Curhatan Santri Yang Terendam Banjir Bikin Haru, Kami Kedinginan dan Lapar

Fikroh.com - Banjir yang melanda beberapa wilayah Kalimantan Selatan berdampak pada terendamnya beberapa pondok pesantren. Hal ini tentu menjadi musibah tersendiri bagi para santri dan ustadznya.

Salah seorang santri yang menjadi korban menuliskan pesan singkatnya melalui Facebook. Santri yang berasal dari Haur Gading, Amuntai yang kini mondok di Pesantren Darussalam, Martapura menulis surat. Ia curhat akan keadaanya yang rindu dengan orang tua hingga kelaparan dan kedinginan.

Sontak curhatan santri inipun viral di media sosial dan menuai simpati dan tanggapan warganet.

"Senyum Semangat Para Santri di kepungan banjir yang melanda."

Kami merantau jauh kak..., demi menuntut ilmu Agama."

Mereka mengaku rindu dengan orang tua di kampung halaman.

"Jauh dari orang tua dan saudara, untuk sementara tentu kami tak mengapa.

Namun, ditengah banjir seperti ini, kami menjadi sangat merindu orangtua 😢"

Para santri mengaku kelaparan dan kedinginan

"Kami kedinginan bahkan laparpun datang menyapa."

"Mau pulang tak bisa."

"Sebab kampung kami juga dilanda bencana yang sama."

Ya, dimana-mana kebanjiran 

Dan kami berusaha untuk bertahan

Dengan bantuan tetangga kiri dan kanan.

Dan kami yakin ini bencana, bukan sebab Tuhan Murka.

Tapi sebab ulah tangan2 serakah & tidak bertanggung jawab dalam mengexploitasi alam sesuka nafsunya mereka.

Semangati kami 😁

Dan Doa'kan kami ya kak....

Baca juga: Doa Agar Diselamatkan Dari Musibah Banjir

Semoga ujian ini lekas berlalu, kemudian kami berbenah & melanjutkan tugas menuntut ilmu demi bangsa, negara & AGAMA.

Untuk itu, yang kami jaga & selamatkan supaya tidak basah & tenggelam pun buku2 dan Alqur'an.

Semoga kedepan, salah satunya adalah dari kami, tumbuh para pengurus Negara Yang Adil, Bijaksana, Amanah & Hafidz Alqur'an. Aamiin....

#Czq@(92)

Ditulis di Amuntai,  15 Januari 2021

(Keterangan foto :  para santri yang berasal dari Haur Gading, Amuntai yang menuntut ilmu atau mondok di Pesantren Darussalam, Martapura)

Copas Al Fatih Xii Muhammad

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama