Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Shalat Dilewati Kucing Tidak Batal, Ini Penjelasannya

Apakah Shalat yang Dilewati Kucing Jadi Batal?


Fikroh.com - Kucing melintas dihadapan orang yang sedang shalat bukan hal yang ganjil. Mengingat kucing adalah binatang yang senantiasa berlalu lalang di sekitar kita bahkan saat shalat di masjid. Lalu apa yang harus kita lakukan saat kucing melintas atau duduk diatas sajadah? Apakah jika dibiarkan shalatnya bisa batal?

Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

الهِرَّةُ لا تقطعُ الصَّلاةَ لأنَّها مِن متاعِ البيتِ

"Kucing tidak memutuskan sholat, karena ia termasuk perhiasan rumah."

Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam sunannya, Imam Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya dan selainnya rahimahumullah.

Imam al-Albani rahimahullah telah mentakhrij hadits diatas dalam kitabnya "Silsilah Ahaadits adh-Dhoifah wa al-Maudhuu'aah" (no. 1512) lalu memberikan penilaian : "dhoif marfu'". 

Imam Ibnu Khuzaimah mengisyaratkan bahwa yang shahih adalah mauquf kepada Abu Hurairah radhiyallahu anhu dan ini disetujui oleh Imam al-Albani rahimahumaallah.

Berdasarkan hal ini, maka apabila Kucing lewat dihadapan orang yang sholat, tidak membatalkan orang yang sholat tersebut. Imam bin Baz rahimahullah pernah berfatwa :

"....Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

يقطع صلاة المرء المسلم إذا لم يكن بين يديه مثل مؤخرة الرحل: المرأة والحمار والكلب الأسود، قيل: يا رسول الله! ما بال الأسود من الأحمر والأصفر؟ قال: الكلب الأسود شيطان

"Dapat memutus sholatnya seorang Muslim jika dihadapannya tidak ada (sutroh) seukuran pelana kuda, yaitu (jika dilewati) : perempuan (baligh), keledai dan anjing hitam.

Ada yang bertanya : "wahai Rasulullah, apa perkara (yang membedakan) anjing hitam dengan anjing merah dan kuning?,

Beliau menjawab : "anjing hitam adalah setan".

Maksudnya bahwa tiga hal diatas yang dapat memutus sholat menurut pendapat yang shahih dari beberapa pendapat ulama, ada perselisihan dikalangan ulama, namun yang shahih dari pendapat ulama adalah ini, yaitu tidak memutuskan sholat kecuali salah satu dari tiga ini, yakni bisa seorang wanita atau keledai secara mutlak atau anjing hitam dengan ketentuan ini. Adapun hewan lainnya, seperti Anjing bukan warna hitam, Unta, Kambing, Kelinci, KUCING dan selainnya, semua hal ini tidak memutus sholat, namun jika mudah untuk membuat mereka tidak lewat, maka ini lebih utama, jangan biarkan sesuatu pun yang lewat dihadapannya.

Demikian juga lewatnya laki-laki didepan orang yang sholat, tidak memutus sholat namun mengurangi pahalanya, sehingga seyogyanya dicegah agar tidak lewat sebisa mungkin, tidak boleh ia lewat dihadapan orang yang sholat. Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang lewat dihadapan orang yang sholat :

لو يعلم المار بين يدي المصلي ماذا عليه لكان أن يقف أربعين خيرًا له من أن يمر بين يدي المصلي

"Seandainya orang yang lewat dihadapan orang yang sholat tahu, niscaya ia akan berhenti selama 40 lebih baik darinya daripada melewati orang yang sholat."

Nabi juga memerintahkan orang yang sholat untuk menggunakan sesuatu yang dapat dijadikan sutroh dari lewatnya orang-orang, dan jangan biarkan seorang pun lewat dihadapannya, bahwa harus dicegah. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

إذا صلى أحدكم إلى شيء يستره من الناس فأراد أحد أن يجتاز بين يديه فليدفعه، فإن أبى فليقاتله فإنما هو شيطان

"Jika kalian sholat maka gunakan sesuatu untuk bersutroh dari orang-orang yang lalu lalang, jika ada orang yang hendak melewati didepanmu, maka tolaklah ia, jika enggan, maka perangi ia, karena berarti ia bersama setan."

Maka sunnah menunjukkan bahwa orang yang sholat menghalangi sesuatu yang lewat didepannya, sekalipun itu bukan salah satu dari tiga, sekalipun itu bukan anjing hitam, wanita dan keledai, jangan biarkan sesuatu pun melewati didepanmu, baik orang dan juga hewan, jika mudah bagimu, adapun jika sangat sulit diatur dan mereka tetap lewat, maka tidak membahayakan sholatmu, yang berbahaya itu dan yang sampai memutuskan sholat adalah salah satu dari tiga yaitu : Anjing hitam atau wanita atau Keledai....".

(https://binbaz.org.sa/fatwas/8035/).

Barangkali untuk hewan karena ia tidak berakal ketika dicegah, maka ia tidak paham, ingin terus lewat, maka kita sendiri yang mengalah untuk maju ke sutroh kita, sehingga hewan tersebut bisa lewat dibelakang kita, sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika seekor Kambing hendak lewat dihadapan Beliau tatkala Beliau sedang sholat, maka Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu anhumaa yang menyaksikan peristiwa tersebut berkata :

 فَمَا زَالَ يُدَارِئُهَا حَتَّى لَصَقَ بَطْنَهُ بِالْجِدَارِ وَمَرَّتْ مِنْ وَرَائِهِ

"Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam terus mendekati dinding, hingga perut Beliau menempel di dinding, dan Kambing tersebut lewat dibelakangnya." (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh al-Albani).

Khusus untuk Kucing, maka bisa dicegah dengan mengisyaratkan kaki kita kepadanya agar ia tidak lewat didepan kita yang sedang sholat, atau mengandangnya terlebih dahulu agar tidak lalu-lalang didepan kita. Wallahu a'lam.


Oleh: Abu Sa'id Neno Triyono