Bantahan Kiai Mbah Riyan Atas Argumen K.imad Di Perkara Nasab
FIKROH.COM - Syaikh Supriyanto atau dikenal dengan nama Mbah Riyan menutup karyanya tentang polemik nasab yang berjudul "Al Khulashoh An Nafisah Fi Nisbati Abna'i Ahmad" (link kitabnya kami sertakan pada akhir tulisan ini) dengan kesimpulan berikut:
أن كل نسابة في كل طبقة لم يستوعب ذكر الأشخاص، فأحيانا لا يذكر تماما ، تماما ، وأحيانا ينقص، وأحيانا يزيد. قلت: فليس كل ما يقع يقال، وليس كل ما يقال يكتب، وليس كل ما يكتب يصيب ؛ فليس عدم الذكر عدم الوجود، كما أن عدم العلم ليس علما بالعدم، فالعالم حجة على الجاهل، فزيادة الثقة مقبولة. وفوق كل ذي علم عليم. والله أعلم.
"Sesungguhnya setiap ahli nasab pada setiap generasi TIDAK MENCAKUP penyebutan SELURUH INDIVIDU. Terkadang ia sama sekali tidak menyebut seseorang, terkadang ada yang terlewat, dan terkadang ada pula tambahan.
AKU BERKATA: TIDAK SETIAP HAL YANG TERJADI HARUS DICERITAKAN, TIDAK SETIAP YANG DICERITAKAN HARUS DITULIS, DAN TIDAK SETIAP YANG DITULIS PASTI BENAR. Karena itu, TIDAK DISEBUTKANNYA sesuatu bukan berarti sesuatu itu TIDAK ADA, sebagaimana KETIDAKTAHUAN terhadap sesuatu bukanlah bukti bahwa sesuatu itu TIDAK ADA. Orang yang berilmu merupakan hujah atas orang yang tidak mengetahui, dan tambahan informasi yang dibawa oleh perawi atau orang yang terpercaya dapat diterima. Di atas setiap orang yang berilmu masih ada Yang Maha Mengetahui. Dan Allah lebih mengetahui".
أن كتب الأنساب القديمة المخطوطة لا تزال كثيرة، وبعضها مفقودة؛ فمن القصور والمجازفة جدا نفي صحة نسب شخص ما بحجة عدم ذكره في كتب، مع كون هذه الكتب لا تزال على صورها المخطوطة التي لم يطلع عليها بل بعضها قد يكون ضائعا مندرسا. والله أعلم.
"Bahwa kitab-kitab nasab klasik yang masih berupa manuskrip jumlahnya masih sangat banyak, bahkan sebagian di antaranya telah hilang. OLEH KARENA ITU, merupakan suatu kelalaian KELALAIAN dan tindakan yang GEGABAH jika MENOLAK KEABSAHAN NASAB seseorang hanya dengan alasan namanya TIDAK DISEBUTKAN dalam beberapa kitab. Sebab, kitab-kitab tersebut sebagian besar masih berupa naskah manuskrip yang belum diteliti secara menyeluruh, bahkan sebagian lainnya mungkin telah hilang atau musnah. Wallahu A'lam.
Link kitab rujukan Download Disini
Sumber: Muhammad Salim Kholili
