Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ternyata Ini Waktu Terbaik untuk Membaca Istighfar Menurut Al-Quran dan Sunnah

Ternyata Ini Waktu Terbaik untuk Membaca Istighfar Menurut Al-Quran dan Sunnah

Fikroh.com - Istighfar merupakan salah satu ibadah lisan yang memiliki kedudukan sangat agung dalam Islam. Kata istighfar berasal dari akar kata غفر (ghafara) yang berarti menutupi, menghapus, melindungi, dan mengampuni. Dengan demikian, istighfar berarti memohon kepada Allah ﷻ agar dosa-dosa seorang hamba ditutupi, dihapuskan, dan diampuni.

Al-Qur'an dan Sunnah menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya dilakukan ketika seseorang melakukan dosa, tetapi menjadi ibadah harian yang senantiasa menghiasi kehidupan orang-orang beriman. Bahkan Rasulullah ﷺ yang telah dijamin ampunan atas dosa-dosanya tetap memperbanyak istighfar setiap hari sebagai bentuk ketundukan, rasa syukur, dan penyucian jiwa.

Artikel ini mengulas waktu-waktu terbaik membaca istighfar berdasarkan dalil Al-Qur'an dan hadis-hadis shahih, sehingga seorang muslim dapat mengamalkannya sesuai tuntunan Nabi ﷺ.

Pendahuluan


Setiap manusia tidak akan pernah luput dari dosa dan kesalahan. Tidak ada manusia yang sempurna selain para nabi yang dijaga oleh Allah. Oleh karena itu, pintu taubat dan istighfar selalu dibuka seluas-luasnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

 كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

"Setiap anak Adam pasti banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang banyak bertaubat." (HR. Tirmidzi no. 2499, hasan)

Allah ﷻ juga memerintahkan kaum mukminin agar memperbanyak istighfar.

Allah berfirman:

 وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗإِنَّ اللّٰهَ غَفُورٌ رَّحِيْمٌ

"Mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Muzzammil: 20)

Istighfar bukan sekadar lafaz أستغفر الله, tetapi merupakan ungkapan kerendahan hati, penyesalan atas dosa, pengakuan terhadap kelemahan diri, dan harapan besar terhadap rahmat Allah.

Menariknya, Rasulullah ﷺ mengajarkan beberapa waktu yang memiliki keutamaan khusus untuk memperbanyak istighfar.

1. Sepertiga Malam Terakhir (Waktu Sahur), Waktu Paling Mustajab untuk Beristighfar


Inilah waktu yang paling utama untuk memperbanyak istighfar.

Allah memuji orang-orang bertakwa dengan firman-Nya:

 وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

"Dan pada waktu sahur mereka memohon ampun kepada Allah." (QS. Adz-Dzariyat: 18)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang saleh menjadikan penghujung malam sebagai waktu khusus untuk bermunajat kepada Allah.

Keutamaan waktu ini semakin ditegaskan dalam hadis shahih.

Rasulullah ﷺ bersabda:

 يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ؟ وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ؟


"Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri. Dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni." (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758)

Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa waktu sahur merupakan saat paling mulia untuk memperbanyak istighfar, doa, dan munajat.

2. Segera Setelah Melakukan Dosa


Kesalahan tidak boleh membuat seseorang putus asa.

Sebaliknya, dosa harus segera diikuti dengan taubat dan istighfar.

Allah berfirman:

 وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُورًا رَّحِيمًا

"Barang siapa melakukan kejahatan atau menzalimi dirinya sendiri kemudian memohon ampun kepada Allah, niscaya ia akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisa': 110)

Allah juga memuji orang-orang bertakwa:

 وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ

"Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka. (QS. Ali 'Imran: 135)

Ayat ini menunjukkan bahwa ciri orang bertakwa bukan tidak pernah berbuat salah, melainkan segera kembali kepada Allah ketika terjatuh dalam dosa.

3. Setelah Menyelesaikan Shalat Fardhu


Mungkin sebagian orang bertanya, mengapa setelah selesai shalat justru membaca istighfar?

Padahal shalat adalah ibadah yang sangat mulia.

Para ulama menjelaskan bahwa istighfar setelah shalat berfungsi untuk menutupi berbagai kekurangan dalam pelaksanaan shalat, seperti kurang khusyuk, lalai, atau hadirnya bisikan-bisikan hati.

Rasulullah ﷺ apabila selesai shalat selalu membaca:

 أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ


Sebanyak tiga kali.

Kemudian beliau membaca:

 اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

"Ya Allah, Engkaulah Dzat Yang Maha Sejahtera dan dari-Mu segala keselamatan. Maha Suci Engkau wahai Dzat Yang memiliki keagungan dan kemuliaan." (HR. Muslim no. 591)

Ini menjadi sunnah yang sangat dianjurkan setelah setiap shalat wajib.

4. Sepanjang Hari Sebagai Dzikir Harian


Istighfar bukan ibadah musiman.

Ia merupakan dzikir yang senantiasa dilakukan Rasulullah ﷺ.

Beliau bersabda:

 وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

"Demi Allah, sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari." (HR. Bukhari no. 6307)

Dalam riwayat lain disebutkan:

 إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِي، وَإِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ

"Sesungguhnya terkadang ada sesuatu yang menutupi hatiku, maka aku beristighfar kepada Allah seratus kali setiap hari." (HR. Muslim no. 2702)

Jika Rasulullah ﷺ saja yang maksum memperbanyak istighfar setiap hari, maka tentu kita yang penuh dosa jauh lebih membutuhkan istighfar.

5. Saat Menghadapi Musibah, Kesempitan Hidup, dan Sulit Rezeki


Istighfar bukan hanya menghapus dosa.

Ia juga menjadi sebab datangnya keberkahan hidup.

Nabi Nuh berkata kepada kaumnya:

 فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ۝ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

"Maka aku berkata kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu." (QS. Nuh: 10–12)

Ayat ini menunjukkan bahwa istighfar dapat menjadi sebab turunnya berbagai bentuk karunia Allah, selama dilakukan dengan taubat yang tulus dan disertai ketaatan.

6. Menjelang Tidur


Menutup hari dengan istighfar merupakan kebiasaan yang baik. Seorang mukmin hendaknya mengevaluasi amalnya setiap malam, mengingat dosa yang mungkin dilakukan sepanjang hari, lalu memohon ampun kepada Allah sebelum memejamkan mata.

Perlu dicatat bahwa terdapat riwayat yang beredar mengenai keutamaan membaca istighfar seratus kali sebelum tidur dengan pahala tertentu, namun riwayat tersebut diperselisihkan dan tidak termasuk hadis shahih yang masyhur. Karena itu, lebih tepat jika kita berpegang pada anjuran umum untuk memperbanyak istighfar kapan saja, termasuk sebelum tidur, tanpa mengaitkannya dengan keutamaan khusus yang tidak memiliki dasar yang kuat.

Keutamaan Istighfar yang Luar Biasa

Allah mencintai hamba yang senantiasa bertaubat.

Firman Allah:

 إِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:
 مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

"Barang siapa membiasakan istighfar, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesusahan, kelapangan dari setiap kesempitan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud no. 1518; dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Hadis ini menunjukkan besarnya pengaruh istighfar dalam kehidupan seorang mukmin, baik dalam urusan agama maupun dunia.

Penutup


Istighfar merupakan amalan sederhana tetapi memiliki dampak yang sangat besar. Ia menghapus dosa, menenangkan hati, membuka pintu rezeki, mengangkat kesulitan, serta mendekatkan seorang hamba kepada Rabbnya. Al-Qur'an dan Sunnah mengajarkan bahwa meskipun istighfar boleh dibaca kapan saja, terdapat waktu-waktu yang lebih utama, yaitu pada sepertiga malam terakhir, segera setelah melakukan dosa, setelah shalat fardhu, sepanjang hari sebagai dzikir rutin, ketika menghadapi kesempitan hidup, dan sebelum tidur sebagai penutup aktivitas harian.

Marilah kita meneladani Rasulullah ﷺ yang beristighfar lebih dari seratus kali setiap hari. Jangan menunggu menjadi manusia sempurna untuk kembali kepada Allah. Justru karena kita penuh kekurangan, kita membutuhkan istighfar setiap saat. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang gemar beristighfar, dicintai karena taubatnya, dan memperoleh ampunan serta rahmat-Nya di dunia dan akhirat. Aamiin.