Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Sungai Efrat dan Kaitannya dengan Hari Kiamat

Sungai Efrat dan Kaitannya dengan Hari Kiamat

Fikroh.com - Sungai Efrat (Sungai Al-Furat dalam Bahasa Arab) adalah salah satu sungai besar di Timur Tengah. Sungai ini diambil dari kata Al-Furat yang bermakna air paling segar. Sungai Efrat bersama Tigris merupakan sungai yang bersumber dari Pegunungan Armenia. Berhulu di Anatolia, Turki, panjangnya mencapai 2700 km lebih yang lalu bermuara di Teluk Persia. Karena sangat panjang, sungai Efrat melewati beberapa negara yaitu Turki, Suriah, dan Irak. Dua anak sungainya, yakni Al-Balikh dan Al-Khabur sudah mengering. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda tentang sungai ini.

“Hari Kiamat takkan terjadi sebelum Sungai Efrat mengering dan menyingkapkan Gunung Emas yang mendorong manusia berperang. 99 dari 100 orang akan tewas (dalam pertempuran), dan setiap dari mereka berkata, ‘Mungkin aku satu-satunya yang akan tetap hidup’.” [H.R. Al Bukhari].

Dalam riwayat lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sudah dekat suatu masa di mana sungai Efrat akan surut airnya lalu tampak perbendaharaan emas, maka barang siapa yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun dari harta itu.” [H.R. Al Bukhari Muslim].

Sungai Efrat akhir-akhir ini menjadi perbincangan sejak kota Raqqa di Suriah diduduki oleh kelompok ISIS yang berasal dari Irak. Turki lalu melakukan pemboikotan dengan langsung menutup bendungan Ataturk di hulu sungai Efrat. Akibatnya, daerah yang dikuasai ISIS di Irak menjadi kering.

Bersama dengan sungai Tigris, sungai Efrat sering disebut-sebut dalam sejarah agama-agama. Di sinilah dulunya berdiri peradaban-peradaban kuno Mesopotamia (mesos: tengah, potamos: sungai). Salah satu peradaban yang paling terkenal di lembah sungai Efrat adalah Babilonia.

Babilonia berdiri sekitar tahun 2000 SM. Babilonia Kuno mencapai puncak kejayaan pada masa Raja Hammurabi yang mengeluarkan Kitab Hammurabi sebagai undang-undang tertulis yang pertama. Isinya 4.000 baris mengenai masalah pendidikan, masalah hak milik, masalah keluarga, masalah tentara, masalah perkawinan, dan masalah utang piutang.

Babilonia Kuno sepeninggal Hammurabi lalu ditaklukkan oleh bangsa-bangsa sekitarnya.

(Ristyandani)


Sumber: Majalah Tashfiyah edisi 43, volume 04, 1436 H – 2015 M, rubrik Ensiklopedia.