Sosok Dihyah dan Surat Rasulullah Kepada Kaisar Heraclius


Fikroh.com - Penulis terharu seraya meneteskan air mata ketika memandangi huruf demi huruf pada surat  (risalah)  nabi Muhammad s.a.w kepada Kaisar Heraclius penguasa agung Romawi, yang terdokumentasi apik di museum Yordan,  Kaisar Heraclius memiliki nama asli Flavius Heraclius Augustus lahir pada tahun 571 M, wafat pada tahun 641. Surat ini diantar langsung melalui Sahabat Dihyah r.a.

Sosok  Dihyah r.a. Kurir Surat nabi Muhammad s.a.w.

Nama lengkapnya Dihyah bin Khalifah al-Kalbi , Ia merupakan sosok sahabat nabi Muhammad s.a.w. yang memiliki keutamaan rupawan, dalam beberapa riwayat menerangkan bahwa Jibril a.s. berubah rupa menjadi sahabat Dihyah ketika turun menghadap nabi Muhammad s.a.w., diantaranya keterangan dalam Kitab al-Ishobah fi Tamyizi as-shohabah karangan Ibnu Hajar rah menjelaskan tentang sahabat Dihyah bin Khalifah al-Kalbi sebagaimana berikut ini :

كان يضرب به المثل في حسن الصورة، وكان جبرائيل عليه السلام ينزل على صورته، جاء ذلك في حديث أم سلمة,  وروى النسائي بإسناد صحيح عن يحيى بن معمر عن ابن عمر رضي الله عنهما: كان جبرائيل يأتي إلى النبي صلى الله عليه وسلم في صورة دحية الكلبي، وروى الطبراني من حديث عفير بن معدان عن قتادة عن أنس رضي الله عنه، أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: كان جبرائيل يأتيني على صورة دحية الكلبي، وكان دحية رجلاً جميلاً

“Ia memberikan perumpamaan sahabat Dihyah r.a. merupakan bentuk rupawan terbaik, dan Jibril a.s. datang dalam wujud rupanya sebagaimana tersebut dalam cerita umi salamah r.a., diriwayatkan  dengan sanad yang sahih dari Yahya ibn Ma’mar dari Ibnu Umar r.a. sungguh Jibril a.s. mendatangi nabi Muhammad s.a.w. dalam wujud rupa Dihyah ibn Khalifah al-kalbi r.a”, dan diriwatkan  at-Thabrani dari cerita Ghafir dari Ma’dan dari Qotadata dari Annas r.a. sungguh nabi Muhammad s.a.w. bersabda Jibril a.s. mendatangiku dalam wujud rupa Dihyah al-Kalbi, Ia Dihyah adalah lelaki yang rupawan”.

Isi surat Nabi Muhammad s.a.w. kepada Kaisar Heraclius

Isi Surat nabi Muhammad s.a.w. kepada kaisar Heraclius ialah ajakan untuk memeluk agama Islam sebagaimana berikut ini :

بسم الله الرحمن الرحيم، من محمد عبد الله ورسوله إلى هرقل عظيم الروم: سلام على من اتبع الهدى، أما بعد، فإني أدعوك بدعاية الإسلام، أسلم تسلم، يؤتك الله أجرك مرتين، فإن توليت فإن عليك إثم الأريسيين، و: يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم أن لا نعبد إلا الله ولا نشرك به شيئا ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله فإن تولوا فقولوا اشهدوا بأنا  مسلمون

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, dari Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya kepada Heraclius penguasa Romawi. Salam sejahtera bagi orang yang mengikuti petunjuk. Setelahnya dengan ini saya mengajak engkau masuk Islam, masuklah Islam, niscaya kamu selamat. Masuklah Islam, niscaya Allah memberimu pahala dua kali lipat. Jika kamu berpaling, kamu akan menanggung dosa orang Romawi. Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang sama di antara kita, bahwa kita tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah, dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun,  dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai sembahan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka. “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

Investigasi Kaisar Heraclius Tentang Kenabian Muhammad s.a.w.

Setelah Heraclius Mendengar berita kemunculan nabi di negeri Arab, Dia memerintahkan pasukannya untuk mendatangi bangsa arab, guna menayakan perihal kemunculan nabi di negeri tersebut, dan pasukan menahan sebagian kafilah dagang yang hendak bedagang di gaza palestina, sedangkan Heraclius dalam kesempatan waktu yang sama sedang berada di Baitul Maqdis (Ilya), Dia berkeinginan untuk meyakinkan dari kerasulan, diantara para kafilah terdapat Abu Sufyan ibn Harb pembesar Quraisy, kejadian ini terjadi setelah perjanjian damai Hudzaibiyyah berlangsung(tahun ke 6 Hijriyah), Abu Sufyan pergi ke kawasan gaza untuk berdagang, sebagian pasukan menahannya, dan membawanya kepada Heraclius yang berada di Baitul Maqdis (Ilya), pada waktu itu kejadian luar biasa dari berbagai sisi, seakan Allah mnegutus Abu Sufyan yang kafir pada masa tersebut untuk menguatkan bukti kepada Heraclius dengan pertemuan yang ajaib. Sebagaiman terdapat dalam Hadits Bukhari :

عن ابن عباس رضي الله عنهما، نقلاً عن أبي سفيان بعد إسلامه، أن هرقل سأل التجار أيكم أقرب نسبًا لهذا الرجل الذي يزعم أنه نبي، فقال أبو سفيان: أنا أقربهم نسبًا إليه

“Dari Ibnu Abas r.a. disebutkan dari Abu Sufyan setelah memeluk Islam, bahwa Heraclius menanyai kafilah dagang “Siapa di antara kalian yang paling dekat hubungan kekerabatannya dengan laki-laki (Muhammad) yang mengaku sebagai nabi, maka berkata Abu Sufyan, “Aku yang paling dekat hubungan kekerabatannya dengan laki-laki itu.”

فقال هرقل: أدنوه مني، وقربوا أصحابه، فاجعلوهم عند ظهره”. أي جعل أبا سفيان واقفًا ووراءه مجموعة من أصحابه، ثم قال لترجمانه: “قل لهم: إني سائلٌ هذا الرجل -يعني أبا سفيان- فإن كذبني فكذبوه

Berkata Heraclius, “Mendekatlah kamu padaku. Dekatkan pula teman-temannya. Suruh mereka bergegas berada di belakangnya.”Kemudian Heraclius berkata kepada juru terjemahnya, “Katakan pada mereka kalau aku akan menanyakan tentang laki-laki yang mengaku Nabi itu. Jika laki-laki ini (menunjuk ke arah Abu Sufyan) jika ia membohongiku, suruhlah teman-temannya untuk mengatakan kalau ia berbohong.”

فوالله لولا الحياء من أن يأثروا علي كذبا لكذبت عنه

Abu Sufyan, “Demi Allah, jika bukanlah rasa malu akan aku dapati karena aku dikatakan berbohong oleh mereka, niscaya aku berbohong”.

ثم كان أول ما سألني عنه أن قال: كيف نسبه فيكم؟

Kemudian sesuatu yang pertama kali ditanyakan olehnya padaku adalah;

Heraclius, “Bagaimana status keturunannya (nasabnya) dari kaummu”?

 قلت: هو فينا ذو نسب

Abu Sufyan, “Ia Keturunan Bangsawan dari kaum kami”

قال: فهل قال هذا القول منكم أحد قط قبله؟

Heraclius, “adakah seseorang lain, mengatakan ini ucapan dari kalanganmu sebelumnya”

 قلت: لا

Abu Sufyan, “Tidak ada”

قال: فهل كان من آبائه من ملك؟

Heraclius, “apakah diantara nenek moyangnya menjadi seorang raja?”

قلت: لا

Abu Sufyan, “Tidak”

قال: فأشراف الناس يتبعونه أم ضعفاؤهم؟

Heraclius, “Apakah orang-orang yang mengikuti ajarannya para bangsawan atau orang biasa?”

فقلت: بل ضعفاؤهم

Abu Sufyan, “Orang-orang biasa”

قال: أيزيدون أم ينقصون؟

Heraclius, “Apakah jumlah pengikutnya semakin bertambah atau justru berkurang?”

قلت: بل يزيدون

Abu Sufyan, “Semakin bertambah”

قال: فهل يرتد أحد منهم سخطة لدينه بعد أن يدخل فيه؟

Heraclius, “Apakah ada di antara pengikutnya yang murtad, keluar dari agamanya, karena membencinyaya, setelah ia mengikuti ajarannya?”

 قلت: لا

Abu Sufyan, “Tidak ada.”

قال: فهل كنتم تتهمونه بالكذب قبل أن يقول ما قال؟

Heraclius, “Apakah kalian menaruh curiga padanya sebagai pembohong sebelum ia menyampaikan ajarannya?”

قلت: لا

Abu Sufyan, “Tidak Pernah”

 قال: فهل يغدر؟

Heraclius, “Apakah ia tipe orang yang suka melanggar perjanjian?”

 قلت: لا، ونحن منه في مدة لا ندري ما هو فاعل فيها

Abu Sufyan, “Tidak, Saat ini, kita dengannya tengah berada dalam masa genjatan senjata. Kami tidak tahu apa yang akan diperbuatnya dengan perjanjian itu.

قال: ولم تمكني كلمة أدخل فيها شيئا غير هذه الكلمة

Abu Sufyan, “Tidak ada yang bisa aku katakan tentang ini selain hal ini.”

قال: فهل قاتلتموه؟

Heraclius, “Apakah kalian pernah memeranginnya?”

قلت: نعم

Abu Sufyan, “Ya, kami pernah memeranginya”

 قال: فكيف كان قتالكم إياه؟

Heraclius, “Bagaimana perang yang terjadi antara kalian dengannya?”

قلت: الحرب بيننا وبينه سجال ينال منا وننال منه

Abu Sufyan, “Kami bergantian meraih kemenangan. Kadang ia yang menang, kadang kami yang menang.”

قال: ماذا يأمركم؟

Heraclius, “Apa yang ia perintahkan pada kalian?”

قلت: يقول: اعبدوا الله وحده ولا تشركوا به شيئا واتركوا ما يقول آباؤكم، ويأمرنا بالصلاة والصدق والعفاف والصلة

Abu Sufyan, “Ia memerintahkan kami untuk menyembah Allah semata, dan tidak boleh menyekutukan-Nya dengan apa pun. Ia  memerintahkan kami juga untuk meninggalkan apa yang dikatakan oleh nenek moyang kami. Ia  memerintahkan kami juga untuk mengerjakan shalat, bersikap jujur, bersikap lembut, dan sering-sering bersilaturahmi.”

فقال للترجمان: قل له: سألتك عن نسبه فذكرت أنه فيكم ذو نسب فكذلك الرسل تبعث في نسب قومها

Heraclius, “kembali mendekati juru terjemahnya, lalu berkata, “Katakan padanya (seraya menunjuk Abu Sufyan): aku bertanya padamu tentang status keturunannya, dan kamu menjawab bahwa ia keturunan bangsawan agung. Memang demikianlah para Rasul terdahulu. Mereka diutus dari kalangan bangsawan agung kaumnya.”

 وسألتك: هل قال أحد منكم هذا القول؟ فذكرت أن لا
فقلت: لو كان أحد قال هذا القول قبله لقلت رجل يأتسي بقول قيل قبله

Heraclius, “Aku tanyakan padamu adakah salah seorang di antaramu yang pernah mengumandangkan ucapan sebagaimana yang diucapkannya, maka kamu menjawab tidak. Memang demikianlah. Kalau ada seseorang yang pernah mengumandangkan ucapan yang diucapkannya sekarang, niscaya aku katakan bahwa hanya dia meniru-niru ucapan yang diucapkanorang orang terdahulunya.”

 وسألتك: هل كان من آبائه من ملك؟ فذكرت أن لا، قلت: فلو كان من آبائه من ملك قلت رجل يطلب ملك أبيه

Heraclius, “Aku tanyakan padamu adakah di antara nenek moyangnya yang jadi raja, kamu jawab tidak ada. Memang demikianlah. Kalau ada di antara nenek moyangnya yang menjadi raja, niscaya aku akan katakan bahwa dia hendak menuntut kembali kerajaan nenek moyangnya.”

 وسألتك: هل كنتم تتهمونه بالكذب قبل أن يقول ما قال؟ فذكرت أن لا، فقد أعرف أنه لم يكن ليذر الكذب على الناس ويكذب على الله

Heraclius, “Aku tanyakan padamu adakah kamu menaruh curiga kepadanya bahwa ia berbohong sebelum ia mengucapkan apa yang diucapkannya sekarang, kamu jawab tidak. Aku yakin, dia tidak akan berbohong terhadap manusia apalagi kepada Allah.”

 وسألتك: أشراف الناس اتبعوه أم ضعفاؤهم؟ فذكرت أن ضعفاءهم اتبعوه وهم أتباع الرسل

Heraklius, “Aku tanyakan padamu apakah pengikutnya terdiri dari orang-orang terhormat ataukah orang-orang biasa, kamu jawab orang-orang biasa. Memang, mereka jualah yang menjadi pengikut para Rasul terdahulu.”

وسألتك: أيزيدون أم ينقصون؟ فذكرت أنهم يزيدون وكذلك أمر الإيمان حتى يتم، وسألتك: أيرتد أحد سخطة لدينه بعد أن يدخل فيه؟

Heraklius, “Aku tanyakan padamu apakah pengikut-pengikutnya makin bertambah banyak atau semakin kurang, kamu menjawab mereka justru bertambah banyak. Begitulah halnya iman, hingga sempurna.”

وسألتك أيرتدّ أحد سخطة لدينه بعد أن يدخل فيه فذكرتَ أنْ لا، وكذلك الإِيمان حين تخالط بشاشته القلوب

Heraclius, “Aku tanyakan padamu adakah di antara mereka yang murtad karena benci kepada agama yang dipeluknya, setelah mereka masuk ke dalamnya, kamu menjawab  tidak. Begitulah memang iman, apabila telah mendarah-daging sampai ke jantung hati.”

وسألتك هل يغدر فذكرتَ أَن لا، وكذلك الرسل لا تغدر

Heraclius, “Aku tanyakan padamu adakah ia melanggar janji, kamu menjawab  tidak. Begitulah seluruh Rasul yang terdahulu, mereka tidak suka melanggar janji.”

وسألتك بما يأمركم، فذكرتَ أنه يأمركم أن تعبدوا الله، ولا تشركوا به شيئا، وينهاكم عن عبادة الأوثان، ويأمركم بالصلاة والصدق والعفاف

Heraclius, “Aku tanyakan padamu apakah yang diperintahkan olehnya kepadamu sekalian, kamu menjawabia menyuruh kalian untuk menyembah Allah semata-mata, dan melarang mempersekutukannya. Kalian dilarang untuk menyembah berhala, kalian disuruh untuk menegakkan shalat, berlaku jujur dan sopan (teguh hati).”

 فإن كان ما تقول حقا فسيملك موضع قدمي هاتين، وقد كنت أعلم أنه خارج، لم أكن أظن أنه منكم، فلو أني أعلم أني أخلص إليه لتجشمت لقاءه، ولو كنت عنده لغسلت عن قدمه

Heraclius, “ Maka jika yang kamu ucapkan itu betul semuanya, niscaya dia akan memerintah (memperluas wilayah) sampai ke tempat aku berpijak di kedua telapak kakiku ini. Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa ia akan lahir. Tetapi, aku tidak mengira bahwa dia akan lahir di antara kaum kamu sekalian. Sekiranya aku yakin akan dapat bertemu dengannya, walaupun dengan susah payah, aku akan berusaha datang menemuinya. Dan, jika aku telah berada di dekatnya, akan aku cuci kedua telapak kakinya.”

Catatan Penulis :

Kaisar Heraclius Mengakui Bahwa Nabi Muhammad s.a.w. adalah Nabi, namun sebagai kaisar dengan kebesaran kekaisarannya Ia enggan memeluk Islam
Media Tulisan merupakan salah satu media dakwah efektif, mari kita ramaikan dakwah melalui media sosial.

Sumber: Mondok.id

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama