Fikroh.com - Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, peran tokoh-tokoh dunia Islam sering kali kurang mendapat sorotan yang memadai. Padahal, dukungan mereka memiliki dampak signifikan dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional. Salah satu tokoh penting dalam hal ini adalah Muhammad Ali Taher, seorang saudagar dan nasionalis Palestina yang dengan gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Bersama Syekh Muhammad Amin al-Husaini, mufti besar Palestina yang disegani di dunia Islam, mereka membangun solidaritas lintas negara untuk mendukung perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialisme.
Muhammad Ali Taher: Diplomasi dan Solidaritas untuk Indonesia
Muhammad Ali Taher dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengaruh besar di dunia Arab. Sebagai seorang saudagar sukses, ia memanfaatkan jaringan luasnya untuk menggalang dukungan bagi kemerdekaan Indonesia. Taher tidak hanya terbatas pada wacana, tetapi juga bergerak secara konkret melalui diplomasi, dukungan finansial, dan advokasi politik. Ia aktif mendorong negara-negara Arab untuk mengakui kedaulatan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Selain itu, ia juga menekan Belanda, sebagai kekuatan kolonial saat itu, untuk menghentikan penjajahan di Indonesia.
Taher memahami bahwa pengakuan internasional merupakan kunci penting dalam memperkuat legitimasi kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, ia menggunakan pengaruhnya di kalangan elite Arab untuk menyuarakan perjuangan Indonesia di berbagai forum internasional. Upayanya tidak hanya memperkuat posisi diplomatik Indonesia, tetapi juga membangun kesadaran global tentang hak bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri.
Peran Syekh Muhammad Amin al-Husaini: Suara Dunia Islam
Bersama Muhammad Ali Taher, Syekh Muhammad Amin al-Husaini, mufti besar Palestina, turut memainkan peran kunci dalam mendukung kemerdekaan Indonesia. Sebagai tokoh yang memiliki otoritas keagamaan dan politik di dunia Islam, al-Husaini melihat perjuangan Indonesia sebagai bagian dari gerakan besar melawan kolonialisme Barat. Ia kerap menyuarakan solidaritas dengan bangsa Indonesia di berbagai kesempatan, baik dalam forum-forum Islam internasional maupun melalui hubungan langsung dengan pemimpin negara-negara Arab.
Al-Husaini, yang juga dikenal sebagai tokoh anti-kolonialisme, memandang perjuangan kemerdekaan Indonesia sebagai cerminan dari perlawanan dunia Islam terhadap penindasan. Bersama Taher, ia mengajak umat Islam di Timur Tengah untuk mendukung Indonesia, baik melalui pengakuan kedaulatan maupun bantuan konkret seperti dukungan finansial dan politik. Kolaborasi keduanya mencerminkan semangat pan-Islamisme yang kuat pada masa itu, di mana solidaritas umat Islam lintas negara menjadi kekuatan dalam melawan penjajahan.
Dampak Nyata: Pengakuan Mesir dan Gelombang Solidaritas Arab
Upaya Muhammad Ali Taher dan Syekh Muhammad Amin al-Husaini membuahkan hasil yang signifikan. Salah satu capaian terbesar adalah pengakuan de jure Mesir terhadap kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947. Mesir menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui kedaulatan Indonesia, sebuah langkah bersejarah yang membuka jalan bagi pengakuan serupa dari negara-negara Arab lainnya, seperti Suriah, Lebanon, dan Arab Saudi. Pengakuan ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di mata dunia, tetapi juga memberikan tekanan diplomatik kepada Belanda untuk menghentikan agresi militer mereka.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kedekatan historis dan kultural antara Mesir dan Palestina, serta pengaruh tokoh-tokoh seperti Taher dan al-Husaini dalam membangun jembatan solidaritas. Mesir, sebagai pusat intelektual dan politik dunia Arab saat itu, menjadi katalis bagi gelombang dukungan yang lebih luas dari negara-negara Islam lainnya. Pengakuan ini juga membuktikan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hanya bergantung pada kekuatan domestik, tetapi juga pada solidaritas internasional yang kuat.
Warisan Solidaritas Dunia Islam
Peran Muhammad Ali Taher dan Syekh Muhammad Amin al-Husaini dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia menjadi bukti nyata bahwa solidaritas dunia Islam memiliki dampak besar dalam melawan kolonialisme. Dukungan mereka, baik melalui diplomasi, finansial, maupun advokasi di forum internasional, memperkuat perjuangan bangsa Indonesia di saat kritis. Lebih dari itu, kontribusi mereka menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari sinergi antara perjuangan di dalam negeri dan solidaritas global, khususnya dari dunia Islam yang bersatu melawan penjajahan.
Hingga kini, warisan solidaritas ini tetap relevan sebagai pengingat akan kekuatan persatuan lintas bangsa dalam memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan. Perjuangan tokoh-tokoh seperti Taher dan al-Husaini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Indonesia, tetapi juga inspirasi bagi gerakan anti-kolonialisme di seluruh dunia. Dengan semangat yang sama, Indonesia terus menjalin hubungan erat dengan dunia Islam, memperkuat solidaritas yang telah dirintis sejak masa perjuangan kemerdekaan.
