Keistimewaan Ramadhan yang Tak Dimiliki Bulan Lain

Fikroh.com - Ramaadhan adalah anugerah bagi hamba-hamba Alloh yang bertaqwa. Ia adalah hadiah istimewa yang Allah hadirkan setahun sekali. Keutamaan ramadhan mengungguli 11 bulan lainnya. Bahkan lebih unggul lagi.

Anas Ibn Malik radhiyallaahu 'anhu telah meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam bersabda : “Sesungguhnya dinamakan Ramadhan karena dia memanaskan  dosa-dosa, yaitu membakarnya dan menghapuskannya.” (Al Hawi Al Kabir, 3/854)

Shaum Ramadhan menghilangkan dosa-dosa yang lalu

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alayhi wasallam bersabda :

ومن صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه  

“Barangsiapa yang shaum Ramadhan karena iman dan berharap ridla dari Allaah,  maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari No. 38, 1910, 1802. Al Baihaqi, Syu’abul Iman No. 3459)

Makna ‘diampuninya dosa-dosa yang lalu’ adalah dosa-dosa kecil, sebab dosa-dosa besar –seperti membunuh, berzina, mabuk, durhaka kepada orang tua, sumpah palsu, dan lainnya- hanya bisa dihilangkan dengan taubat nasuha, yakni dengan menyesali perbuatan itu, membencinya, dan tidak mengulanginya sama sekali.

Diampuni dosa di antara Ramadhan ke Ramadhan

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

الصلوات الخمس. والجمعة إلى الجمعة. ورمضان إلى رمضان. مكفرات ما بينهن. إذا اجتنب الكبائر

“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim No. 233. Ahmad No. 9198)

Dibuka Pintu Surga, Dibuka pintu Rahmat, Dibuka pintu langit, Ditutup Pintu Neraka, dan Syetan dibelenggu

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alayhi wasallam bersabda :

إِذَا جَاءَ رَمَضَان فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِين

“Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Bukhari No. 1800. Muslim No. 1079.  Malik No. 684. An Nasa’I No. 2097)

Untuk Orang yang Shaum akan dimasukkan ke dalam syurga melalui pintu Ar Rayyan

Dari Sahl radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam bersabda :

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

“Sesungguhnya di syurga ada pintu yang disebut Ar Rayyan, darinyalah orang-orang yang shaum masuk syurga pada hari kiamat. Tak seorang pun selain mereka  masuk lewat pintu itu. Akan ditanya: “Mana orang-orang yang shaum? Maka mereka berdiri, dan tidak akan ada yang memasukinya kecuali  mereka. Jika mereka sudah masuk, maka pintu itu ditutup dan tak ada yang memasukinya seorang pun.” (HR. Bukhari No. 1797, 3084. Muslim No. 1152. An Nasa’I No. 2273)

Sedekah di Bulan Ramadhan

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alayhi wasallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari No. 3554, Muslim No. 2307)

Banyak peristiwa penting terjadi di Bulan Ramadhan

Tercatatlah sejumlah peristiwa penting pada bulan Ramadhan. Tujuh belas bulan setelah Hijrah, Nabi mengirim detasemen Hamzah yang membawa bendera pertama yang diserahkan oleh Rasulullaah. Detasemen ini dikirim untuk menghadang rombongan kaum Quraisy yang datang dari Syam menuju ke Makkah. 

Perang Badar Kubra yang disebut dalam Al Qur’an sebagai Yaum Al-Furqan [Hari Pembeda] meletus pada Hari Jum’at, 17 Ramadhan 2 H. Jumlah pasukan kaum Muslim saat itu hanya 313, terdiri dari 1 menunggang kuda, sisanya jalan kaki. Tercatat 14 di antara mereka sebagai syuhada’ Badr. Sementara pasukan kaum Kafir Quraisy berjumlah 1000 orang; 80 orang pasukan berkuda, sisanya jalan kaki; 70 orang gugur, 70 lainnya menjadi tawanan perang. Dalam peristiwa ini, pasukan kaum Muslim dibantu oleh 5000 malaikat (QS. Ali ‘Imran [03]: 125).

Di bulan suci ini pula, Rasulullah dan para sahabat berhasil menaklukkan kota Makkah, tepatnya pada bulan Ramadhan 8 H. Penaklukan kota Makkah ini juga disebut penaklukan agung (al-fath al-a’dzam). Kaum Kafir Quraisy pun berbondong-bondong masuk Islam, termasuk Abu Sufyan dan para pemuka Kafir Quraisy. 

Pada saat itulah, turun perintah untuk menghancurkan berhala dari sekitar Ka’bah. Karena itu, bulan Ramadhan juga dikenal sebagai syahru al-jihad wa al-intishar [bulan Jihad dan Kemenangan].

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama