Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Komandan Faksi Jihad Islam Gugur Diserang Israel

Komandan Faksi Jihad Islam Gugur Diserang Israel

Fikroh.com - Seorang komandan top kelompok pejuang Jihad Islam di Gaza , Hussam Abu Harbeed, gugur dalam serangan udara Israel pada Senin (17/5).

Sumber di kelompok itu mengatakan kepada Reuters tentang kabar kematian itu.

Hussam Abu Harbeed adalah komandan bersenjata Jihad Islam untuk Jalur Gaza utara. Pembunuhan itu terjadi di tengah pertempuran sengit antara Israel dan para pejuang di Gaza, termasuk kelompok pejuang Hamas.

Dalam pernyataan yang mengonfirmasi telah membunuh Harbeed, militer Israel mengatakan, “Dia berada di balik beberapa serangan teror rudal anti-tank terhadap warga sipil Israel.”

Militer Israel mengatakan, “Serangan itu termasuk serangan pada hari pertama putaran pertempuran saat ini yang disebut telah melukai seorang warga sipil di Israel.”

“Harbeed telah menjadi komandan Jihad Islam selama 15 tahun,” papar pernyataan militer Israel.

Kelompok Jihad Islam Palestina atau yang dikenal di Barat sebagai Palestina Jihad Islam ( PIJ ) adalah organisasi yang dibentuk pada tahun 1981. PIJ bersama dengan Hamas dan enam faksi lainnya adalah anggota Aliansi Pasukan Palestina , yang menolak Perjanjian Oslo dan yang bertujuan untuk mendirikan negara Palestina Islam yang berdaulat . PIJ menolak solusi dua negara dan mempromosikan penghancuran militer Israel. Baik PIJ maupun Hamas bukanlah anggota PLO.

PIJ telah diberi label sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, Britania Raya, Jepang, Kanada, Australia, Selandia Baru dan Israel. PIJ telah melakukan banyak serangan terhadap warga sipil Israel, termasuk pemboman bunuh diri.

Kementerian Kesehatan Palestina pada hari Senin (17/5) mengatakan, korban tewas dari serangan brutal Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza yang terkepung telah meningkat menjadi 212.

Angka suram itu termasuk 61 anak-anak, 35 wanita dan 16 orang lanjut usia, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, sementara 1.400 orang telah terluka selama serangan itu.

Militer Israel telah melancarkan serangan udara di Jalur Gaza sejak 10 Mei, meninggalkan jejak kehancuran besar-besaran di seluruh wilayah pantai.