Notification

×

Iklan

Iklan

Arab Saudi Hentikan Pembelian Senjata dari AS, Mohammed bin Salman Tegaskan Sikap

Selasa | Maret 31, 2026 WIB | 0 Views
Arab Saudi Hentikan Pembelian Senjata dari AS, Mohammed bin Salman Tegaskan Sikap

Fikroh.com - Riyadh – Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, secara tegas merespons pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh pemimpin parlemen Amerika Serikat yang tengah menjabat. Dalam pernyataan resminya, penguasa de facto Kerajaan Saudi itu menegaskan bahwa negaranya tidak akan lagi membeli senjata dari Washington.

“Kami tidak akan lagi membeli senjata Amerika,” tegasnya.

Pernyataan ini menandai potensi titik balik signifikan dalam hubungan strategis antara Arab Saudi dan Amerika Serikat. Selama beberapa dekade, kerja sama pertahanan kedua negara tidak hanya dipandang sebagai transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai simbol aliansi politik dan jaminan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Pembelian sistem persenjataan canggih—mulai dari rudal hingga jet tempur—selama ini kerap dimaknai sebagai bagian dari komitmen strategis Riyadh untuk mempertahankan hubungan erat dengan Washington, sekaligus memastikan dukungan keamanan dari negara adidaya tersebut.

Keputusan terbaru ini disebut sebagai respons langsung terhadap pernyataan yang dianggap merendahkan dari tokoh politik Amerika, termasuk merujuk pada sikap mantan Presiden Donald Trump yang sebelumnya menuai kontroversi.

Langkah Riyadh tersebut dinilai sebagai sinyal keberanian politik untuk mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat, sekaligus menegaskan kemandirian dalam menentukan arah kebijakan luar negeri dan pertahanan.

Sejumlah analis menilai, kebijakan ini berpotensi mengguncang peta geopolitik kawasan Timur Tengah. Selain itu, keputusan ini juga membuka peluang bagi negara produsen senjata lain seperti Rusia dan China untuk memperluas pengaruh dan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh industri pertahanan Amerika Serikat.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait pernyataan tersebut. Namun, pengamat memperkirakan bahwa dinamika ini akan menjadi salah satu isu penting dalam hubungan bilateral kedua negara ke depan.
×
Berita Terbaru Update