Notification

×

Iklan

Iklan

Ahmed Şara Bertemu PM Italia Giorgia Meloni di New York, Sejarah Baru Diplomasi Suriah

Kamis | September 25, 2025 WIB | 0 Views
Ahmed Şara Bertemu PM Italia Giorgia Meloni di New York, Sejarah Baru Diplomasi Suriah


Fikroh.com - New York – Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 yang tengah berlangsung di markas besar PBB, New York, tidak hanya menjadi panggung bagi para pemimpin dunia untuk menyampaikan pidato, tetapi juga arena diplomasi bilateral yang padat. Sejumlah kepala negara, menteri luar negeri, hingga pejabat tinggi negara terlihat menggelar pertemuan maraton di sela-sela agenda utama.

Salah satu pertemuan penting terjadi ketika Presiden Suriah, Ahmed Şara, bertemu dengan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni. Pertemuan itu berlangsung di Perwakilan Tetap Italia untuk PBB di New York dan menjadi sorotan karena menandai babak baru dalam hubungan diplomasi Suriah dengan negara-negara Barat.

Kantor Kepresidenan Suriah melalui akun resminya di platform X (sebelumnya Twitter), mengumumkan bahwa dalam pertemuan tersebut turut hadir Menteri Luar Negeri Suriah, Esad Şeybani, beserta delegasi diplomatik Suriah. Pertemuan ini disebut sebagai kesempatan untuk membahas isu-isu kawasan serta dinamika hubungan bilateral antara Suriah dan Italia, khususnya dalam konteks keamanan regional dan kemanusiaan.
 

Pertemuan Bersejarah


Bagi banyak pengamat, pertemuan antara Şara dan Meloni ini tergolong bersejarah. Pasalnya, Suriah selama lebih dari satu dekade terakhir menghadapi isolasi politik di panggung internasional akibat konflik berkepanjangan dan sikap keras negara-negara Barat terhadap rezim sebelumnya.

Dengan hadirnya Şara sebagai kepala negara Suriah yang sah dan diterima secara protokoler oleh pemimpin negara Uni Eropa, hal ini menandai perubahan atmosfer diplomasi yang cukup signifikan.
 

Rangkaian Agenda Şara di AS


Pertemuan dengan Meloni bukan satu-satunya agenda penting Şara di Amerika Serikat. Sehari sebelumnya, ia juga telah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS, Rubio, membahas sejumlah isu strategis yang menyangkut masa depan Suriah dan kawasan Timur Tengah.

Selain itu, Şara turut hadir dalam Concordia Summit, sebuah forum internasional yang mempertemukan tokoh-tokoh politik, bisnis, dan akademisi. Dalam forum itu, ia menjawab berbagai pertanyaan terkait dinamika geopolitik dan masa depan Suriah. Diskusi tersebut dipandu langsung oleh mantan Direktur CIA, Jenderal David Petraeus, yang juga pernah memimpin operasi militer Amerika di Irak dan Afghanistan.

Pada hari pertama di AS, Şara menyempatkan diri untuk bertemu dengan komunitas diaspora Suriah. Pertemuan itu disebut penuh emosional, mengingat banyak warga diaspora Suriah telah lama menanti momen pertemuan dengan pemimpin baru negara mereka.
 

Dari Musuh AS hingga Tamu Kehormatan di PBB


Kehadiran Ahmed Şara di Amerika Serikat dianggap bersejarah karena latar belakangnya yang unik. Ia pernah dikenal sebagai tokoh yang terlibat dalam perlawanan bersenjata melawan kehadiran militer AS di Irak. Bahkan, ketika memimpin kelompok perlawanan terhadap rezim Bashar al-Assad melalui HTS (Hay’at Tahrir al-Sham), pemerintah AS pernah menetapkan hadiah sebesar 10 juta dolar bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi keberadaannya.

Kini, figur yang dahulu dianggap musuh Amerika justru hadir sebagai tamu kehormatan, melakukan dialog diplomatik langsung dengan pejabat tinggi Washington. Perubahan status ini mencerminkan pergeseran geopolitik yang tajam sekaligus simbolisasi transformasi politik Suriah di bawah kepemimpinannya.
 

Momen Sejarah di PBB


Selain agenda bilateral, kehadiran Ahmed Şara di New York juga akan mencatat sejarah tersendiri. Ia dipastikan akan menyampaikan pidato di hadapan Sidang Umum PBB. Hal ini menjadikannya Presiden Suriah pertama yang berbicara di forum PBB sejak Presiden Nureddin al-Atasi pada tahun 1967, hampir enam dekade lalu.

Pidato Şara diperkirakan akan menjadi sorotan utama, mengingat posisinya yang kontroversial sekaligus menarik perhatian dunia. Banyak yang menantikan bagaimana ia akan menyampaikan visi Suriah ke depan, sikap terhadap konflik internal, serta hubungannya dengan kekuatan-kekuatan besar dunia.
 

Catatan Penting Diplomasi Suriah


Kunjungan Ahmed Şara ke Amerika Serikat dan serangkaian pertemuan diplomatik yang ia jalani tidak hanya bersifat simbolis, melainkan juga membuka peluang baru bagi Suriah. Jika sebelumnya Suriah dikenal sebagai negara yang terjebak dalam konflik, kini ada sinyal kuat bahwa Damaskus berupaya membangun kembali posisi internasionalnya melalui jalur diplomasi, bukan hanya kekuatan militer.

Pertemuan dengan Meloni menambah daftar panjang interaksi internasional Şara selama berada di AS. Hubungan Suriah dengan Italia sendiri berpotensi menjadi jembatan baru Suriah dengan Uni Eropa, yang selama ini cenderung mengambil sikap keras terhadap Damaskus.
 

Kesimpulan


Kehadiran Ahmed Şara di New York, pertemuannya dengan Giorgia Meloni, hingga rencana pidatonya di Majelis Umum PBB merupakan rangkaian peristiwa yang akan dicatat sejarah. Dari seorang yang pernah dicap musuh Amerika dengan harga buruan jutaan dolar, kini ia berdiri sebagai kepala negara yang berunding dengan para pemimpin dunia.

Langkah ini bisa menjadi titik balik bagi Suriah dalam membangun citra internasional yang baru, sekaligus membuka jalan bagi proses rekonsiliasi diplomatik di tingkat global.
×
Berita Terbaru Update