Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Ternyata Ade Armando Dulunya Aktivis Anti Pornografi

Ternyata Ade Armando Dulunya Aktivis Anti Pornografi

Fikroh.com - Siapa yang tidak mengenal Ade Armando, pegiat sosial media sekaligus dosen yang kerap menuai kontroversi. Apa yang anda lihat hari ini sebetulnya berbeda jauh dengan Ade Armando yang dulu.

Seorang aktivis Dhewa Edikresnha mengungkapkan kesaksiannya siapa Ade Armando sebenarnya. Beliau bercerita bahwa Ade dahulu seorang aktivis yang anti Pornografi. Hal ini terlihat dari tulisan-tulisannya yang menyoroti pornografi yang diterbitkan oleh majalah Republika tahun 2003.

"Ade Armando (AA) ini dulunya aktivis anti pornografi," Tuturnya.

Dhewa juga mengungkapkan bahwa Ade Armando juga kerap menyoroti hedonisme para artis terutama Roger Danuarta.

"dia juga sering menggugat perilaku hedon para artis di tanah air salah satu yang pernah diserangnya adalah Roger Danuarta." Tambahnya.

Dhewa mengatakan dirinya sangat ingat beliau pernah menulis di republika, beliau menggugat betapa borosnya Roger Danuarta dalam perayaan ultahnya ke 21.

Namun saat dicari jejak digital tulisannya sulit ditemukan di dunia maya. Hanya ada beberapa link website yang menuliskan tentang tulisan AA, hal ini menunjukan pembaca tulisan-tulisan AA cukup banyak waktu itu.

Tulisan di republika itu ternyata tertulis tahun 2003, fast forward 17 tahun kemudian, ternyata sangat mudah bagi Allah mebalikkan keadaan manusia. Roger masuk kedalam Islam, menikah, dan secara dzohirnya terus menjadi muslim yamg baik.  Kebalikannya dengan AA, banyak vonis takfir kepada beliau sudah muncul dari asatidz karena buruknya perkataan beliau terhadap Islam.

"Seiring usia bertambah, saya jadi makin paham betapa kita harus senantiasa memohon hidayah, dan tidak pernah merasa aman dari fitnah karena mudah bagi Allah membolak balikkan hati manusia." Tambah Dhewa yang kini sedang merintis usaha Brownies.

Dhewa juga menambahkan jika kondisi yang terjadi pada AA saat ini bukan berarti tak perlu menjalankan amar ma'ruf kepada orang lain.

"Tentu ini bukan berarti kita tidak boleh amar ma'ruf nahi munkar, tapi lebih kepada peringatan penting bagi setiap umat Islam." Ujarnya.

Diakhir tulisannya Dhewa mengajak kepada para pembaca untuk tidak berhenti memohon hidayah kepada Allah Subhanahu wa ta'alaa.

"Jangan pernah berhenti memohon hidayah karena kita tidak tahu akhir kehidupan kita akan seperti apa.

Semoga Allah perbaiki AA dan semoga Allah istiqamahkan RD dalam ketaatan serta akhiri hidup kita dalam khusnul khotimah. Amin." Pungkasnya.