Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Sejarah Munculnya Sekolah Kuttab

Sejarah Munculnya Sekolah Kuttab

Fikroh.com - Islam sangat memperhatikan pendidikan anak. Hal itu bisa kita ketahui dari berbagai ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ yang berbicara tentang pendidikan anak. Misalnya pendidikan keimanan yang Rasulullah ﷺ tanamkan kepada para sahabat yang masih kecil menjelang balig, dorongan kepada para orang tua untuk memerintahkan shalat, pendidikan adab, perintah beliau kepada para tawanan perang Badar agar setiap orang dari mereka mengajarkan menulis kepada sepuluh anak untuk menebus pembebasan diri mereka, dan lain sebagainya.

Pada mulanya, Rasulullah ﷺ dan para sahabat memberikan pengajaran tidak di tempat tertentu yang dikhususkan sebagai tempat pengajaran. Mereka mengajar di mana saja, kadang di rumah-rumah, tempat-tempat perkumpulan, dan lebih banyaknya di masjid. Rasulullah ﷺ secara rutin mengajar para sahabatnya di masjid. Para ahli sejarah mencatat bahwa orang yang pertama kali mengumpulkan anak-anak di tempat belajar khusus yang disebut dengan Kuttab/Maktab adalah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. 

Dr. Abdul Hadi Hamitu berkata :

وَقَدْ نَصَّ عَدَدٌ مِنَ الْمُؤَرِّخِيْنَ لِهَذَا الشَّأْنِ أَنَّ سَيَّدَنَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رضي الله عنه أَوَّلُ مَنْ جَمَعَ الصِّبْيَانَ فِي الْمَكْتَبِ، وَأَنَّهُ أَمَرَ عَامِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ الْخُزَاعِي أَنْ يُلَازِمَ تَعْلِيْمَ الصِّبْيَانِ بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ إِلَى الضُّحَى الْأَعْلَى، ثُمَّ مِنَ الظُّهْرِ إِلَى صَلَاةِ الْعَصْرِ، وَيُسَرِّحُهُمْ فِي بَقِيَّةِ النَّهَارِ.

“Sungguh sejumlah ahli sejarah untuk perkara ini telah mencatat bahwa tuan kita Umar bin Khattab rahiyallahu ‘anhu adalah orang yang pertama mengumpulkan anak-anak di Maktab, dan bahwa ia memerintahkan Amir bin Abdillah Al-Khuza’i untuk secara terus menerus mengajar anak-anak setelah shalat shubuh sampai waktu dhuha yang paling tinggi, kemudian dari zuhur sampai ashar, dan mengistirahatkan mereka di sisa waktu siang tersebut.” (Hayatul Kuttab wa Adabiyyat Al-Mahdharah, hal. 30).

Syekah Muhammad Thahir bin Asyur juga menyebutkan :

فَاسْتَمَرَّ النَّاسُ يُعَلِّمُوْنَ الصِّبْيَانَ الْقُرْآنَ بِطُرُقٍ مُخْتَلِفَةٍ بِحَسْبِ الْإِمْكَانِ، وَأَوَّلُ مَنْ جَمَعَ الصِّبْيَانَ فِي الْمَكْتَبِ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَأَقَامَ عَامِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ الْخُزَاعِي أَنْ يُلَازِمَهُمْ لِلتَّعْلِيْمِ وَجَعَلَ لَهُ رِزْقًا مِنْ بَيْتِ الْمَالِ وَأَمَرَهُ أَنْ يَجْلِسَ لِلتَّعْلِيْمِ بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ إِلَى الضُّحَى الْعَالِي، وَمِنْ صَلَاةِ الظُّهْرِ إِلَى صَلَاةِ الْعَصْرِ، وَيَسْتَرِيْحُوْنَ بَقِيَّةَ النَّهَارِ. وَلَمَّا رَجَعَ عُمَرُ مِنْ تَفَقُّدِهِ بِلَادَ الشَّامِ رُتِّبَ لِلصِّبْيَانِ الْمُتَعَلِّمِيْنَ الاِسْتِرَاحَةَ يَوْمَي الْخَمِيْسِ وَالْجُمُعَةِ مِنْ كُلِّ أُسْبُوْعٍ.

“Maka orang-orang (para sahabat) terus menerus mengajarkan anak-anak Al-Qur’an dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan kondisinya, dan orang yang pertama kali mengumpulkan anak-anak di Maktab adalah Umar bin Khattab dan ia mengangkat Amir bin Abdillah Al-Khuza’i untuk senantiasa bersama mereka untuk memberikan pengajaran dan menetapkan untuknya rizki (upah) dari Baitul Mal, dan memerintahkannya untuk duduk mengajar setelah shalat Shubuh sampai waktu dhuha yang meninggi, dan dari shalat zuhur sampai shalat ashar, dan mereka beristirahat di sisa siang tersebut. Dan ketika Umar pulang dari mengamati negeri Syam, ditetapkanlah bagi anak-anak para pelajar untuk beristirahat (libur) selama dua hari, yaitu hari kamis dan jum’at dari setiap pekan.” (Alasa Ash-Shubhu bi Qorib, hal. 49).

Dengan ini, dapat dikatakan pula bahwa Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang pertama kali membangun sekolah di dalam Islam, sebagaimana disebutkan oleh An-Nafzawi ketika mensyarah kitab fiqih Risalah Abu Zaid Al-Qairawani (Lihat Hayatul Kuttab wa Adabiyyat Al-Mahdharah, hal. 31).

Oleh: Muhammad Atim