Dihya Al-Kahinah, Penyihir Wanita Terkuat yang Mengalahkan Panglima Islam

Fikroh.com - Dihya, Seorang Pemimpin Wanita di era pembebasan Afrika, tepatnya ditahun 69 H. Dibelakang namanya, tersematkan Panggilan yang mengerikan, "AL KAHINAH" Sang Penyihir, hampir semua Sejarawan sependapat tentang kemampuan spesialnya ini di dunia Ghaib atau al-kahanah.

Dihya terpilih menjadi pemimpin Rakyat Bangsa Barbar pasca Kusailah tewas setelah murtad dan berkoalisi dengan Bizantium melawan Kekhilafahan Umayyah. Kekuasaanya Luas mulai dari Ifriqiyah Tunisia, Aljazair sampai maroko atau yang dikenal dengan sebutan Maghreb.

Kartago ibukota Ifriqiyah berhasil di taklukkan oleh Jendral besar Hasan Bin Nu'man. Sebagian tentara Bizantium yang selamat melarikan diri, pulang ke asalnya. Pasukan Barbar bertahan, bergerilya di pinggiran kota, hutan hutan di pegunungan Aures di bawah Kepemimpinan Sang Penyihir Dihya.

Sautu saat Pasukan Hasan bin Nu'man bertemu dengan para prajurit barbar berjumlah besar di lembah meskiana Aljazair. Pertempuran besar tak terelakkan, Dihya Al Kahinah memimpin langsung. Pasukan Muslim Porak poranda, sampai sampai Hasan bin nu'man menarik jauh sisa sisa pasukanya kembali ke Burqa Libya. Lembah Meskiana, dinamakan oleh kaum muslimin sebagai lembah Al Bala', untuk mengenang kekalahan tragis.

Dihya berubah jumawa, Menjadi penguasa seutuhnya membuat dia lupa. Rakyat ditindas, banyak lahan dibakar. 5 tahun Ifiriqiyah dan Maghreb dalam kezalimanya. Orang orang Romawi dan Rakyat Barbar Mufaroqoh, memisahkan diri dari penguasaan Dihya dan mengirim surat kepada Hasan Bin Nu'man minta segera ditaklukkan.

Khalifah Abdul malik bin Marwan mengirim 10.000 pasukan. Hasan bin nu'man segera melancarkan serangan kedua, sekarang langsung ke jantung markaz sang penyihir zhalim ini di pegunungan aures. Dihya Alkahinah Tewas,Pasukannya Luluh lantak lari tunggang langgang. Sebagian pasukan Barbar meminta jaminan, takluk dan masuk Islam, termasuk 2 Jendral besarnya yang merupakan Putra kesayangan Dihya Al Kahinah Bagay dan Kanchla. Kelak, dua jendral ini menjadi bagian dari pasukan pembebasan Andalusia.

Sebuah keanehan di masa modern ini, Sang Penyihir Wanita Zhalim lagi kejam ini justru vdijadikan simbol pahlawan Feminisme. Allahulmusta'an.

Sumber : 

  • Abthalul Fathil Islamiy, Muhammad Ali
  • Futuhul Buldan, Syaikh Baladzuri
  • Al Alam AL Islami Fil Ashar AL Umawi, DR Abdul Lathif.
Penulis: Pompy Saiful

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama