Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Hukum Dzikir Tanpa Menutup Aurat

Hukym Dzikir Tanpa Menutup Aurat

Fikroh.com - Sebelum menjawab pertanyaan bolehkan berdzikir tanpa menutup aurat? Ada baiknya kita sampaikan juga definisi dzikir baik menurut bahasa maupun istilah.

Definisi Dzikir

Makna dzikir menurut bahasa berasal dari kata dzakaro yang artinya ingat. Dzikir juga bermakna mengingat sesuatu atau menghafalkan sesuatu. Juga dapat dimaksudkan dengan sesuatu yang disebut dengan lidah atau suatu yang baik.

Dzikir Menurut Imam an-Nawawi 

“Berdzikir adalah suatu amalan yang disyari’atkan dan sangat dituntut di dalam Islam. Ia dapat dilakukan dengan hati atau lidah. Afdhalnya dengan kedua-duanya sekaligus”.

Dzikir Menurut al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani

“Dan yang dimaksud dengan dzikir adalah mengucapkan dan memperbanyak segala bentuk lafadh yang di dalamnya berisi tentang kabar gembira, seperti kalimat: subhaanallaahi, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar; dan yang semisalnya, doa untuk kebaikan dunia dan akhirat.

Dan termasuk juga dzikir kepada Allah adalah segala bentuk aktifitas amal shalih yang hukumnya wajib ataupun sunnah, seperti membaca Al-Qur’an, membaca Hadiits, belajar ilmu agama, dan melakukan shalat-shalat sunnah”

Macam-macam Dzikir

Berkaitan dengan hukum dzikir membuka aurat juga penting untuk diketahui macam-macam dzikir

A. Dzikir dengan hati

Seperti dengan mengingat-ngingat nikmat-Nya, memikirkan penciptaan-Nya yang sempurna, menyadari akan kehadiran-Nya yang menyaksikan segala perbuatan kita, menyadari akan ilmu-Nya Yang Maha Mengetahui apa isi hati kita, menyadari akan Penglihatan-Nya yang Maha Melihat apa yang kita perbuat, menyadari akan Pendengaran-Nya yang Maha Mendengar ucapan lisan kita, bertawakkal kepada-Nya, dst. ini semua dzikir hati.

B. Dzikir dengan hati dan lisan

1. Menyebut nama-nama dan sifat-sifat Allah dan menggunakkannya untuk memuji dan menyanjung-Nya.

Seperti dengan ucapan “Subhanallah”, “Alhamdulilaah”, “Laa ilaaha illalllah” atau dzikir-dzikir yang semisal.

2. Menyebut perbuatan Allah yang berkaitan dengan nama dan sifat-Nya.

Misalnya dengan mengatakan: “Sesungguhnya Allah Maha Mendengar seluruh suara makhluk-Nya dan Maha Melihat gerak-gerik mereka”

3. Menyebut perintah dan larangan-Nya (berdakwah)

Misalnya dengan mengatakan: “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan begini” atau mengatakan “Sesungguhnya Allah melarang begini”

4. Menyebut karunia dan kebaikan-Nya

misalnya dengan mengatakan: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberikanku nikmat hidup, nikmat sehat, nikmat Islam, nikmat Iman dan nikmat berada diatas sunnah nabi-Nya yang mulia

C. Dzikir dengan hati, Lisan dan Anggota Badan: 

Seperti shalat dan ibadah haji.

Keutamaan Dzikir

Setelah kita ketahui definisi dzikir dan macam-macamnya, berikutnya penjelasan tentang keutamaan dzikir. Ada banyak keutamaan dzikir, diantaranya:

1. Penangkal dari godaan syaithan

“Dan Jika Syaithan mengganggumu dengan suatu ganguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Fushilat:36)

2. Memenuhi timbangan kebaikan di akhirat

“(Ucapan) Alhamdulillah memenuhi timbangan dan (ucapan) Subahanallah wal hamdulillah keduanya memenuhi antara langit dan Bumi.” (HR. Muslim dari Abu Malik Al Asy’ary radhiyallahu ‘anhu)

3. Menggugurkan dosa-dosa

Barang siapa yang membaca “Subahanallahi wabihamdih seratur kali dalam sehari , akan digugurkan dosa-dosanya walaupun sebanyak buih dilautan.” (Bukhari-Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu)

4. Diingat oleh Allah SWT

“Berzikirlah kalian kepada-Ku niscaya Akau akan mengingat-ingat kalian dan bersyukurlah kalian kepada-Ku (atas berbagai nikmat yang Aku berikan kepad kalian) serta janganlah kalian mengikarinya. (al-Baqarah:152)

5. Ditambah rizkinya oleh Allah SWT.

“Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakan harta dan anak-anakmu, dan menggandakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh:10-12)

Hukum Dzikir Tidak Menutup Aurat

Inilah point penting dari tulisan ini, bolehkah dzikir tanpa menutup aurat, alias membuka aurat? Untuk mengetahui jawabannya, penulis nukilkan perkataan Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah berikut ini:

 فيجوز لك أن تذكر الله تعالى, وأن تقرأ القرآن, وأنت غير ساتر لعورتك, أو تلبس ثوبا خفيفا تبدو معه ملامح العورة، لكن الأفضل أن يكون الذكر مع ستر العورة. 

Boleh bagi anda berdzikir kepada Allah Ta’ala dan membaca Al Qur’an, dalam keadaan tidak menutup aurat, atau hanya memakai pakaian yang tipis yang masih menampakkan bagian aurat. Tetapi LEBIH UTAMA berdzikir dengan menutup aurat. (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 98142) Mengapa sih dibolehkan? Karena Nabi ﷺ berdzikir kepada Allah Ta’ala dalam segala keadaan, sebagaimana hadits:

 كَانَ النَّبِيُّ – صلى الله عليه وسلم – يَذْكُرُ الله عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ 

Adalah Nabi ﷺ berdzikir kepada Allah pada setiap waktu dan keadaan. (H.R. Muslim) Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak pernah berhenti berdzikir, termasuk saat dia sedang tidak menutup auratnya. Demikian. Wallahu A’lam.

Demikian penjelasan singkat mengenai hukum dzikir tanpa menutup aurat. Semoga bermanfaat. Aamiin.