Fikih Penggunaan Wadah

Fikroh.com - Dalam kehidupan manusia dari dahulu hingga hari ini, tidak lepas dari penggunaan wadah untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari, mulai dari perlengkapan dapur, wadah untuk makanan bahkan wadah untuk keperluan mandi. Disisi lain, seiring perkembangan zaman, jenis wadah juga bermacam-macam bentuk dan variasinya. Dan yang tidak kalah majunya adalah bahan yang digunakan dalam pembuatannya, mulai dari tanah sampai emas. Lalu bagaimana aturan penggunaan wadah menurut syari'at? Berikut ini beberapa aturan mengenai Hukum Seputar Wadah.

1. Hukum Asal wadah adalah halal dipakai kecuali yang telah ditetapkan pengharamannya.

Berdasarkan firman Allah -subhanahu wa ta`ala-:

(هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا)

“Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu." [Surat al Baqarah, 29]

2. Tidak boleh makan atau minum di dalam wadah emas atau perak

Berdasarkan sabda nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-:

لاَ تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ، وَلاَ تَلْبَسُوا الحَرِيرَ وَالدِّيبَاجَ، فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَكُمْ فِي الآخِرَةِ

“Janganlah kalian meminum dari wadah emas dan perak, dan janganlah kalian memakai sutera dan pakaian yang terbuat dari sutera, sesungguhnya hal itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kalian di akhirat." [Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (5633), dan Muslim (2067)]

Rasul -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

الَّذِي يَشْرَبُ فِي إِنَاءِ الفِضَّةِ إِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ نَارَ جَهَنَّمَ

“Orang yang minum dengan wadah perak maka di dalam perutnya menggelegak api neraka." [Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (5634), dan Muslim (2065)]

3. Jika tidak ditemukan selain wadah orang kafir, maka wadah itu dibersihkan dan boleh digunakan

Berdasarkan sabda nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- kepada Abu Tsa'labah:

أَمَّا مَا ذَكَرْتَ أَنَّكَ بِأَرْضِ قَوْمٍ أَهْلِ الكِتَابِ تَأْكُلُ فِي آنِيَتِهِمْ: فَإِنْ وَجَدْتُمْ غَيْرَ آنِيَتِهِمْ فَلاَ تَأْكُلُوا فِيهَا، وَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَاغْسِلُوهَا ثُمَّ كُلُوا فِيهَا

“Adapun apa yang telah engkau katakan bahwa engkau berada di tanah kaum ahlul kitab makan dengan wadah mereka, jika kalian menemukan selain wadah mereka maka janganlah kalian makan dengan wadah mereka, dan jika kalian tidak menemukan maka cucilah kemudian makanlah dengannya... [Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (5488), dan Muslim (1930)]

4. Dianjurkan menutup wadah, kendi dan yang sejenisnya, dengan membaca bismillah melakukannya sebelum tidur

Berdasarkan sabda nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-:

إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ - أَوْ أَمْسَيْتُمْ - فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَأَطْفِئُوا المَصَابِيحَ عند الرقاد ، فَإِنَّ الفُوَيْسِقَةَ رُبَّمَا جَرَّتِ الفَتِيلَةَ فَأَحْرَقَتْ أَهْلَ البَيْتِ

“Jika malam telah tiba atau kalian berada disore hari maka kumpulkanlah anak-anak kalian, sesungguhnya syaitan menyebar pada waktu itu, jika telah berlalu beberapa waktu dari malam maka kosongkanlah, tutuplah pintu dan sebutlah nama Allah, maka sesungguhnya syaitan tidak membuka pintu yang tertutup, tutuplah kendi kalian dan sebutlah nama Allah, tutuplah wadah-wadah kalian dan sebutlah nama Allah, matikanlah lentera kalian ketika tidur, karena percikan api terkadang menjalar ke sumbunya, kemudian membakar penghuni rumah." [Shahih, Hadits riwayat: Al-Bukhariy (6295), dan Muslim (2012), dan Abu Daud : 5103)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama