Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Profil Singkat Syaikh Ali Jaber dan Perjalanan Dakwahnya Di Nusantara

Profil Singkat Syaikh Ali Jaber dan Perjalanan Dakwahnya Di Nusantara

Fikroh.com - Salah satu tokoh nasional yang namanya cukup popular di Indonesia adalah syaikh Ali Jabir. Meskipun bukan orang Indonesia asli namun metode dakwahnya mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Siapa beliau sebenarnya? Yuk kita simak biografi singkatnya dibawah ini.

Nama Lengkap

Syekh Ali lahir di Madinah dengan nama Ali Saleh Muhammad Ali Jaber. Ia menghabiskan masa kecil hingga dewasa di Kota Nabi.

Ali Jaber menempuh Pendidikan formal dan nonformal, masuk Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah lalu kemudian melanjutkan mulazamah (melazimi) pela­jaran-pelajaran Al-Qur’an di Masjid Nabawi, Madinah.

Ali Jaber punya 9 saudara yang semuanya laki-laki. Lahir di keluarga yang sangat agamis membuat ia menekuni ilmu agama dari kecil.

Ayah Syekh Ali sangat disiplin untuk mengajarkan ia dan saudara-saudaranya perihal salat dan membaca Al-quran. Tak segan Syekh Ali kecil dipukul saat tidak melaksanakan salat fardhu.

Sudah Hafal Al-quran di usia 11 tahun

Besar dalam didikan yang religius tak mengherankan jika kemudian Syekh Ali jatuh cinta dengan ilmu pengetahuan tentang Islam dan Al-quran. Di usianya yang masih sangat belia, 11 tahun, ia sudah mengkhatamkan hafalan Al-quran 30 juz.

Karena hal itulah, ia mulai berdakwah dari satu masjid ke masjid lain. Selama di Madinah, ia aktif sebagai guru tahfizh Al-Qur’an di Masjid Nabawi dan menjadi imam salat di salah satu masjid kota Madinah.

Perjalanan dakwah ke Indonesia pada tahun 2008

Tak hanya di negeri sendiri, Syekh Ali juga melebarkan sayap dakwahnya ke Indonesia pada tahun 2008. Di tahun yang sama ia menikah dengan seorang gadis asal Lombok bernama Umi Nadia, yang sudah lama tinggal di Madinah.

Di Lombok awalnya Syekh Ali menjadi Imam Besar dan Khatib di Masjid Agung Al- Muttaqin dan guru tahfidz di Islamic Centre masjid yang sama. Setelah Lombok, kota yang dikunjungi sang syekh adalah Ibukota Jakarta. Setelah salat magrib di Masjid Sunda Kelapa, Syekh Ali diminta mengimami salat tarawih. Sejak saat itulah Syekh Ali mendapat kepercayaan dan tempatberdakwah yang baru.

Mulai Belajar bahasa Indonesia dan jadi seorang WNI

Untuk berkomunikasi dengan para warga, Syekh Ali akhirnya belajar Bahasa Indonesia. Jatuh cinta dengan tanah air dan tetap ingin menyebarkan dakwah, pada akhir 2012, dia dianugerahkan kewarganegaraan Indonesia oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Resmi berganti kewarganegaraan membuat Syekh Ali semakin padat jadwal dakwah.

Keluarga

Istri : Umi Nadia
Anak : Hasan

Pendidikan

  • Madrasah Ibtidaiyyah, Madinah, Lulus 1989
  • Madrasah Tsanawiyyah, Madinah, Lulus 1992
  • Madrasah Aliyyah, Madinah, Lulus 1995
  • Mulazamah (melazimi) pelajaran-pelajaran Al Qur’an, Masjid Nabawi,     Madinah, 1997

Karier Dan Aktivitas

  • Penceramah dan Imam masjid di Madinah
  • Guru Tahfidz Al-Qur’an di Islamic Centre, Masjid Agung Al-Muttaqin,Cakranegara Lombok NTB
  • Imam Besar dan Khatib di Masjid Agung Al- Muttaqin Cakranegara, Lombok NTB
  • Imam Salat Tarawih, Imam Sholat Idul Fitri,  Masjid Agung, Jakarta
  • Pengajar di Pesantren Tahfidz Al- Qur’an Al- Asykar Puncak Jawa Barat
  • Muballigh Majelis Taklim di Jakarta dan sekitarnya
  • Menjadi Juri di acara Hafiz, RCTI
  • Pengisi Acara Damai Indonesiaku,TvOne

Wafat

Syekh Ali Jaber menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Kamis (14/1/2021) sekitar jam 09.00 WIB di RS Yarsi JakartaJakarta setelah beberapa hari menjalani perawatan karena covid 19. Jenazah akan dimakamkan di Mataram Lombok seusai dengan wasiatnya. Semoga Alloh mengampuni beliau dan menerima seluruh amal shalehnya. Aamiin.