan mengenai 10 pondok pesantren terbaik di Indonesia yang hingga kini tetap menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan peradaban Islam Nusantara.
1. Pondok Pesantren Sidogiri (Pasuruan, Jawa Timur)
Sejarah dan Usia
- Dirintis oleh Sayyid Sulaiman dari Cirebon, keturunan Rasulullah dan cucu Sunan Gunung Jati, yang membabat hutan Sidogiri selama 40 hari sebelum mendirikan pesantren bersama Kiai Aminullah sekitar tahun 1745 M .
- Ada juga versi yang menyebut 1718 M, namun versi tahun 1745 kini lebih sering digunakan sebagai patokan perayaan ulang tahun pesantren tersebut .
Sistem Pendidikan
- Menggunakan sistem pendidikan salafiyah tradisional: kitab kuning (nahwu, fiqih, tafsir) diajarkan lewat metode sorogan dan bandongan .
- Juga memiliki program kewirausahaan syariah—meliputi koperasi, BMT, usaha percetakan, warung, toko, hingga industri pakaian dan sarung—yang menjadikannya mandiri secara ekonomi tanpa bantuan pemerintah .
Jumlah Santri
- Saat ini terdapat sekitar 11.000 santri, datang tidak hanya dari berbagai region Indonesia, tapi juga luar negeri seperti Malaysia dan Singapura .
- Sebelumnya disebut memiliki lebih dari 10.000 santri .
Fasilitas & Struktur Pesantren
- Terdapat 17 daerah permukiman santri, disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kebutuhan khusus seperti tahfizh, bahasa Arab/Inggris, kelas takhassus, dan petugas pondok .
- Tampil sebagai pusat pendidikan sekaligus pemberdayaan masyarakat, serta dijadikan lokasi pembukaan dan penutupan acara Festival Film Santri sebagai simbol nilai tradisi dan kreativitas.
2. Pondok Modern Darussalam Gontor (Ponorogo, Jawa Timur)
Data Umum
- Resmi berdiri pada 20 September 1926 (12 Rabi’al-Awwal 1345 H) .
- Mengusung motto “Berbudi Tinggi, Berbadan Sehat, Berpengetahuan Luas, Berpikiran Bebas” .
Kurikulum dan Sistem
- Merupakan pelopor pesantren modern Indonesia: disiplin ketat, bilingual (Bahasa Arab & Inggris), dan kurikulum terpadu antara ilmu agama dan umum .
- Memiliki lembaga pendidikan khusus: Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) untuk putra (didirikan 1936) dan KMI Putri untuk santriwati, dengan materi serupa namun disesuaikan .
Alumni Terkenal
Pesantren ini melahirkan banyak tokoh nasional, antara lain:
- Din Syamsuddin (mantan Ketua PP Muhammadiyah dan MUI)
- Hasyim Muzadi
- Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama)
- Nurcholish Madjid (intelektual Islam)
- Idham Chalid (Pahlawan Nasional)
- Abu Bakar Bashir, Emha Ainun Nadjib, Bachtiar Nasir, dan lainnya.
3. Pondok Pesantren Tebuireng (Jombang, Jawa Timur)
Latar Belakang Singkat
- Didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari sekitar tahun 1926, yang juga menjadi salah satu pendiri NU (konfirmasi lebih detail sejarah internal dapat dikembangkan jika dibutuhkan).
Peran dan Signifikansi
- Memiliki peran strategis dalam nahdlatul ulama dan pergerakan Islam nasional.
- Alumni terkenal: Presiden ke-4 RI, Gus Dur (Abdurrahman Wahid), tokoh NU nasional, dan banyak ulama berpengaruh lainnya.
Ringkasan Perbandingan
| Pesantren | Tahun Berdiri | Sistem Pendidikan | Keunggulan Utama | Jumlah Santri |
|---|---|---|---|---|
| Sidogiri | 1745 (versi umum) | Tradisional (salaf), kewirausahaan | Tertua, mandiri ekonomi, santri ~11.000 | ~11.000 |
| Gontor | 1926 | Modern, bilingual, KMI formal | Alumni berpengaruh, kurikulum mutakhir | — |
| Tebuireng | ∼1926 | Tradisional & modern terintegrasi | NU, tokoh nasional, Gus Dur | — |
4. Pondok Pesantren Tebuireng (Jombang, Jawa Timur)
Jumlah Santri Saat Ini
- Pada tahun ajaran 2025/2026, Tebuireng menerima 1.939 santri baru dari total 2.839 pendaftar .
- Data tahun sebelumnya menyebut jumlah santri keseluruhan sekitar 5.000 santri .
- Momen mudik bersama di tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar 2.800 santri pulang bersama, yang mengindikasikan populasi total santri mencapai sekitar 5.300 orang .
Lembaga Pendidikan & Program
- Tebuireng mengembangkan sistem pendidikan modern dan tradisional secara terintegrasi:
- Jalur pendidikan formal berbasis Salafiyah Syafi’iyah, dari jenjang Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), hingga Aliyah (MA), dengan rasio komposisi 65% materi agama dan 35% umum .
- Jalur sekolah persiapan bagi siswa putus sekolah (sekitar 2 tahun kurikulum agama) sebagai pintu masuk ke jalur formal .
- SMP dan SMA A. Wahid Hasyim didirikan tahun 1975 untuk mengakomodasi pendidikan umum berbarengan dengan pengajian agama .
- Terdapat juga Universitas Hasyim Asy’ari (1967), Ma’had Aly Tebuireng, Madrasah Mu’allimin, sekolah sains (Trans-Sains), dan STAINJ/STIKES bagi santri dan masyarakat umum .
Infrastruktur & Ekstrakurikuler
- Terdapat berbagai unit penunjang seperti koperasi, perpustakaan induk, pusat data, unit sosial, unit penerbitan, hingga poliklinik kesehatan .
- Pesantren ini memiliki 9 cabang di berbagai wilayah luar Jombang, seperti Riau, Jakarta, Cianjur, Sulut, Banten, Sumut, dan Bengkulu .
5. Pondok Modern Darussalam Gontor (Ponorogo, Jawa Timur)
Data Pendidikan & Santri
- Pada tahun ajaran 1440–1441 H (2019–2020 M), KMI (untuk santri putra dan putri) menerima 5.488 santri baru, dengan rincian 2.824 putra dan 2.664 putri .
- Jumlah santri yang kembali dari Jakarta setelah libur Lebaran tahun 2025 mencapai sekitar 1.700 orang, meskipun ini hanya sebagian dari keseluruhan santri .
Sistem Pendidikan & Kurikulum
- Gontor adalah pelopor pesantren modern di Indonesia. Kurikulumnya mengintegrasikan pendidikan agama dan umum, serta menerapkan sistem bilingual (Bahasa Arab & Inggris) dan konsep disiplin ketat .
- Didirikan secara resmi pada 20 September 1926 , dengan moto seperti "'"Noble Character, Sound Body, Broad Knowledge, Independent Mind" dan panca jiwa nilai dasar: ikhlash, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, jiwa bebas .
- Mengelola dua unit utama: Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) untuk putra, serta Kulliyatul Mu’allimat untuk putri (dengan kurikulum serupa namun disesuaikan) .
Alumni Terkenal
Gontor telah melahirkan banyak tokoh Islam dan nasional, seperti:
- Din Syamsuddin, Hasyim Muzadi, Lukman Hakim Saifuddin, Nurcholish Madjid, Idham Chalid, Emha Ainun Nadjib, Bachtiar Nasir, Hasanain Juaini, dan Mohammad Idris .
Ringkasan Perbandingan
| Pesantren | Santri Baru & Jumlah Santri | Sistem Pendidikan & Program | Keunggulan Utama |
|---|---|---|---|
| Tebuireng | ~1.939 santri baru; total sekitar 5.000–5.300 santri | Salafiyah Syafi’iyah + formal modern, banyak jenjang | Sejarah klasik, cabang luas, institusi lengkap |
| Gontor | ~5.488 santri baru (2019); banyak santri tiap Lebaran | Modern, bilingual, KMI & KMI Putri | Alumni berpengaruh, pendidikan mutakhir |
6. Pondok Pesantren Al-Khairaat (Palu, Sulawesi Tengah)
Sejarah
- Didirikan oleh Habib Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri (Guru Tua) pada 14 Muharram 1349 H / 30 Juni 1930 M.
- Bermula dari sebuah madrasah kecil di Palu, berkembang pesat hingga menjadi salah satu pesantren terbesar di kawasan Timur Indonesia.
Sistem Pendidikan
- Menyediakan pendidikan dari TK, MI, MTs, MA, hingga perguruan tinggi.
- Salah satu pusatnya adalah Universitas Al-Khairaat (UNISA) di Palu.
- Dikenal sebagai pesantren yang menggabungkan tradisi salaf dengan sistem pendidikan modern.
Jumlah Santri & Jaringan
- Diperkirakan membina ratusan ribu santri melalui jaringan sekolah dan madrasah yang tersebar di Sulawesi, Maluku, Papua, hingga Kalimantan.
- Tercatat memiliki lebih dari 1.000 cabang lembaga pendidikan.
Keunggulan
- Menjadi pusat dakwah dan pendidikan Islam di kawasan Indonesia Timur.
- Alumni tersebar luas di berbagai sektor: pendidikan, dakwah, pemerintahan, dan politik.
- Sosok Guru Tua hingga kini dihormati sebagai ulama besar yang berpengaruh.
7. Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar (Pamekasan, Madura)
Sejarah
- Didirikan oleh KH. Khalil pada 1787 M.
- Termasuk salah satu pesantren tertua di Madura yang tetap bertahan hingga kini.
Sistem Pendidikan
- Mempertahankan corak salaf (kajian kitab kuning, fiqh, nahwu, balaghah).
- Namun, juga mengelola sekolah formal (MI, MTs, MA, hingga perguruan tinggi).
- Terkenal dengan program tahfidz Al-Qur’an serta pengembangan keilmuan agama.
Jumlah Santri
- Santrinya mencapai belasan ribu yang berasal dari Madura, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Malaysia.
Keunggulan
- Menjadi pusat rujukan pesantren salaf di Madura.
- Banyak ulama dan tokoh Madura berasal dari pesantren ini.
8. Pondok Pesantren Nurul Jadid (Paiton, Probolinggo, Jatim)
Sejarah
- Didirikan oleh KH. Zaini Mun’im pada 1950 M.
- Berlokasi di kompleks dekat PLTU Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.
Sistem Pendidikan
- Menyelenggarakan pendidikan formal (dari TK hingga perguruan tinggi: STAINJ, STIKES, dan Universitas Nurul Jadid).
- Juga mengelola pendidikan diniyah, tahfidz, ma’had aly, dan berbagai program pengembangan bahasa.
- Mengusung motto “Berilmu, Beramal, Bertaqwa”.
Jumlah Santri
- Lebih dari 15.000 santri menimba ilmu di berbagai unit pendidikan.
Keunggulan
- Memiliki kurikulum terlengkap di antara pesantren Jawa Timur.
- Pusat pendidikan terpadu: pesantren + sekolah umum + perguruan tinggi.
- Berperan besar dalam pemberdayaan masyarakat Paiton.
9. Pondok Pesantren Musthofawiyah (Purba Baru, Mandailing Natal, Sumut)
Sejarah
- Berdiri pada 1912 oleh Syaikh Musthafa Husein Nasution.
- Menjadi pesantren tertua dan terbesar di Sumatera Utara.
Sistem Pendidikan
- Memadukan sistem salaf (kitab kuning) dengan pendidikan modern (sekolah formal).
- Banyak santri melanjutkan studi ke luar negeri, terutama ke Timur Tengah.
Jumlah Santri
- Saat ini memiliki lebih dari 10.000 santri dari berbagai daerah di Sumatera dan Nusantara.
Keunggulan
- Melahirkan banyak ulama dan tokoh Muslim di Sumatera.
- Menjadi pusat pendidikan Islam yang berpengaruh di Sumatera Utara.
10. Pondok Pesantren Buntet (Cirebon, Jawa Barat)
Sejarah
- Didirikan pada 1785 oleh KH. Abdul Jamil.
- Termasuk pesantren tertua di Jawa Barat.
Sistem Pendidikan
- Mengajarkan kitab kuning, fiqh, tafsir, hadits, tasawuf.
- Mengelola sekolah formal (MI, MTs, MA, SMK, dan perguruan tinggi).
Jumlah Santri
- Lebih dari 7.000 santri aktif belajar setiap tahun.
Keunggulan
- Menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa Barat.
- Melahirkan banyak ulama kharismatik dan tokoh NU.
- Terkenal dengan tradisi Haul Buntet yang dihadiri ratusan ribu jamaah tiap tahun.
11. Pondok Pesantren Al-Khoirot (Malang, Jawa Timur)
Sejarah
- Berdiri pada 1963 oleh KH. Syuhud Zayyadi.
- Termasuk pesantren modern yang cepat berkembang.
Sistem Pendidikan
- Menggabungkan pendidikan salaf (kajian kitab kuning) dengan modern.
- Tersedia pendidikan formal (MTs, MA, SMK) dan diniyah.
- Memiliki program unggulan tahfidz Al-Qur’an dan kajian kitab.
Jumlah Santri
- Ribuan santri aktif, baik putra maupun putri.
Keunggulan
- Dikenal luas melalui media digital, website, dan publikasi online.
- Menjadi pesantren yang responsif terhadap perkembangan teknologi.
✨ Dengan demikian, 10 pesantren besar ini bukan hanya sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga pusat peradaban Islam di Indonesia—dengan kontribusi nyata pada bidang sosial, dakwah, ekonomi, hingga politik.
