Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Khutbah Jum'at: 'Tolonglah Saudara Muslim Palestina Yang Dizalimi Zionis Yahudi'

Khutbah Jumat: Tolonglah Saudara Muslim Palestina Yang Dizalimi Zionis Yahudi

Khutbah Jum'at: 'Tolonglah Saudara Muslim Palestina Yang Dizalimi Zionis Yahudi'

Oleh: Irfan S. Awwas

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ, نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا, مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأُمَّتِهِ الْمُطِيْعِيْنَ

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَقُوْلُوا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيْمًا. أَمَّا بَعْدُهُ : أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Segala puji bagi Allah yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada segenap kaum muslimin sehingga mampu menjalankan ibadah shalat Jumát pada hari ini.

Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada segenap keluarga dan para sahabat beliau serta umat Islam yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman. 

Marilah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya, mudah-mudahan Allah berkenan menjadikan kita hamba-hambaNya yang berhak mendapatkan kemenangan di dunia dan kenikmatan surgawi di akhirat kelak, sebagaimana telah dijanjikan dalam Al-Qurán:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا (71)

“Wahai orang-orang beriman, taatlah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar. Dengan begitu, niscaya semua yang kalian lakukan hasilnya akan menjadi baik dan dosa-dosa kalian akan diampuni Allah. Siapa saja yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sungguh dia memperoleh kemenangan yang sangat besar.” (Qs. Al-Ahzaab [33]: 70-71).

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah...

Hari-hari sekarang ini, warga Palestina dibombardir serangan udara tentara Israel. Menurut Aljazeera, sedikitnya 219 orang Palestina, termasuk 63 anak-anak telah meninggal di Gaza sejak kekerasan mulai terjadi pada 10 Mei 2021. Sementara 1.500 warga Palestina lainnya luka-luka. 

Anak-anak Palestina seakan tidak punya tempat di tanah kelahirannya sendiri. Masa kanak-anak mereka harus dilewati dengan kehilangan rumah, saudara, orang tua, dan nyawa. Dalam duka, mereka berteriak. 

Oleh karena itu, mengawali khutbah ini, khatib akan menyampaikan pesan iman dari anak-anak Palestina. Sebuah video yang menunjukkan gadis cilik Palestina menyampaikan orasi atas penjajahan Israel.

Dalam video berdurasi beberapa menit itu, nampak seorang gadis kecil yang berusia 10 tahun mengunggah videonya ke situs video Youtube. Ia memberikan pesan besar kepada kaum muslimin di seluruh dunia. Pesan perdamaian agar tak ada lagi pembantaian warga Palestina di Jalur Gaza. 

“Wahai saudara Muslim! Pinjamkan kepada kami senjata kalian. Dan biarlah kalian tetap ditempat kalian. Penderitaan kami adalah penderitaan kalian. Dan rintihan kami adalah rinrihan kalian,”katanya mengawali pesan atau lebih tepat rintihan anak-anak yang sedang terzalimi. 

Dikatakan selanjutnya, “Teriakan kami telah membelah ufuk karena rintihan. Maka dimanakah pendengeran kalian? Bukankah kita saudara seagama, dan akan selalu bersaudara? Kami berteriak karena kesedihan, namun sebagian kalian berteriak untuk “meninggalkan kami”. 

Apakah kalian senang jika kami telah tiada? Apakah kalian bahagia jika kami lapar? Apa arti dari “Hati kalian Bersama kami?” Sebenarnya kami berhak mencela kalian. Padahal Allah sudah mengangkat kita di muka bumi ini. Dan sesungguhnya kami memiliki tali persaudaraan dengan kalian. Apakah kita akan memutusnya, dan Yahudi akan memutus persudaraan kita? 

Maádzallah, kita berlindung pada Allah. Sesungguhnya akhlak Islam melarang kita untuk memutusnya. Tidakkah naungan tauhid menyatukan kita? 

Saudaraku? Kasih tahu padaku, kapan engkau akan marah? Apakah ketika kehormatan kami diinjak-injak, wanita kami diperkosa? Ataukah ketika sekolah kami dihancurkan. Orang tua kami dibunuh, saudara-saudara kami dibantai? Sesungguhnya semua itu sudah serjadi, dan sedang terjadi. 

Ketika kehormatan kami dihinakan, engkau juga belum marah? Maka kabarkan kepadaku kapan engkau akan marah? Disini mereka menyiksa anak-anak kecil, disini mereka memperkosa gadis-gadis, mereka rampas kehormatan kami. Dan engkau juga belum marah? Beritahukan kepada kami kapan engkau akan marah dan menolong kami, wahai saudara muslim?

Rintihan anak-anak Palestina yang diunggah melalui video, benar-benar menggetarkan jiwa, mengiris-iris Nurani kita. Lalu kepada tentara-tentara zionis mereka mengatakan: “Kamu zionis Yahudi telah menjandakan wanita-wanita kami, meyatimkan anak-anak, membunuh orang-orang tua kami, tapi walaupun demikian, kami akan menentang kamu wahai zionis...” seru gadis cilik itu, tanpa rasa takut yang nampak di wajahnya yang polos.

Lalu ia bersumpah atas nama Allah, untuk membebaskan Palestina dan Masjidil Aqsa. “Kalian penjajah dan penipu yang sanggup membunuh wanita dan anak-anak. Tiada sebiji zarah pun kasih sayang dalam hati kalian. Kami (anak-anak Palestina) masih ada. Demi Allah... Demi Allah... Demi Allah... Kami akan bebaskan Palestina. Kami akan sujud syukur kepada Allah di Masjidil Aqsa, Insya Allah!” suaranya bergetar.

Apa yang terbetik di hati kita saat mendengar rintihan anak-anak ini? Bukankah kita sudah mengetahui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَا مِنْ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا عِنْدَ مَوْطِنٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ. وَمَا مِنْ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْطِنٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ

“Dan tidaklah seseorang meninggalkan saudaranya sesama muslim pada kondisi kehormatannya sedang dilanggar dan direndahkan harga dirinya kecuali Allah akan meninggalkannya pada kondisi dimana ia ingin ditolong. Dan tidaklah seseorang menolong seorang muslim pada saat harga dirinya direndahkan dan kehormatannya dilanggar kecuali Allah akan menolongnya pada kondisi dimana ia ingin ditolong”.

Maásyiral Muslimin Rahimakimullah...

Agresi militer penjajah zionis Yahudi di Gaza, Palestina, selama hari-hari Ramadhan 1442 H hingga kini semakin berutal dan tidak berprikemanusiaan. Diawali dengan pengusiran warga muslim di wilayah Syeikh Jarrah, kemudian serbuan biadab menggunakan gas air mata dan granat kejut terhadap jamaah shalat Tarawih di Masjid Al-Aqsha, Al-Quds. Selanjutnya, bombardir roket dan serangan udara ke penduduk sipil Palestina. Agresi ini, telah menelan begitu banyak korban. Warga yang bersimbah darah, mayat yang tergeletak di jalan-jalan, runtuhan bangunan, raungan tangis, tetes air mata darah anak-anak, wanita dan orang tua, dari para korban perang di Gaza terekam dalam kamera kehidupan. 

Kezaliman, sadisme, bengis, culas, haus darah, selalu menjadi ciri jejak sejarah kaum kafir Yahudi yang dimurkai Allah itu. Tragisnya, betapapun biadabnya zionis Yahudi terhadap bangsa muslim Palestina, masih saja ada yang percaya dan terkelabui dengan propaganda zionisme. Seolah segala kejahatan yang mereka lakukan terhadap bangsa Palestina, merupakan pembelaan diri dan upaya mempertahankan eksistensinya di tanah jajahan.

Bahkan ada yang sinis dan tidak peduli dengan perjuamgan kemerdekaan bangsa Palestina. “Konflik Palestina dan Israel bukan urusan kita, melainkan urusan mereka, bangsa Arab dan Yahudi,” katanya. 

Dengan propaganda ini, opini dunia senantiasa siaga untuk memosisikan siapapun yang menentang zionis Yahudi sebagai teroris, ektrimis, radikal, dan sederet stigma negatif lainnya. Negara-negara Eropa dan Amerika selalu berpihak untuk kemaslahatan Yahudi, tak peduli dengan penindasan yang dilakukan terhadap bangsa Palestina.

Permusuhan umat Islam dengan Yahudi, seperti permusuhan antara Iblis dan Bani Adam. Seperti diberitakan dalam Al-Qurán, golongan Iblis dan Yahudi merupakan tamsil kebiadaban dan angkara murka. Keberadaan Iblis selalu berada dalam posisi konfrontatif dengan Bani Adam. Begitupun bangsa Yahudi, selamanya dalam posisi konfrontasi dengan umat Islam.

Oleh karena itu, propaganda damai, gencatan senjata, yang digaungkan Yahudi, Amerika dan pihak yang mengagungkan narasi damai, hanyalah ruang waktu bagi Yahudi untuk menambah kehancuran Palestina di atas kehancuran yang sudah ada.

Substansi permusuhan Yahudi terhadap Islam adalah masalah agama, bukan permusuhan yang menyangkut perebutan tanah, wilayah ataupun perbatasan, sebagaimana opini yang berkembang di khalayak. Bukan masalah tersebut, tetapi karena persoalan yang menyangkut aqidah dan Islam.

Permusuhan Yahudi, telah dijelaskan oleh Allah dalam firmanNya:

لَتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْاۚ 

Wahai Muhammad, kamu akan mendapati orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik sebagai golongan manusia yang sangat keras permusuhannya kepada orang-orang mukmin. (QS Al-Ma'idah [5] : 82)

Dalam kaitan ini, kaum Islamophobia yang bersekongkol dengan zionis Yahudi terus berupaya membentuk opini, bahwa hakikat pertarungan dengan Yahudi hanya sebatas perebutan wilayah, pengungsi dan persoalan air. Sehingga menurut mereka, persengketaan ini bisa berakhir dengan (diciptakannya) hidup berdampingan secara damai, perbaikan taraf hidup masing-masing, penempatan pemukiman secara terpisah, dan pendirian sebuah negara sekuler kecil yang lemah di bawah tekanan Zionisme. Semua itu, justeru menjadi pagar pengaman bagi negara Zionis. 

Solusi atas permusuhan ini, tidak bisa dengan mengemis minta damai atau mengikuti keinginan sang agressor, melainkan mengikuti apa yang diperintahkan Allah Swt.

قَاتِلُوْهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّٰهُ بِاَيْدِيْكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُوْرَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِيْنَۙ

Wahai kaum mukmin, perangilah kaum kafir yang memerangi kalian. Allah akan menghancurkan kekuatan mental kaum kafir dengan tangan-tangan kalian, menghinakan mereka, memenangkan kalian atas mereka, dan menyenangkan hati kaum yang beriman. (QS At-Taubah [9] : 14)

Juru Bicara Brigade Al-Qassam sayap pasukan Hamas, Abu Ubaidah menyampaikan pidatonya lewat konferensi pers terkait agresi militer Israel. Ubaidah menyampaikan, serangan yang dilancarkan militer Israel tak membuat pasukannya dan seluruh penduduk Palestina takut.

Dalam pidatonya tersebut, Ubaidah awalnya menghaturkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam usaha membela Palestina.

“Wahai Israel, walaupun kita berbeda kemampuan senjata, namun roket yang kami lancarkan ke atas kalian sangatlah besar, tidak ada negara manapun yang berani melakukan hal itu kepada kalian sejak peristiwa Nakba!,” tegasnya.

“Wahai Israel, menyerang Tel Aviv, Al-Quds, Demona, Ashkelon, Ashdod dan Bi’r Al-Sabi’ sebelum dan selepas ini adalah lebih mudah buat kami daripada meneguk air minuman,” tutur Ubaidah.

Maka dari itu, pihaknya mempersilahkan Israel menurunkan kekuatan militernya secara besar-besaran lantaran Hamas yakin akan memberangus semua pasukan negara zionis tersebut.

“Wahai Israel, silakan turunkan pasukan kalian, kami telah siapkan jalan kematian yang akan membuat kalian mengutuki diri kalian sendiri. Tidak ada yang kalian dapatkan dari kami kecuali pedang Al Quds atau neraka,” tegas Ubaidah.

Lewat konferensi persnya itu, Hamas juga menyulut semangat bagi warga Palestina untuk tak gentar menghadapi serangan pasukan Israel di tepi barat.

“Wahai saudara-saudara kami di seluruh Tepi Barat Palestina, senjata kami adalah senjata kalian, darah kami adalah darah kalian dan masa depan kami adalah masa depan kalian!,” ujarnya.

Khutbah Kedua

Diam dan tidak merespon kejahatan Israel ini sama saja dengan menjadi teman dan mendukung kezaliman yang menimpa kaum muslimin. Oleh karena itu, marilah kita munajat kepada Allah Rabbul Alamin, agar kita terhindar dari fitnah dan segala bentuk kezaliman.

Jika kita tidak mampu membantu dengan materi untuk sadudara kita yang sedang terzalimi, maka sisipkan doa untuk saudara muslim di Palestina, juda di Suriah.

 الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Segala puji bagi Allah Rabbul alamin. Pujian yang menyamai nikmat-Nya dan menandingi keutamaan-Nya. Ya Rab kami, untuk-Mu pujian yang sebanding dengan kebesaran dan kemuliaan wajah-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ

Ya Allah, ampunilah dosa kaum Muslimin dan Muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

اَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْئَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةًفِى الْجَسَدِوَزِيَادَةًفِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةًفِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَقَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ،اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةًمِنَ النَّارِوَالْعَفْوَعِنْدَالْحِسَابِ

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada engkau akan keselamatan Agama dan sehat badan, dan tambahnya ilmu pengetahuan, dan keberkahan dalam rizki dan diampuni sebelum mati, dan mendapat rahmat waktu mati dan mendapat pengampunan sesudah mati. Ya Allah, mudahkan bagi kami waktu (sekarat) menghadapi mati, dan selamatkan dari siksa neraka, dan pengampunan waktu hisab.

رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari (tipu daya) orang-orang kafir. (Qs. Yunus [10] : 85-86)

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَاۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan orang-orang kafir menguasai kami, sehingga kami menderita akibat tindakan buruk mereka, dan ampunilah kami. Wahai Tuhan kami, sungguh hanya Engkaulah Tuhan yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS Al-Mumtahanah [60] : 5)

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, dan kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ . سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ . وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ . وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Semoga shalawat senantiasa tercurah kepada pemimpin kami Muhammad saw, keluarga dan sahabatnya semua. Maha suci Tuhanmu Pemilik kemuliaan dari apa yang mereka persekutukan. Semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada para rasul dan segala puji hanya bagi Tuhan semesta alam.