Hukum Shalat Di Belakang Dukun


Pertanyaan: 

Apakah peramal dan dukun boleh menjadi imam salat? Apa hukum bermakmum kepada dukun fasik yang mengaku mengetahui perkara gaib yang terjadi di masa depan? Karena ada sekelompok ulama di Afrika Selatan yang melakukan praktik perdukunan. Mereka menipu jutaan umat Islam yang lemah dan memakan harta mereka melalui sihir, perdukunan, mantra, dan jin. Di sini, beberapa orang India dan Pakistan mengklaim memiliki rambut Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam dan menggunakannya untuk menipu orang. Orang yang mengunjungi mereka di Distrik Lance, tempat untuk memamerkan rambut tersebut, membayar 30 hingga 100 pound. Apakah ini dibolehkan? Karena kami tidak suka perbuatan mereka, maka mohon beri kami fatwa akan hal ini.

Jawaban:

Dukun atau peramal yang mengaku mengetahui perkara gaib dengan cara melihat bintang, buku, menggaris di pasir, menggunakan jin, dan lain sebagainya yang bukan sebab-sebab normal, maka dia telah kafir. Ini berdasarkan firman Allah Ta'ala, Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah". Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.(26) kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. dan Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim.

Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok . Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam telah menjelaskan hal tersebut dalam sabdanya, "Orang yang mendatangi tukang ramal lalu menanyakan sesuatu, maka salatnya tidak diterima selama empat puluh malam." Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahih-nya. Beliau juga bersabda, "Orang yang mendatangi dukun lalu membenarkan perkataannya, maka dia telah ingkar terhadap ajaran yang diturunkan kepada MuhammadShallallahu `Alaihi wa Sallam."

Diriwayatkan oleh Abu Dawud. Dalam riwayat lain, beliau bersabda, (Nomor bagian 1; Halaman 601)

"Orang yang mendatangi peramal atau dukun kemudian membenarkan perkataannya, maka dia telah ingkar terhadap ajaran yang telah diturunkan kepada Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam." Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan (Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah) dan al-Hakim. Al-Hakim mengatakan bahwa hadis ini sahih berdasarkan syarat Bukhari dan Muslim. Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda, "Orang yang melakukan atau meminta tathayyur (menentukan nasib berdasarkan tanda-tanda burung, dan sebagainya), mempraktikkan perdukunan atau minta pendapat dukun, menyihir atau minta disihirkan, mereka semua bukan termasuk golongan kami. Siapa pun yang mendatangi dukun kemudian membenarkan apa yang dikatakannya, maka dia telah ingkar terhadap risalah yang diturunkan kepada Muhammad."Shallallahu `Alaihi wa Sallam.

Diriwayatkan oleh al-Bazzar dengan sanad jayyid (baik).

Atas penjelasan di atas, maka seorang muslim tidak boleh menjadi makmum bagi mereka jika dia mengetahui perilaku dan tindakan yang mereka perbuat itu. Dengan demikian, salat yang dilakukan di belakang mereka TIDAK SAH.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa, Anggota Anggota Wakil Ketua Komite Ketua Abdullah bin Qu'ud Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama