Selain Houtsi, Ini 8 Kelompok yang Terlibat Perang Yaman

Fikroh.com - Di dalam konflik dan perang yang terjadi di Yaman; terdapat sekurang-kurangnya 8 kelompok yang memainkan peranan utama di dalamnya, baik dari sudut politik maupun militer. Laporan ini akan mencoba mengupas pihak-pihak yang terlibat dan kawasan yang dikuasai masing-masing pihak.

Dengan memahami laporan ini akan membawa anda kepada pemahaman akan situasi mengenai konflik di Yaman dan "war map" yang disediakan mungkin dapat membantu anda untuk mendapat gambaran yang lebih jelas. 

Secara umumnya, di dalam konflik ini pihak yang terlibat adalah:

  1. Milisi Syiah Houthi
  2. Kerajaan Yaman (Al Syar'iyyah)
  3. Majlis Intiqali al Janubi
  4. Hurras Jumhuriyyah (Tariq 'Afasy)
  5. Alawiyah 'Amaliqah (Salafiyyah)
  6. Tanzim al Qa'idah (AQAP)
  7. Tanzim al Daulah
  8. Majami' Muqawamah 

Secara kasarnya, semua pihak (dari nomor 2 hingga 8) bermusuhan dan memerangi militan Syiah Houthi. Houthi adalah musuh utama bagi setiap kelompok. Tetapi dalam waktu yang sama, setiap kelompok ini juga mempunyai masalah tersendiri dan ada kalanya saling bertempur.

Contohnya antara Tanzim al Qa'idah dan Tanzim Daulah. Begitu juga dengan perselisihan (yang memberi pengaruh besar di dalam medan perang) antara al Syar'iyyah dan Majlis Intiqali di Abyan dan selainnya. 

(1) Militan Syiah Houthi

Houthi diakui pihak yang paling kuat di medan perang untuk saat ini dan mempunyai tentara dalam jumlah yang besar. Dengan itu, mereka mampu menguasai kawasan yang luas; di tambah dengan penguasaan sebagian besar kawasan penting di dalam negara -berkat persekutuan dan bantuan dari sekutunya, (mantan presiden) 'Ali Abdullah Saleh-. Bagaimanapun persekutuan antara Houthi dan Saleh berakhir pada akhir 2017. 

Maka dengan itu, kawasan yang dikuasai oleh Houthi dianggap bersatu di bawah satu pimpinan dan kedudukan Houthi menjadi kokoh. Beberapa tahun kebelakang ini, Houthi telah berhasil membuat kemajuan pesat dari sudut propaganda media untuk mengubah persepsi masyarakat di bawah kekuasaan mereka dan usaha ini memberikan hasil yang cukup besar. Beberapa propaganda yang dimainkan oleh Houthi untuk mendapatkan sokongan dari rakyat dan faktor lain yang memberikan sokongan terhadap mereka ialah:

a) Memancing emosi masyarakat dengan semangat patriotik dan sentimen anti-penjajahan (konon Yaman sedang dijajah oleh Saudi dan sekutunya).

b) Serangan udara Saudi dan sekutu yang menimpa warga sipil di kawasan Houthi membuatk orang awam mengangkat senjata membantu Houthi.

c) Memanfaatkan simpati umat Islam terhadap ummah; khususnya berkenaan dengan musibah di Palestin. Terlebih lagi selepas negara bersekutu (seperti 'Imarat dan Bahrain) condong untuk berdamai dengan zionis). Maka situasi ini menguntungkan Houthi dan meraih simpati dari masyarakat. 

d) Houthi sangat menekankan aspek perekrutan; khususnya pelajar-pelajar di sekolah dan markaz pengajian. Para pemuda ini akan dibasuh pemikirannya dan digunakan untuk kepentingan Houthi.

e) Houthi membuka dan memberikan kesempatan untuk "bertaubat" (mengikut dakwaan mereka) kepada siapa saja yang ingin kembali ke tempat asalnya (di bawah penguasaan Houthi). Tetapi dengan syarat tidak terlibat dengan pihak-pihak yang bersengketa. Maka kesempatan ini digunakan oleh sebagian orang yang lemah jiwanya dan jemu dengan peperangan yang tak berkesudahan; lalu meletakkan senjata mereka dan kembali ke tempat asal masing-masing. Tindakan ini secara tidak langsung memberi kelebihan kepada Houthi. 

f) Houthi mempunyai kelebihan dari sudut intelijen dan menggunakan cara yang kotor untuk mendapatkan informasi; dengan menggunakan cara penculikan wanita (dijadikan tebusan) dan memaksa ketua-ketua kabilah tertentu menyerahkan informasi yang diperlukan. 

g) Houthi memanfaatkan kemiskinan yang dihadapi oleh masyarakat untuk memaksa mereka menyertai barisan tentaranya demi meneruskan kelangsungan hidup. 

h) Houthi menguasai pelabuhan Hudaydah dan itu membantu mereka mendapatkan bantuan dan keperluan dari Syiah Iran. 

i) Houthi menguasai sebagian besar rangkaian komunikasi dan internet di Yaman. Mereka mendapat keuntungan dari situ; baik dari sudut ekonomi maupun informasi.

Wilayah yang dikuasai Houthi

Houthi saat ini menguasai kawasan yang cukup luas di utara (San'a, Zamar, al Mahwait, Sa'dah, Ib, Raimah dan lain-lain), sebagian kota Hudaydah (termasuk pelabuhannya yang penting), sebagian besar kota al Jawf, al Baidha' (kecuali daerah Suma'ah dan Zaher) dan juga sebagian dari kota Ma'rib.

Secara umumnya kehidupan masyarakat di bawah pemerintahan Houthi sangat miskin dan kesusahan akibat pembatasan yang dilakukan terhadap wilayah yang dikuasai mereka. Begitu juga dengan kadar pengangguran yang tinggi dan ramai yang menjadi pelarian (sebagaimana yang terjadi di sebagian kawasan). 

Houthi berinteraksi dengan kabilah-kabilah dengan cara yang berbeda. Kadang-kadang dengan lemah lembut dan di waktu lain dengan kekerasan dan intimidasi. Mereka mencoba untuk mengambil hati ketua-ketua kabilah dengan (a) menghormati kedudukan mereka (b) memberikan hadiah kepada mereka. Usaha ini adalah untuk meraih simpati kabilah agar tidak mengangkat senjata untuk melawan Houthi.

Namun jika ada kabilah yang coba keluar dari ketaatan terhadap Houthi, mereka akan menggunakan segala cara untuk menghadapinya; baik dengan mengebom tempat tinggal mereka ataupun membunuh pembesar-pembesar mereka agar dijadikan pelajaran bagi kabilah-kabilah lain. 

(2) Hukumah al Syar'iyyah (Pemerintahan 'Abd Rabbih Mansur)

Al Syar'iyyah dianggap kelompok yang kekuatannya sebanding dengan Houthi dan pemerintahannya diakui oleh dunia. Mereka juga dibantu oleh negara-negara Arab untuk melawan Houthi; terutama Saudi. Dengan pertolongan dari negara luar itulah menjadi faktor utama kenapa mereka masih mampu bertahan. Begitu juga dengan sokongan dan bantuan daripada kabilah-kabilah Ahlus Sunnah yang turut serta dalam pertempuran melawan militan Syiah Houthi. 

Namun masalah utama dalam Hukumah al Syar'iyyah ini adalah; tidak adanya pemimpin tetap yang menyatukan mereka di bawah satu pimpinan di medan perang. Maka mereka kelihatan seperti sebuah kelompok yang di dalamnya saling berbeda dan berpecah belah tanpa arah dan tujuan yang sama. Inilah yang membuat mereka melemah dan memberontaknya Majlis Intiqali kepada mereka. 

Wilayah yang dikuasai oleh al Syar'iyyah

Hukumah al Syar'iyyah telah menguasai Hadhramaut (Wadi Say'un dan sekitarnya), Shabwah, sebagian Abyan, sebagian Ta'iz, sebagian besar Ma'rib, sebagian al Jawf, dan al Mahrah (namun di bawah otoritas Saudi). 

Ibu kota dan markas utama bagi al Syar'iyyah adalah kota Ma'rib. 

Dari sudut militer, al Syar'iyyah sangat bergantung kepada serangan udara Saudi untuk melancarkan sebuah operasi. Kebanyakan pertempuran mereka hanya berbentuk defensif dan  tidak banyak operasi ofensif. 

(3) Majlis Intiqali al Janubi

Majlis Intiqali adalah kumpulan yang menyeru untuk berpisah dan mendirikan negara sendiri di selatan. Mereka dibantu oleh Imarat  (UAE) dan sebenarnya; Imarat (UAE) inilah yang merancang strategi dan tujuan mereka. 

Dari sudut militer, Majlis Intiqali dibagi menjadi: 

  • Al Nukhbah al Hadhramiyah.
  • Al Nukhbah al Shabwaniyah.
  • Al Hizam Amni (yang aktif di Aden, Abyan dan Lahij).

Tokoh utama Majlis Intiqali adalah:

  • 'Eidrus al Zubaidi (Pemimpin)
  • Hani bin Buraik (Wakil)

Wilayah yang dikuasai Majlis Intiqali

Majlis Intiqali menguasai banyak kawasan penting seperti 'Aden (dan pelabuhannya), al Mukalla (serta pelabuhannya), dan Shihr (dan pelabuhannya). Begitu juga dengan pulau Saqtari, Lahij, Dhali', Yafi' dan sebagian Abyan. 

(4) Hurras Jumhuriyyah

Pasukan ini sebenarnya baru saja dibentuk dengan diketuai oleh Tariq 'Afasy dan disokong oleh Imarat (UEA). Walaupun Hurras Jumhuriyyah mengatakan bahwa  munculnya mereka adalah sejalan dengan Hukumah al Syar'iyyah (kerajaan Yaman) akan tetapi hakikatnya mereka kelompok yang terpisah; dengan didanai oleh negara yang berbeda pula.

Hurras Jumhuriyyah menguasai kawasan pesisir pantai sebelah barat (الساحل الغربي), sebagian Hudaydah, pinggiran kota Ta'iz dan secara resminya menguasai pelabuhan al Mukha'. Faktor utama yang membuat banyak orang yang bergabung dengan mereka adalah karena keuangan mereka yang banyak. 

(5) Alawiyah 'Amaliqah

Alawiyah al 'Amaliqah boleh diibaratkan sebagai kumpulan pejuang Salafi yang bangkit mengangkat senjata ketika permulaan perang melawan Houthi. Mereka kemudian bergabung dengan Saudi dan Imarat lalu dibentuk beberapa brigade dengan jumlah yang cukup besar. Pemimpin mereka kebanyakannya beraliran Salafi dan kebanyakan pemuda yang menyertai mereka dari golongan kuat beragama. Setelah bergabung dengan koalisi Saudi dan Imarat ada diantara mereka yang menyertai pasukan Tariq 'Afasy dan ada juga yang menyertai Hizam Amni. 

(6) Tanzim al Qa'idah (AQAP)

Mereka beroperasi di beberapa kawasan dan turut membuka beberapa medan pertempuran. Setelah mengalami kemunduran, Tanzim al Qa'idah mengubah strategi mereka menjadi perang gerilya melawan Houthi dan Majlis Intiqali (di 'Aden, Abyan dan Hadhramaut).

(7) Tanzim al Daulah

Tanzim al Daulah di Yaman beroperasi di daerah Qayfah dan membuka beberapa front pertempuran melawan Houthi dan al Qa'idah. Munculnya mereka lebih kepada sel-sel kecil setelah mengalami kemunduran yang parah. 

(8) Majami' al Muqawamah (Mustaqillah)

Mereka adalah kumpulan yang hanya fokus memerangi Houthi dan tidak terikat dengan pihak-pihak yang telah disebutkan diatas. Dana mereka kebanyakannya diperoleh dari orang-orang kaya dan kebanyakan pejuang yang menyertainya berlatar-belakang agama, atau kabilah, dan juga semangat nasionalisme. Mereka turut serta dalam perang di Bayda', Ma'rib dan al Jawf. Akan tetapi pengaruh mereka sangat lemah di lapangan.

Oleh: Abdurrahman Al-Buthony

Sumber: Nors for Studies

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama