Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Telah Wafat, Pejuang Islam Syaikh Hafidz Salamah Mesir

Telah Wafat, Pejuang Islam Syaikh Hafidz Salamah Mesir


Fikroh.com - Baru saja wafat di bulan mulia ini, Asy-Syaikh Hafizh Salamah (96 tahun) di kota Suez Mesir karena terinfeksi Covid19. Beliau lahir 25 desember 1925 dan saksi hidup perang dunia kedua yang terjadi antara pasukan sekutu dan Jerman yang ketika itu wilayah Suez menjadi target gempuran udara Jerman.

Tahun 1944 beliau bergabung gerakan perlawanan rakyat Palestina dalam menentang penjajah. Karena aktivitasnya ini beliau dijebloskan ke dalam penjara. 

Beliau adalah seorang yang memiliki kecemburuan yang tinggi terhadap agamanya. Di tahun 1948 beliau menggabungkan diri di organisasi Syabab Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Di mana para pendirinya adalah orang-orang yang keluar dari jamaah ikhanil muslimin. Beliau lebih memilih Syabab karena baginya lebih bisa menyalurkan idealismenya di sana. Di mana gerakan hisbah (amar ma'ruf nahi munkar) menjadi citra yang menonjol dalam gerakan ini.

Di tahun yang sama penjajah zionis yahudi menyatakan berdirinya negara israel. Hal ini membuat Hafizh muda begitu marah. Ia ingin mendaftarkan diri sebagai prajurit relawan untuk memerangi tentara zionis. Tapi oleh pimpinan jama'ahnya dilarang dan disuruh untuk fokus menghadapi penjajah inggris yang saat itu menyerang mesir.

Di tahun 1950 beliau ditangkap aparat keamanan mesir.  Hal ini disebabkan tulisan beliau di koran annadzir yang berisi kritikan kepada staff bulan sabit merah yang memakai pakaian yang tidak sesuai syariah.

Terjadi revolusi mesir di tahun 52 dan menyebabkan krisis. Kemudian terjadi gesekan antara presiden jamal abdunnaser dan jamaah syabab gara-gara sebuah tulisan provokatif di sebuah surat yang menuduh bahwa ingin merusak hubungan antara mesir dan soviet. Dan jamalpun memutuskan untuk membubarkan organisasi syabab.

Beliau adalah lelaki yang punya prinsip perjuangan islam yang kuat. Salah pernyataan masyhurnya adalah; الأيدي التي لا تعرف الوضوء لا تستطيع حمل السلاح Tangan yang tidak mengenal wudhu tidak akan mungkin bisa menggenggam senjata. Juga pernyataan beliau:  النصر لن يأتي إلا بالإعداد لجيل يمتلئ قلبه بالإيمان وحب الشهادة Kemenangan itu tidak akan datang kecuali dengan mempersiapkan generasi yang dipenuhi dengan keimanan dan mencintai kesyahidan.

Semoga Allah merahmati beliau dan memasukkanya ke dalam syurgaNya.

Disusun: Ihsanul Faruqi