Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Begini Langkah-langkah Memotong Ayam yang Benar Dalam Islam

Begini Langkah-langkah Memotong Ayam yang Benar Dalam Islam

Fikroh.com - Dewasa ini daging ayam menjadi lauk pauk sehari-hari yang cukup digemari masyarakat Indonesia. Selain dagingnya yang enak juga karena harga dan cara mendapatkannya cukup mudah. Ayam termasuk binatang yang halal menurut islam. Meskipun pada awalnya daging ayam halal namun jika cara mendapatkan dan cara mengolahnya tidak benar bisa menjadi haram. Dan salah satu penentu halal dan tidaknya daging ayam adalah saat proses penyembelihan. 

Mengapa bisa menjadi tidak halal? Sebab titik kritis dalam proses memperoleh daging adalah saat penyembelihan. Salah satu syarat pemotongan ayam menjadi halal adalah jika memotong atau menyayat 3 saluran, yaitu saluran nafas, saluran makan dan pembuluh darah kiri dan kanan yang ada di bagian leher.

Maka teknik dan langkah-langkah menyembelih ayam yang sesuai syariat bisa dijelaskan sebagai berikut:

  1. Membaca Basmalah. Sembelihlah ayam dengan Menyebutkan nama Allah atau membaca basmalah (Bismillahirrahmanirrahim)

  2. Lakukan pemotongan pada pangkal leher ayam dengan cara memutuskan saluran pernafasan (trakhea/hulqum), saluran makan (esofagus/mari’) dan dua urat lehernya (pembuluh darah di kanan dan kiri leher/wadajain) dengan sekali sayatan tanpa mengangkat pisau. 
  3. Proses penyembelihan dilakukan dari leher bagian depan diantara ruas tulang leher ke 2 dan ke 3 serta tidak memutus tulang leher.  
  4. Pisau yang digunakan harus setajam mungkin dan dalam keadaan bersih. Agar bisa dipastikan bahwa matinya ayam disebabkan oleh penyembelihan tersebut.
  5. Darah ayam dibiarkan keluar dengan waktu minimal 3 menit sebelum proses berikutnya (lebih baik dalam posisi digantung untuk memaksimalkan pengeluaran darah).
  6. Tidak memasukkan ayam ke dalam bak yang berisi air panas untuk proses cabut bulu sebelum ayam benar-benar telah mati. Karena cara demikian seolah-olah ayam mati tenggelam, bukan mati karena disembelih.

Syarat-syarat sah Menyembelih Ayam

Ada beberapa syarat penyembelihan ayam agar menjadi halal

1. Kondisi Ayam Sehat dan Bersih

Ada baiknya sebelum menyembelih agar dipastikan bahwa ayam yang akan disembelih harus dalam keadaan hidup, sehat, dan bersih serta disunnahkan untuk dihadapkan ke arah kiblat.

2. Alat yang Tajam

Alat penyembelihan harus tajam, sehingga dapat mengalirkan darah, berdasarkan sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Rafi’ bin Khadij. Ia berkata:

يَا رَسُوْلُ اللهِ اِنَّا لاَقُوْا العَدُوَ غَدًا وَلَيْسَ مَعَنَا مُدًى قاَلَ ماَ اَنْهَرَ الدَمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ فَكُلْ لَيْسَ السِنَ وَالظُفْرَ وَسَأُحَدِثُكَ أَماَ السِنُ فَعَظْمٌ وَاَمَا الظُفْرُ فَمُدَى الْحَبَشَةِ [رواه أحمد والبيهقي]

Artinya: “Ya Rasulullah sesungguhnya kami besok akan berhadapan dengan musuh dan kami tidak mempunyai pisau (untuk sembelih). Maka Nabi saw bersabda: Apa saja yang bisa mengalirkan darah dan disebutkan atasnya nama Allah, makanlah (sembelihan tersebut) apabila yang dipakai untuk penyembelihan itu bukan dengan gigi dan kuku. Dan saya akan menerangkan itu kepadamu. Adapun gigi itu adalah tulang dan adapun kuku itu adalah pisau menurut kaum Habasyah.” [HR. Ahmad dan al-Baihaqi]

2. Membaca Basmalah

Sembelihan dengan Menyebutkan nama Allah atau membaca basmalah saja, berdasarkan firman Allah SWT dalam surat al-An’am (6): 121;

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ [الأنعام (6): 121]

Artinya: “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-arang yang musyrik.”

3. Memotong tenggorokan dan dua urat leher dalam satu gerakan.

4. Penyembelih adalah seorang muslim berakal yang sudah baligh. Madzhab Hanafi membolehkan penyembelih adalah seorang ahli kitab.

Adab-adab Menyembelih

Selain harus terpenuhinya syarat-syarat di atas saat penyembelihan, juga harus diperhatikan pula adab atau etika kepada hewan tersebut saat akan disembelih, seperti:

  • Tidak menyembelih dengan alat sembelihan yang tumpul sehingga lebih terasa sakitnya dan lama matinya
  • Tidak menampakkan alat sembelihan di hadapan hewan yang akan disembelih
  • Tidak menguliti sebelum matinya sempurna, termasuk memasukkannya ke dalam air panas untuk cabut bulu.
Dalam hal ini, ada hadis nabi yang menelaskan sebagai berikut:

Hadis dari Syadad bin Aus, bahwa Rasulullah saw bersabda:

إِنَ الله َكَتَبَ الْإحْسَانَ عَلىَ كُلِ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا اْلقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ. [رواه مسلم]

Artinya: “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan untuk berbuat ihsan (kebaikan) pada tiap-tiap urusan, maka apabila kamu membunuh maka perbaikilah cara membunuhnya, dan apabila kamu menyembelih maka perbaikilah cara sembelihannya dan tajamkanlah pisaumu dan entengkanlah binatang sembelihanmu.” [HR. Muslim] 

Demikian penjelasan tata cara menyembelih ayam secara islami yang kami himpun dari berbagai sumber. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang hendak memotong ayam. Wallahu a‘lam bish-shawab.