Fikroh.com - Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan mengenai pentingnya sikap hati-hati dan buah yang akan didapatkan. Lalu bagaimana Dampak buruk yang akan ditimbulkan dari sikap tergesa-gesa?

Sikap tergesa-gesa akan mengakibatkan berbagai dampak buruk di antaranya:

1. Menyebabkan kebinasaan dan kehancuran terutama sikap tergesa-gesa dalam hal beragama, Seperti sikap seseorang yang ingin menegakkan semua kewajiban agama dalam waktu yang sangat singkat, tanpa memperhatikan proses dan tahapan yang mesti dilewatinya, sehingga ia mengalami kerusakan fisik dan mental, bahkan akhirnya mati dengan penuh kehinaan. Rasulullah saw. bersabda, 'Sesungguhnya agama ini sangat kuat, maka masuklah ke dalam agama ini dengan lemah lembut. Sesungguhnya unta yang dipacu terlalu kencang akan mati di tengah jalan, sehingga jarak yang ditempuh belum seberapa jauh, dan ia sendiri mengalami kematian.” (HR. Al-Bazzar)

Sikap tergesa-gesa hanya akan membuat kita semakin jauh dari tujuan dan cita-cita kita, bahkan seringkali kita mendapatkan yang sebaliknya dari apa yang kita cita-citakan. Dalam kaidah fiqih dan dakwah dikatakan, ”Barangsiapa tergesa-gesa menuai sesuatu sebelum waktunya, maka ia akan terhalang mendapatkan apa yang dicita-citakan sebagai hukuman atas kesalahan dirinya. Seperti seorang yang tergesa-gesa mendapatkan harta warisan dengan membunuh orang tuanya, maka ia akan terhalang mendapatkan harta warisan, bahkan ia akan mendapatkan hukuman qishash sebagai sanksi atas dirinya. Seperti sekelompok orang yang tergesa-gesa mendirikan daulah Islamiyah dengan mengangkat semata sebelum waktunya, sehingga pasukan thaghut membantai mereka dan meluluhlantakkan tempat persembunyian mereka. 

2. Sikap tergesa-gesa akan menyebabkan kejenuhan, kelelahan dan ketidakmampuan dalam beramal dan beraktivitas. Oleh karena itulah, Allah memerintahkan kepada kita agar melakukan semua aktivitas secara bertahap, sedikit demi sedikit, namun kita melaksanakannya secara kontinyu. Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara kontinyu meskipun hanya sedikit." (HR. Bukhari-Muslim) 

Langkah terapi tuntuk Menumbuhkan Sikap Berhati-Hati dan Menghilangkan Sikap tergesa-gesa.

Ada banyak langkah untuk merealisasikan sikap di atas di antaranya adalah: 

a. Menyadari berbagai dampak buruk dari sikap tergesa gesa Kesadaran ini akan membuat kuta tidak tergesa-gesa dalam melakukan semua aktivitas karena khawatir akan mengalami berbagai dampak buruk yang diakibatkannya. 

b. Mengetahui berbagai manfaat dari sikap kehati-hatian dan kewaspadaan dalam melakukan semua aktivitas kita. Pengetahuan ini akan memberikan motivasi pada diri kita untuk melakukan semua aktivitas dengan penuh kehati-hatian kewaspadaan agar bisa meraih keuntungan dan manfaat yang besar dari apa yang kita lakukan.

c. Memperhatikan pesan-pesan Al-Qur’an, baik yang tersurat maupun yang tersirat, mengenai pentingnya sikap hati-hati dan waspada serta tercelanya sikap tergesa-gesa dalam melakukan berbagai aktivitas. Firman-Nya, Telah Aku turunkan kepadamu ayat-ayat-Ku, karena itu janganlah kamu meminta-Ku mendatangkan adzab dengan segera." (Al-Anbiya': 37)

d. Memperhatikan pesan-pesan dan teladan Nabawiyah dalam melakukan berbagai aktivitas keduniaan dan keagamaan. Rasulullah ww. senantiasa melakukannya dengan penuh kehati hatian dan jauh dari ketergesaan. Beliau juga menyerukan agar kita senantiasa bersikap hati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam mengelola semua urusan. Beliau bersabda, “Sikap berhali-hati itu dari Allah dan sikap tergesa-gesa itu dari setan.” (HR. Baihaqi)

e. Meneladani ulama salaf dalam menangani semua urusan. Seperti ketika diminta fatwa mengenai suatu permasalahan, mereka bersikap hati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam memberikan fatwa sebelum mengetahui dengan jelas semua aspek permasalahan tersebut.

f. Senantiasa berkonsultasi dengan orang yang lebih berpengalaman agar kita bisa mengelola semua urusan dengan sebaik-baiknya. Allah Ta'ala berfirman,

”Maka bertanyalah kepada orang-orang yang memiliki pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui." (Al-Anbiya': 7)

g. Menetapkan strategi yang baik dan menyusun perencanaan yang matang serta bekerja berdasarkan strategi dan perencanaan yang telah ditetapkan itu, sehingga tidak cenderung reaktif terhadap berbagai peristiwa yang terjadi, yang seringkali menimbulkan kepanikan dan ketergesaan dalam mengelola berbagai urusan. 

h. Berusaha mengendalikan nafsu dan melatih kecerdasan emosional kita sehingga mampu bersabar dalam menghadapi berbagai Urusan, mengambil keputusan yang tepat dan melakukan tindakan dengan penuh hati-hati dan waspada. Wallahu a'lam.

Penutup

Semoga dengan uraian diatas dapat kita fahami akan bahaya dan dampak buruk dari sifat tergesa-gesa. Dan semoga Alloh senantiasa membimbing kita untuk selalu bersikap hati-hati.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama