Jalaluddin Haqqani Perancang Taktik Aksi Istisyhadi dari Afganistan


Fikroh.com - Salah satu dari tujuh panglima perang paling terhebat di Afghanistan adalah Jalaluddin Haqqani.

Ia diperebutkan oleh semua pihak yang bertikai di Afghanistan. Amerika ingin ia berada di pihak mereka. Tapi Taliban juga sangat berharap Jalaluddin Haqqani menjadi bagiannya. Bukan semata karena kesamaan fikrah/manhaj/pandangan keagamaan. Lebih dari itu, Karena Haqqani melegenda di seantero Afghanistan. Ia dianggap sebagai yang terhebat dari yang terhebat!

Selain itu hubungannya yang sangat dekat dengan pihak-pihak di luar Afghanistan membuatnya mempunyai jaringan internasional yang sangat kuat. Antara lain dengan Saudi dan negara-negara Timur Tengah, Pakistan melalui badan intelejen mereka, Dan juga dengan CIA.

Dengan jaringan internasional itulah di kemudian hari Haqqani mendanai perlawanan melawan Uni Soviet, Dan Amerika.

Suatu fakta sejarah yang ironis. Sebab bisa dibilang pada fase perang semesta melawan Uni Soviet, Jalur masuk uang dan senjata dari Amerika dan Barat maupun Timur Tengah ke dalam Afghanistan pasti melalui Haqqani. Mulai peluru sampai stinger dan tank. Hanya ia satu-satunya yang mereka percaya.

Tapi kepala bangsa Afghan dibuat dari darah dan batu, Bukan tulang ubun-ubun yang lunak. Prinsip mereka teguh seperti bebatuan yang memenuhi seluruh sudut negerinya. Mereka bilang prinsip adalah nyawa nya manusia. Hilang prinsip hilang nyawa.

Maka ketika pasca Black September 2001 Amerika menginvansi Afghanistan, Haqqani berbalik menjadi musuh terberat negerinya si rambut jagung itu. Bahkan salah satu bentuk perlawanannya yang terhebat adalah taktik istisyhadi dan ranjau pinggir jalan yang tersohor membuat pasukan Amerika kocar-kacir.

Sepanjang perjalanan karir Haqqani melawan Amerika dan koalisi internasional, Sudah tidak terhitung lagi berapa kali Amerika melalui intelejen Pakistan berusaha mendekati dan menawarkan Haqqani agar berkhianat pada Taliban. Tapi tidak terhitung juga berapa kali Haqqani menolak tawaran menggiurkan tersebut.

Berkali-kali ia mengatakan "Dunia ini sama sekali tidak menyilaukanku.

Bagiku sepotong roti dengan zaitun atau dicelup Chai (teh susu), Di bawah rindang pohon bukit berbatu, Sudah lebih dari cukup.

Apa yang manusia makan akan keluar dari belakang. Tapi apa yang masuk ke dalam tubuhnya akan menjadi darah yang mengalir dan membentuk prinsip hidupnya.

Dan prinsip manusia adalah ruhnya. Hilang prinsip hilang ruhnya.

Maka meski masih hidup, Ia tak lebih dari bangkai berjalan"

Biarpun kemudian bernaung di bawah kepempimpinan Mullah Omar, Haqqani dan menjadi salah satu menteri dalam kabinet Taliban, Ia tak pernah benar-benar menjadi seorang Taliban. Keteguhan prinsip-prinsip hidupnya menjadikan Haqqani seorang yang sangat independen.

Ia hanya sekedar menjaga hubungan baik dengan Us4m4h bin L4den yang baginya sudah seperti adik kandung. Sekaligus karena ia melihat Taliban mempunyai prinsip dan idealisme yang sama dengannya.

Maka ketika Al Qaida pertama kali dibentuk di perbatasan Afghanistan - Pakistan, Markas pertama mereka berlokasi di wilayah kekuasaan Haqqani dengan perlindungan darinya. Bahkan persenjataan dan perlengkapan camp pertama mereka juga berasal dari Haqqani.

Tapi begitupun eratnya hubungan ia dengan Usamah bin Laden dan Al Qaedanya, Hingga akhir hayatnya Haqqani tetap menjadi seorang Lone Wolf. Seorang pejuang yang teguh diatas kemandirian dan prinsip-prinsip hidup tak kenal kompromi hingga wafatnya pada 3 September 2018 lalu

Penulis: Fathi Nashrullah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama