Sejarah Penyusunan Kamus Arab - Indonesia


Fikroh.com - Kosakata bahasa Arab termasuk banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia. Hal ini tidak lepas dari pengaruh Islam sebagai agama mayoritas penduduk nusantara sejak ratusan tahun yang lalu.

Selain diserap dalam percakapan sehari-hari, bahasa Arab juga lazim dipergunakan di berbagai institusi pendidikan Islam seperti di pondok pesantren, ma’had-ma’had serta program studi bahasa Arab atau Islam di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Untuk mendukung penggunaan bahasa Arab yang benar sesuai dengan makna yang dipakai oleh orang-orang Arab sendiri, maka disusunlah kamus-kamus bahasa Arab-Indonesia.

Basuni Imaduddin menyebutkan di abad ke-20 saja telah disusun sembilan belas kamus dwibahasa Arab-Indonesia. Kamus-kamus tersebut bahkan telah disusun sebelum Indonesia merdeka.

Pra-Kemerdekaan

Kamus pertama yang disusun berjudul Kamus Arab Melayu yang disusun oleh Muhammad Fadhlullah di tahun 1925. Sebelum sumpah pemuda di tahun 1928 yang menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa sehari-hari penduduk Hindia Belanda disebut sebagai bahasa Melayu. Oleh karena itu wajar saja ketika itu kamus yang disusun masih berjudul Kamus Arab Melayu.

Kamus Arab Melayu yang juga dipakai luas ketika itu adalah karya dari Idris Al Marbawi seorang ulama Melayu kelahiran Makkah di tahun 1927. Kedua kamus ini disusul oleh Kamus Arab-Melayu Adz Dzahabi yang ditulis oleh seorang alumni Universitas Al Azhar dari Minangkabau bernama Mahmud Yunus bersama Qasim Bakri di tahun 1930.

Paska Kemerdekaan

Kamus Arab-Indonesia dengan judul "Arab- Indonesia" pertama kali lahir pada tahun 1951 dan disusun oleh K.H. Abdullah Ibn Nuh. Di tahun 1973 (atau 1971) Mahmud Yunus kembali menerbitkan kamus Arab Melayunya dengan nama Kamus Arab Indonesia.

Di tahun 1973, KH. Ahmad Warson Al Munawwir rahimahullah dari Ponpes Krapyak Yogyakarta membuat kamus yang begitu fenomenal. Kamus ini dibeli judul Kamus Al Munawwir. Ketika itu kamus ini baru sampai huruf dzal. Di tahun 1984, diterbitkanlah versinya yang lengkap.

Setelah itu muncullah kamus-kamus Arab lainnya sepert Kamus Arab- Indonesia Al-Dhiya' karya Muhammad Fadhil Al-Nadawi, Kamus Kontemporer Arab-Indonesia di tahun 1996 karya Atabek Ali bersama Ahmad Zuhdi Muhdar. Kemudian di tahun 1997, terbit Kamus Arab-Indonesia karya Ahmad Sya'bi. Pada tahun 1998 muncul lagi Kamus Arab-Indonesia berikutnya karya Irfan Zidny bersama Chotibul Umam. Pada tahun 1999 lahir lagi dua Kamus Arab-Indonesia. Yang pertama disusun oleh Abu Rifqi Al-Hanif dan yang kedua disusun oleh Adib Bisri bersama Munawwir A. Fatah.

Belakangan, kamus bahasa Arab yang disusun bukan hanya menampilkan kata Arab dengan padanannya, namun juga menyentuh idiom dalam bahasa Arab. Seperti Kamus Idiom Arab Indonesia (Qamus At Ta’birat Al Ishtilahiyyah) yang disusun oleh dua dosen fakultas Bahasa Arab Universitas Indonesia, Basuni Imaduddin dan Nashirah Ishaq dan diterbitkan oleh Gramedia.

Kamus Arab-Indonesia mana yang sudah menjadi koleksi perpustakaan Anda?


Sumber:
  • Kamus Idiom Arab-Indonesia, Basuni Imaduddin dan Nashiroh Ishaq.
  • Perkamusan Arab-Indonesia dan Indonesia-Arab, tesis oleh Mohd Fikri Azhari.
  • http://almunawwirkomplekq.com/perjalanan-kamus-al-munawwir/

Oleh: Wira Mandiri Bachrun

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama