Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Orang yang Puasa Arafah, Tidak Akan Mati Setahun Kedepan?

Orang yang Puasa Arafah, Tidak Mati Setahun Kedepan?

Fikroh.comOrang yang puasa arafah, tidak mati setahun kedepan? Mungkin sebagian kita kaget dengan judul pada tulisan ini. Benarkah demikian orang yang melakukan puasa arafah tidak akan mati alias tetap hidup sampai setahun kedepan?

Untuk menjawab pertanyaan diatas maka anda harus menyimak keterangan dibawah ini hingga tuntas.

Apakah benar orang yang melakukan puasa sunnah arafah tidak mati sampai satu tahun kedepan? Demikian penjelasan Ibnu ‘Abbās. Sebab Rasulullah ﷺ memberi kabar gembira bahwa siapapun yang berpuasa Arafah, maka dosa dua tahun akan dihapus, yakni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Jika dosa setahun yang akan datang dikatakan akan dihapus, maknanya sampai setahun yang akan datang dia akan masih hidup insya Allah

Al-Bakrī  berkata:

 قال ابن عباس - رضي الله عنهما - وهذه بشرى بحياة سنة مستقبلة لمن صامه، إذ هو - صلى الله عليه وسلم - بشر بكفارتها، فدل لصائمه على الحياة فيها، إذ هو - صلى الله عليه وسلم - لا ينطق عن الهوى إن هو إلا وحي يوحى)إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين (2/ 300(

Artinya: “Ibnu ‘Abbās raḍiyallāhu ‘anhumā berkata, ‘Ini adalah kabar gembira untuk hidup sampai satu tahun yang akan datang bagi siapapun yang bisa berpuasa tanggal 9 Zulhijah. Sebab Rasulullah ﷺ memberi kabar gembira penghapusan dosa setahun yang akan datang. Jadi, hal itu menunjukkan orang yang berpuasa tanggal 9 Zulhijah akan hidup di tahun itu. Sebab Rasulullah ﷺ tidak berbicara dari hawa nafsu. Apa yang beliau ucapkan adalah dari wahyu” (I’ānatu al-ṭālibīn, juz 2 hlm 300)

Lantas bagaimana jika ternyata mati padahal sudah puasa arafah? Jika ada orang yang sudah puasa Arafah tahun lalu dan sudah wafat sekarang, berarti kita harus husnuzan kepada Allah bahwa itu adalah yang terbaik untuk hamba tersebut. 

Bisa jadi amal saleh beliau yang sudah wafat itu sudah cukup untuk membuat Allah menjadi rida dan membuat masuk surga. 

Jika umur ditambah, bisa jadi peluang salah semakin banyak, dosanya makin bertambah, dan kekeliruannya menumpuk. Lama-lama kesalahan itu menyusul banyaknya amal saleh, sampai melebihinya dan itu bisa menjerumuskannya ke neraka. 

Jadi, dihentikan umur berarti anugerah besar yang jauh lebih baik daripada ditambahi kenikmatan duniawi seperti bertambahnya umur setahun, dua tahun atau 10 tahun sekalipun. Wallahu a'lam.

Keistimewaan Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah salah satu amalan istimewa yang terdapat di Bulan Dzulhijjah. Mengingat keutamaannya yang besar, sangat disayangkan bila terlewat dan ditinggalkan. Puasa arafah ini dilaksanakan pada hari Arafah, tepatnya tanggal 9 Dzulhijjah. Hari di mana umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji berkumpul di Padang Arafah, untuk melaksanakan wukuf sebagai salah satu rangkaian dari ibadah Haji.

Asal Usul Disyariatkan Puasa Arafah 

Para ulama sepakat bahwa, Puasa Arafah adalah puasa tathawu' (sunnah) yang sangat dianjurkan, untuk dilaksanakan oleh seluruh umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah Haji. 

Arafah sendiri merupakan sebuah nama tempat di Mekkah. Selain nama tempat, Arafah juga merupakan nama hari pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepatnya satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha.

Arafah memiliki arti sebagai ‘keyakinan’. Bertepatan pada hari di mana Nabi Ibrahim as. yakin bahwa mimpinya adalah benar perintah Allah yang harus dijalankan. Untuk mengenang hari di mana Nabi Ibrahim yakin akan perintah Allah, dikenang dengan nama Arafah. 

Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 428) berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi'i’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl.”

Ibnu Muflih dalam Al Furu’ -yang merupakan kitab Hanabilah- (3: 108) mengatakan, “Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.”

Adapun puasa arafah tahun ini (2021) akan jatuh pada hari senin tanggal 19 Juli 2021 M. Semoga kita semua mampu menjalankan puasa sunnah arafah dan puasa-puasa sunnah lainnya. Aamiin