Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Mesut Özil Rela Tinggalkan Arsenal Demi Dukung Uyghur

Mesut Özil Rela Tinggalkan Arsenal Demi Dukung Uyghur

Fikroh.com - Apa yang dilakukan oleh Mesut Özil pada 13 Desember 2019 lalu, berbicara dan menyatakan keberpihakannya kepada Muslim Uyghur tentu tidak mudah. Dia adalah bintang. Dia pun tinggal di kawasan yg isu soal dan keagamaan dan kemanusiaan hampir mati. 

Berbicara tentang Uyghur, Özil dan atau siapa pun mempertaruhkan nama besarnya, karirnya hingga mungkin hidupnya. Kita lihat sendiri bagaimana kemudian reaksi China terhadapnya? 

Pemboikotan tayangan di China hingga pembatalan berbagai kontrak sponsor terjadi. Bahkan, sejak Özil melakukan hal itu, Özil tak lagi 'dimainkan'. Hingga pada akhirnya Özil pindah klub ke Fenerbahçe, Turki bahkan dengan grade, nilai kontrak dan penghasilan jauh di bawahnya. 

Ditambah lagi bahkan hingga beberapa hari setelah kepindahannya, Arsenal sendiri 'no comment' sampai (24/1) kemarin, baru Arsenal memposting 'dua postingan' di media sosialnya kepada Özil. 

Özil sendiri tidak mempermasalahkan itu, bahkan ia menyampaikan surat terbuka ucapan terimakasih kepada Arsenal. Bahkan pada kesempatan lain, ia menyampaikan seandainya pun ia tidak dibayar pun tidak mengapa. Yg penting baginya ia sudah menyampaikan kebenaran. 

Özil sebetulnya mengajarkan bahwa harta dan popularitas jangan sampai membutakan hati kita. Kita takut kehilangan harta, polularitas, pekerjaan, teman karena berkata benar. Tapi, kita sering tidak takut kehilangan satu hal: hati. 

Mungkin, kita tak bisa seperti Özil. Tak bisa seperti yg aktivis kemanusiaan yg concern dengan penderitaan saudara Muslim Uyghur. Tapi masa kita diam saja atau bahkan membenarkan dan malah membela China? Mengatakan Uyghur baik-baik saja.

Kenapa? Takut miskin? Takut tak populer? Takut dicap radikal? Takut mati? 

Berdoa saja, silakan. Berdoa adalah sangat baik. Namun, jika dan hanya jika kita memilih menjadi orang yg memiliki selemah-lemahnya iman. Karena orang yg tidak lemah imannya, ia tidak akan memilih untuk hanya diam dan hanya berdoa.