Apa Tujuan Utama Mempelajari Sirah Nabawiyah?

Fikroh.com - Tujuan mengkaji Sirah Nabawiyah bukan sekadar untuk mengetahui peristiwa-peristiwa sejarah yang mengungkapkan kisah-kisah dan kasus yang menarik. Karena itu, tidak sepatutnya kita menganggap kajian Fiqh Sirah Nabawiyah termasuk kajian sejarah, sebagaimana kajian tentang sejarah hidup salah seorang khalifah, atau sesuatu periode sejarah yang telah silam.

Tujuan mengkaji Sirah Nabawiyah ialah agar setiap Muslim memperoleh gambaran tentang hakikat Islam secara paripurna, yang tercermin di dalam kehidupan Nabi saw., sesudah ia dipahami secara konsepsional sebagai prinsip, kaidah dan hukum. Kajian Sirah Nabawiyah hanya merupakan upaya aplikatif yang bertujuan memperjelas hakikat Islam secara utuh dalam keteladanannya yang tertinggi, Muhammad saw.

Bila kita rinci, maka dapat dibatasi dalam beberapa sasaran berikut ini:

  1. Memahami pribadi kenabian Rasulullah saw. melalui celah-celah kehidupan dan kondisi-kondisi yang pernah dihadapinya, untuk menegaskan bahwa Rasulullah saw. bukan hanya seorang yang terkenal genial di antara kaumnya, tetapi sebelum itu beliau adalah sang Rasul yang didukung oleh Allah dengan wahyu dan taufiq dari-Nya.
  2. Agar manusia mendapatkan gambaran al-Matsal al-A'la menyangkut seluruh aspek kehidupan yang utama untuk dijadikan undang-undang dan pedoman kehidupannya. Tidak diragukan lagi, betapapun manusia mencari matsal a'la (tipe ideal) mengenai salah satu aspek kehidupan, dia pasti akan mendapatkan di dalam kehidupan Rasulullah saw. secara jelas dan sempurna. Karena itu, Allah menjadikannya qudwah bagi seluruh manusia. Firman Allah: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. (Q.S. al-Ahzab 21).
  3. Agar manusia mendapatkan, dalam mengkaji Sirah Rasulullah ini, sesuatu yang dapat membantunya untuk memahami kitab Allah dan semangat tujuannya. Sebab, banyak ayat-ayat al-Qur'an yang baru bisa ditafsirkan dan dijelaskan maksudnya melalui peristiwaperistiwa yang pernah dihadapi Rasulullah saw. dan disikapinya.
  4. Melalui kajian Sirah Rasulullah saw. ini seorang Muslim dapat mengumpulkan sekian banyak tsaqafah dan pengetahuan Islam yang benar, baik menyangkut aqidah, hukum ataupun akhlak. Sebab, tak diragukan lagi bahwa kehidupan Rasulullah saw. merupakan gambaran yang kongkret dari sejumlah prinsip dan hukum Islam.
  5. Agar setiap pembina dan da'i Islam memiliki contoh hidup menyangkut cara-cara pembinaan dan dakwah Adalah Rasulullah saw. seorang da'i, pemberi nasihat dan pembina yang baik, yang tidak segan-segan mancari cara-cara pembinaan dan pendidikan terbaik selama beberapa periode dakwahnya.

Di antara hal terpenting yang menjadikan Sirah Rasulullah saw. cukup untuk memenuhi semua sasaran ini ialah, bahwa seluruh kehidupan beliau mencakup seluruh aspek sosial dan kemanusiaan yang ada pada manusia, baik sebagai pribadi ataupun sebagai anggota masyarakat yang aktif.

Kehidupan Rasulullah saw. memberikan kepada kita contoh-contoh mulia, baik sebagai pemuda Islam yang lurus perilakunya dan terpercaya di antara kaum dan juga kerabatnya, ataupun sebagai da'i kepada Allah dengan hikmah dan nasihat yang baik, yang mengerahkan segala kemampuan untuk menyampaikan risalahnya. Juga sebagai kepala negara yang mengatur segala urusan dengan cerdas dan bijaksana, sebagai suami teladan dan seorang ayah yang penuh kasih sayang, sebagai panglima perang yang mahir, sebagai negarawan yang pandai dan jujur. dan sebagai Muslim secara keseluruhan (kaffah) yang dapat melakukan secara imbang antara kewajiban beribadah kepada Allah dan bergaul dengan keluarga dan sahabatnya dengan baik.

Maka kajian Sirah Nabawiyah tidak lain hanya menampakkan aspek-aspek kemanusiaan ini secara keseluruhan. yang tercermin dalam suri teladan yang paling sempurna dan terbaik.

[Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan al-Buthi]

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama