Fikroh.com - Nama lengkapnya Sayyid Manshur bin Mujahid bin Thalhah. Beliau adalah salah satu keturunan Rasulullah ﷺ dari jalur Imam Husain. Ia lebih dikenal dengan sebutan Basyaiban. Ia seorang 'allamah, syahid dan shalih, mujahid fi sabilillah.

Kehidupan Saat Belia

Sayyid Manshur lahir di Surabaya pada 1302 H, dan menuntut ilmu di kota itu, di bawah asuhan para ulama dari keluarga Ba’alawi. Ia berhasil menghafal Al Qur`an. Lalu ia menguasai ilmu-ilmu bahasa Arab, fiqih dan ushulnya dengan bimbingan Habib Abdullah bin Syeikh Bilfaqih dan lainnya.

Mengambil Tarekat dari Kyai Khalil

Kemudian, Sayyid Manshur menyeberang menuju Bangkalan Madura untuk mrnunutut ilmu kepada Kyai Khalil, dan bermulazamah kepadanya, serta mengambil tarekat darinya.

Menuntut Ilmu di Makkah

Sayyid Manshur lants melakukan perjalalan ke Makkah dalam rangka melaksanakan ibadah haji selama beberapa kali. Dalam perjalanan haji yang pertama, Sayyid Manshur bernukum di Makkah dan menuntut ilmu kepada beberapa ulama. Di antara ulama yang menjadi guru Sayyid Manshur adalah Syeikh Allamah Muhammad bin Sulaiman Hasbullah dan Syeikh Umar Bajunaid, mufti Makkah serta para ulama lainnya.

Kembali ke Surabaya

Setelah menuntut ilmu di Makkah, Sayyid Manshur kembali ke Surabaya dan mendirikan masjid serta pesantren untuk para penuntut ilmu. Aktivitas Sayyid Manshur setelah itu adalah mengajar, menyampaikan fatwa serta berdakwah. Masyarakat dari berbagai tingkatan pun menyukai Sayyid Manshur dan menghormatinya. Sayyid Manshur juga menjadi rujukan dalam berbagai masalah. Namun, memiliki pengaruh yang amat kuat, Sayyid manshur tetap hidup dalam keadaan zuhud.

Melawan Penjajahan Jepang

Tatkala pasukan Jepang memasuki pulau Jawa dan melakukan penjajahan, Sayyid Manshur adalah salah satu tokoh yang terang-terangan melakuakn perlawanan terhadap para penjajah itu, dan melakukan usaha-usaha untuk melakukan jihad melawan mereka. Hingga akhirnya pihak Jepang menangkap Sayyid Manshur. Dan akhirnya, pihak Jepang membunuh Sayyid Manshur saat berada dalam penjara setelah memperolah berbagai macam siksaan. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1360 H. Semoga Allah merahmatinya.

*/Disadur dari kitab Tashfnif Al Asma` (2/696, 697) karya Syeikh Mahmud Sa’id Mamduh, berdasarkan keterangan dari Syeikh Yasin Al Fadani, selaku murid dari Sayyid Manshur

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama