Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pendapat Para Ulama Tentang Mimpi Bertemu Nabi

Pendapat Para Ulama Tentang Mimpi Bertemu Nabi


Fikroh.com - Terkait masalah mimpi bertemu Nabi, para ulama berbeda pendapat akan keabsahan hukumnya. Berikut ini nukilan pendapat beberapa ulama yang bisa dijadikan referensi untuk kaum muslimin. 

Pendapat Syaikh Khalid Al-Mushlih

Menurut Syaikh Khalid Al-Mushlih mimpi melihat nabi muhammad adalah anugerah namun bukan tanda keshalihan.

Dari sekian banyak potongan video Syaikh Khalid Al-Mushlih, ada yang membahas tentang mimpi bertemu Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Apakah hal itu merupakan tanda keshalihan seseorang atau tidak?

Syaikh menjawab cukup rinci, kesimpulannya sebagai berikut:

  • Mimpi bertemu Nabi Muhammad termasuk anugerah dari Allah Azza wa jalla.
  • Yang diberi anugerah ini wajib mensyukurinya dengan melakukan ketaatan kepada Allah, menunaikan hak Allah dan mengikuti tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.
  • Adapun tentang keshalihan dan ketaqwaan seseorang maka tidak ada kaitannya dengan mimpi, akan tetapi berkaitan erat dengan kebaikan yang ada di hati dan amal perbuatannya. Wallahu a'lam

Pendapat Syaikh 'Abdur Razzaq Al-Badr

Soal Mimpi Bertemu Nabi Muhammad, Syaikh Abdur Razzaq telah menguraikan pendapatnya.

Syaikh 'Abdurrazzaq bin 'Abdul Muhsin termasuk ulama abad ini yang 'produktif'.

Salah karya ilmiyahnya adalah kitab yang merupakan 'syarh' dari kitabnya Imam Tirmidzi 'Asy-Syamail Al-Muhammadiyyah'; satu kitab yang khusus membahas Nabi Muhammad dari sisi ciri-ciri dan sifat-sifatnya yang mulia dan sempurna.

Alhamdulillah kami telah mendengarkan pembacaan kitab 'Asy-Syamail' ini, oleh Syaikh Muhammad Muwaffaq bin 'Ali Al-Marabi'. Disertai sedikit catatan tambahan dari beliau.

Imam Tirmidzi Menutup Kitab 'Asy-Syamail' dengan Bab yang Membahas Mimpi Bertemu Nabi

Syaikh 'Abdurrazzaq Al-Badr mengomentari bab terakhir dari kitab 'Asy-Syamail' ini dengan mengatakan:

"Penyusun kitab (Imam Tirmidzi) menutup kitabnya 'Asy-Syamail Al-Muhammadiyyah' dengan bab ini (tentang mimpi bertemu nabi) ; untuk menegaskan kaitan erat antara pengetahuan seseorang terhadap detail sifat Nabi Muhammad dan kepastian tentang mimpi bertemu Nabi Muhammad.

Siapa yang tidak mengenal secara detail ciri-ciri dan sifat-sifat Nabi; maka tidak mungkin dia bisa memastikan bahwa yang dia lihat di dalam mimpi itu adalah Nabi ..." (Selesai kutipan)

Mimpi Bertemu Nabi Muhammad Itu Mungkin

Menurut beliau mimpi bertemu Nabi sangat mungkin terjadi. Sehingga mimpi bertemu Nabi Muhammad itu mungkin. Hanya saja perlu dipastikan apakah yang dia lihat di dalam mimpi itu Nabi Muhammad atau bukan. Maka beruntunglah orang-orang yang mengenal Nabi.

Nabi bersabda:

من رآني في المنام فقد رآني، فإن الشيطان لا يتمثل بي

"Siapa yang melihat aku saat tidur (mimpi) sungguh dia telah melihat aku, karena sesungguhnya setan tidak bisa menyerupai aku." (Riwayat Imam Tirmidzi, di dalam 'Asy-Syamail')

Orang yang mengaku bertemu Nabi dalam mimpi, tidak sepantasnya langsung di ingkari, cukup ditanya ciri-ciri orang yang dia sangka sebagai Nabi.

Ini seperti yang dipraktekkan Ibnu Abbas ketika ada orang yang mengaku kepadanya bahwa dia melihat Nabi di dalam mimpi. Wallahu a'lam.


Oleh: Fajri Nur Setyawan