Sensitif, Inilah Adab Di Tempat Tidur bagi Suami Istri

Fikroh.com - Islam adalah agama yang sempurna dan manusiawi. Syariat islam tidak bertolak belakang dengan sisi kemanusiaan bahkan islam memenuhi kebutuhan fitrah manusia itu sendiri. Diantara syariah islam yang sempurna adalah mengatur urusan ranjang bagi pasangan suami istri.

Berikut ini Adab-adab di Tempat Tidur menurut islam. Ada beberapa adab di tempat tidur (bersenggama) yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh kaum muslimin.

1. Hendaklah suami mencumbu dan merayu istri dengan rayuan yang dapat membangkitkan gairah seksual. Berdasarkan sebuah khabar: ”Janganlah salah seorang dari kalian menyetubuhi istrinya seperti binatang, dan hendaklah antara keduanya itu ada utusan”, lalu ditanyakan, "apakah utusannya itu wahai Rasulullah?”, beliau menjawab, "ciuman dan kata-kata (rayuan)." Diriwayatkan oIeh Ad-Dailami, dan hadits munkar, dan dicantumkan oleh Imam Az-Zubaidi dalam kitab Ittihafus Sédatil Muttaqin: 5/372).

2. Hendaklah suami tidak melihat kemaluan istrinya, karena melihatnya terkadang menjadi faktor ketidaksukaan kepada istri, hal ini adalah perbuatan yang harus diperhatikan. 

3. Mengucapkan doa:   

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا‏.‏

“Dengan nama Allah, ya Allah! jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.” Berdasarkan anjuran Nabi dalam hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim dengan lafadz: 

لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا ، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

"jika salah seorang dari kalian hendak mendatangi istrinya lalu dia berdoa:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Dengan nama Allah, ya Allah! jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami', maka sesungguhnya jika ditakdirkan seorang anak dari hubungan badan keduannya, maka niscaya anak itu tidak dapat diganggu oleh setan selamanya.” (HR. Al-Bukhéri: 1/ 48)

4. Haram menggauli (menyetubuhi) istri ketika haid atau nifas dan sebelum mandi (bersuci) dari haid atau nifas walaupun telah bersih. Berdasarkan firman Allah:

"... oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci...” (Al-Baqarah [2]: 222) 

5. Haram bagi seorang suami menyetubuhi istri di selain vaginanya. Berdasarkan larangan Nabi, akan hal itu. Seperti sabda Nabi، 

“Barang siapa yang mendatangi (menyetubuhi) istrinya pada duburnya (anusnya) maka Allah tidak akan melihat kepadanya pada hari kiamat.” (HR. Ad-Darimi: 1/260)

6. Hendaklah seorang suami tidak mencabut kemaluannya sampai istri merasakan puncak kenikmatan. Karena mencabutnya dapat menyakiti istri, dan menyakiti sesama muslim itu termasuk perbuatan yang haram. 

7. Hendaklah suami tidak melakukan ‘azl (mencabut kemaluan agar sperma tidak masuk ke dalam rahim istri) karena takut kehamilan istri, kecuali istri mengizinkannya, dan tidak melakukan ‘azl kecuali dalam kondisi sangat darurat. Berdasarkan sabda Nabi tentang ‘azl: , °'Azl itu adalah pembunuhan yang terselubung.” (HR. Ibnu Majah: 2011) 

8. Jika suami hendak mengulang berhubungan badan, maka disunnahkan untuk berwudhu. Demikian juga apabila hendak tidur atau makan sebelum mandi besar. 

9. Dibolehkan bagi suami menggauli istrinya yang sedang haid atau nifas, diselain bagian antara pusar dan lutut. Berdasarkan sabda Nabi,

اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إلَّا النِّكَاحَ

“Lakukan segala sesuatu selain nikah (bersetubuh).” (HR. Muslim: 16, kitab Al-Haid)

Demikian penjelasan seputar adab ranjang atau senggama bagi pasangan suami istri sesuai tuntunan sunnah dan petunjuk Alloh Subhanahu wa taalaa. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Ref.: Kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza'iri, versi bahasa Indonesia

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama