9 Sunnah dan Adab Shalat Berjamaah di Masjid

Fikroh.com - Shalat berjamaah merupakan ibadah yang banyak memiliki keutamaan. Oleh karenanya memperhatikan adab dan tata cara pelaksanaannya sangat penting untuk menggapai kesempurnaan pahala yang didapatkannya. Dan berikut ini 9 Sunnah atau adab-adab shalat berjamaah di masjid berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW.

1. Meninggalkan seluruh pekerjaan ketika masuk waktu shalat.

Hadits riwayat ’Aisyah radhiallahu 'anha berkata:

كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم يَكُونُ فِى مِهْنَةِ أَهْلِهِ - أى خِدْمَتهم- فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلاَةِ.

“Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sedang mengerjakan pekerjaan keluarganya lalu apabila waktu shalat telah masuk, beliau pun kemudian pergi menuju masjid untuk melaksanakanya.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (676), At-Tirmidzi (2489), Ahmad (6/49)]

2-3. Bersuci dan memperbanyak langkah ketika berjalan menuju masjid.

Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu ia berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً.

“Siapa yang bersuci di rumahnya kemudian pergi menuju masjid untuk melaksanakan shalat fardhu maka salah satu langkah kakinya menghapus dosa dan langkah kaki lainnya mengangkat derajat.” [Hadits Riwayat: Muslim (666)]

Hadits Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

أَعْظَمُ النَّاسِ أَجْرًا فِى الصَّلاَةِ أَبْعَدُهُمْ فَأَبْعَدُهُمْ مَمْشًى....

“Manusia yang paling besar mendapat pahala adalah orang yang paling jauh dalam melangkah menuju masjid.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (651), Muslim (662)]

Hadits Anas Radhiallahu 'anhu berkata:

أَرَادَ بَنُو سَلِمَةَ أَنْ يَتَحَوَّلُوا إِلَى قُرْبِ الْمَسْجِدِ فَكَرِهَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ تُعْرَى الْمَدِينَةُ ، وَقَالَ: يَا بَنِى سَلِمَةَ أَلاَ تَحْتَسِبُونَ آثَارَكُمْ؟ فأقاموا.

“Bani Salamah hendak berpindah rumah yang dekat dengan masjid namun Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tidak suka bila kota madinah kosong kemudian bersabda, “Wahai Bani Salamah apakah kalian tidak mengharapkan pahala dengan langkah-langkah kalian?” Akhirnya mereka tidak jadi pindah. [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (1887), Ibnu Majah (784), Ahmad (3/106)]

Hadits Jabir Radhiallahu 'anhu :

فَنَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: إِنَّ لَكُمْ بِكُلِّ خُطْوَةٍ دَرَجَةً

“Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam melarang kami kemudian bersabda, “Setiap langkah kalian mendapatkan satu derajat.” [Hadits Riwayat: Muslim (664), Ahmad (3/336)]

Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخُطَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ. قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَايا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ.

“Apakah kalian ingin aku tunjukan sesuatu yang mampu menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?” Ya, jawab para sahabat. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sempurnakanlah wudhu walaupun dalam keadaan berat, perbanyaklah melangkah ke masjid dan menunggu shalat setelah menyelesaikan shalat, demikian itu adalah mengikat pahala.” [Hadits Riwayat: Muslim (251), At-Tirmidzi (51), An-Nasa`i (1/89), Ahmad (2/235)]

Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أو رَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ نُزُلًا مِنَ الْجَنَّةِ كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ.

“Siapa yang pergi ke masjid, pagi maupun petang maka Allah akan menyiapkan tempat di surga setiap kali ia pergi pagi dan petang.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (662), Muslim (669)]

4. Segera menuju masjid dan lebih awal.

Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu bahwa Rasul Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِى التَّهْجِيرِ لاَسْتَبَقُوا، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِى الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا,ولَوْ يَعْلَمُون مَافِى الصَّفِّ المُقَدَّمِ لاَسْتَهَمُوا.

“Sekiranya kalian mengetahui rahasia takbir, maka kalian akan berlomba-lomba untuk mendapatkanya bersama imam, apabila kalian mengetahui rahasia shalat malam dan shubuh maka kalian akan mengerjakannya walaupun dengan merangkak dan apabila kalian mengetahui rahasia berada di saf pertama dalam berjama’ah maka kalian akan berusaha untuk mendapatkannya.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (720), Muslim (437)]

Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

وَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِى صَلاَةٍ مَا كَانَتْ تَحْبِسُهُ....

“Apabila masuk masjid maka ia tetap dalam keadaan shalat. Selama shalat tersebut menahannya.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (477), Muslim (649) secara ringkas]

5. Berjalan menuju masjid dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.

Hadits Abu Qatadah Radhiallahu 'anhu berkata:

بَيْنَمَا نَحْنُ نُصَلِّى مَعَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم إِذْ سَمِعَ جَلَبَةَ رِجَالٍ فَلَمَّا صَلَّى قَالَ: مَا شَأْنُكُمْ؟ قَالُوا: اسْتَعْجَلْنَا إِلَى الصَّلاَةِ . قَالَ: فَلاَ تَفْعَلُوا ، إِذَا أَتَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا.

“Ketika kami shalat bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, kami mendengar sekelompok laki-laki mengikuti shalat kami, setelah selesai shalat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bertanya, “Bagaimana keadaan kalian?” Mereka menjawab, “Kami tergesa-gesau ketika hendak shalat.” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Jangan lakukan lagi. Apabila kalian hendak mengerjakan shalat maka datanglah dengan tenang, Apabila kalian belum terlambat maka shalatlah dan apabila terlambat maka sempurnakanlah.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (635), Muslim (603)]

Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلاَةِ ، وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلاَ تُسْرِعُوا ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا.

“Apabila kalian mendengar iqamah shalat maka berjalanlah menuju masjid dengan tenang dan jangan tergesa-gesa, apabila kalian belum terlambat maka shalatlah dan apabila terlambat maka sempurnakanlah.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (636), Muslim (602)]

6. Membaca do’a ketika masuk dan keluar masjid.

Do’a keluar masjid:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِى قَلْبِى نُورًا وَفِى لِسَانِى نُورًا وَاجْعَلْ فِى سَمْعِى نُورًا وَاجْعَلْ فِى بَصَرِى نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِى نُورًا وَمِنْ أَمَامِى نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِى نُورًا وَمِنْ تَحْتِى نُورًا. اللَّهُمَّ أَعْطِنِى نُورًا.

“Ya Allah jadikanlah dalam hatiku cahaya, dalam lisanku cahaya, dalam pendengaranku cahaya, dalam penglihatanku cahaya, di belakangku cahaya, di depanku cahaya, di atasku cahaya, di bawahku cahaya. Ya Allah berikanlah diriku cahaya.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (6316), Muslim (763)]

Do’a masuk masjid:

بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Dengan nama Allah, Ya Allah berilah keselamatan kepada Rasulullah.” [Hadits Riwayat: Ibnu Sina (88) dan ada hadits penguat, lihat kitab “Shahihul Kalim At Tayyib”.Hasan lighairihi]

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“Ya Allah bukakanlah pintu rahmat-Mu untuku.” [Hadits Riwayat: Muslim (713), Abu Daud (465), An-Nasa`i (3/53), At-Tirmidzi (314), Ibnu Majah (722)]

Tidak menjalinkan jari-jari di masjid kecuali ada hajat, karena masih dianggap sedang shalat ketika menunggu shalat. Seperti telah diketahui dalam Bab “Makruh Shalat” bahwa mengerjakan shalat tidak boleh menjalinkan jari-jari.

Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فى بيته ثم أتى المسجد كان فى صلاة حتى يرجع فلا يقل هكذا و شبك بين أصابعه.

“Apabila kalian berwudhu di rumah kemudian pergi menuju masjid, maka ia dalam keadaan shalat sampai pulang dan janganlah mengatakan begini dan menjalinkan jari-jari.” [Hadits Riwayat: Hakim (1/206), ada penguat pada Ahmad (3/42), Ad-Darimi (1406), Ibnu Khuzimah (439) dan lainya. Hasan dari berbagai sanad]

Hadits Abdullah Bin ‘Amr radhiallahu 'anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو ، كَيْفَ بِكَ إِذَا بَقِيتَ فِى حُثَالَةٍ مِنَ النَّاسِ بِهَذَا....و شبك انبي صلي الله عليه وسلم ....

“Wahai Abdullah Bin ‘Amr bagaimana jika engkau tinggal bersama rakyat jelata dengan ini, Nabi pun menjalinkan jari-jari.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (466), Abu Daud (4342), Ibnu Majah (3957)]

Adapun hadits di atas banyak jenisnya yang terdapat dalam shahih Bukhiri dalam bab “Menjalin jari-jari dalam masjid dan lainnya”. Sebenarnya dua hadits di atas tidak bertentangan karena yang dilarang adalah pekerjaan sia-sia yang di maksud dalam hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu adalah bentuk nyata yang tergambar dalam hati. Dengan kata lain larangan tersebut terjadi apabila dalam keadaan shalat atau menunggu shalat. Hadits Ibnu ‘Amr dan sejenisnya hanya sebatas khayalan saja.Waallahu a’alam. [Lihat Fathul Bari (1/566)]

6. Shalat Tahiyatul Masjid dua rekaat. 

Disunnahkan setiap masuk masjid shalat sunnah dua rakaat sebelum duduk, Rasulullah bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari)

7. Tidak mengerjakan shalat sunnah ketika shalat sudah dimulai.

Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَلاَ صَلاَةَ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةُ.

“Apabila shalat dimulai maka tidak ada shalat kecuali shalat fardhu.”

Dari Abdullah Bin Buhainah radhiallahu 'anhuma :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَأَى رَجُلاً وَقَدْ أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ، فَلَمَّا انْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَثَ بِهِ النَّاسُ وَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: الصُّبْحَ أَرْبَعًا الصُّبْحَ أَرْبَعًا.

“Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam melihat seorang laki-laki mengerjakan shalat dua rakaat ketika shalat berjama’ah dimulai. Setelah selesai berjama’ah para sahabat mengerumuni Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda, “Apakah Shalat shubuh empat rakaat, apakah shalat shubuh empat rakaat.” [Hadits Riwayat: Muslim (710), Abu Daud (1266), An-Nasa`i (2/116), At-Tirmidzi (421), Ibnu Majah (1151)]

Terdapat kalimat:

يُوشِك أن يُصَلِّيَ أحدُكم الصبحَ أَربعاً

“Hampir saja salah seseorang kalian shalat shubuh empat rakaat”. [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (663-711), An-Nasa`i (2/117), Ibnu Majah (1153)]

Apabila ada seseorang yang takbiratul ihram shalat sunnah sebelum masuk iqamah kemudian tidak lama iqamah pun dikumandangkan ketika dalam keadaan shalat maka harus diperinci sebagai berikut. Apabila ia tahu bahwa shalatnya akan selesai sebelum imamtakbiratul ihram maka shalatnya dilanjutkan namun apabila shalatnya belum selesai sebelum imam takbir maka shalatnya diputus di tengah karena hadits tersebut. Waallahu a’alam. [Lihat mazhab-mazhab ulama: Ibnu ‘Abidin (1/479), Jawahirul Iklil (1/77), Mughnil Muhtaj (1/252), Al Mughni (1/456)]

8. Tidak keluar dari masjid setelah adzan sampai shalat fardhu kecuali terpaksa.

Hadits Abi Sya’tsa’ Radhiallahu 'anhu berkata:

كُنَّا قُعُودًا فِى الْمَسْجِدِ مَعَ أَبِى هُرَيْرَةَ فَأَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ فَقَامَ رَجُلٌ مِنَ الْمَسْجِدِ يَمْشِى فَأَتْبَعَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ بَصَرَهُ حَتَّى خَرَجَ مِنَ الْمَسْجِدِ فَقَالَ: أَمَّا هَذَا فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صلى الله عليه وسلم.

“Kami duduk bersama Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu kemudian adzan dikumandangkan. Tidak lama kemudian seorang laki-laki berjalan keluar masjid yang dilihat oleh Abu Hurairah dan berkata, “Orang ini telah mendurhakai Abu Al-Qasim Shallallahu 'alaihi wasallam.” [Hadits Riwayat: Muslim (655), Abu Daud (536), An-Nasa`i (2/29), At-Tirmidzi (204), Ibnu Majah (733)]

Apabila ada keterpaksaan yang membuatnya harus keluar masjid maka tidak masalah.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم خَرَجَ وَقَدْ أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ وَعُدِّلَتِ الصُّفُوفُ ، حَتَّى إِذَا قَامَ فِى مُصَلاَّهُ انْتَظَرْنَا أَنْ يُكَبِّرَ انْصَرَفَ قَالَ:عَلَى مَكَانِكُمْ. فَمَكَثْنَا عَلَى هَيْئَتِنَا حَتَّى خَرَجَ إِلَيْنَا يَنْطُفُ رَأْسُهُ مَاءً وَقَدِ اغْتَسَلَ.

“Bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam keluar dari masjid ketika iqamah sudah dikumandangkan dan saf telah diluruskan. Saat berdiri di tempatnya kami menunggu untuk takbiratul ihram namun beliau keluar dan berkata, “Tetap saja ditempat kalian.” Lalu kami pun menunggunya hingga beliau masuk lagi dalam keadaan tetesan air dari kepalanya, ternyata beliau baru selesai mandi.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (639), Muslim (605)]

9. Ketika iqamah dikumandangkan tidak boleh berdiri kecuali melihat imam.

Diriwayatkan dari Abu Qatadah Radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَلاَ تَقُومُوا حَتَّى تَرَوْنِى.

“Apabila iqamah sudah dikumandangkan maka jangan berdiri sampai kalian melihatku.” [Hadits Riwayat: Al-Bukhari (637), Muslim (604)]

Penjelasan masalah ini sudah dibahas pada bab yang menerangkan adzan.

Demikian tulisan tentang adab shalat berjamaah di masjid sesuai sunnah. Semoga kita mampu mengamalkannya dan istiqomah. Aamiin.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama