Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Ahmad Syaikhu: Kader-kader PKS Memiliki DNA Sebagai Pelayan

Ahmad Syaikhu: Kader-kader PKS Memiliki DNA Sebagai Pelayan

Fikroh.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu membuka rangkaian rapat kerja nasional (Rakernas) partai 2021 yang akan berlangsung selama lebih dari dua minggu pada 1-18 Maret di Jakarta dan di ruang-ruang virtual. Dalam sambutnya, Syaikhu kembali mengingatkan seluruh kader partai untuk membuat program kerja yang dapat meningkatkan upaya pemenangan PKS pada pemilihan umum 2024.

"PKS adalah partai politik, bukan NGO (organisasi non pemerintah) atau ormas (organisasi masyarakat), maka sudah sewajarnya setiap gerak dan langkah perjuangannya harus memiliki dampak terhadap capaian kemenangan politik atau elektoral agar kita bisa optimal dalam melayani dan membela kepentingan rakyat," kata Syaikhu di hadapan para kader PKS dari berbagai daerah.

Terkait itu, Syaikhui menjelaskan seluruh program kerja PKS harus selalu berada dalam tiga koridor yang menjadi visi partai, yaitu landasan gagasan yang berakar pada nilai-nilai Islam, landasan pelaksanaan yang solutif dan kolaboratif, dan terakhir landasan pemenangan."Program kerja ini adalah manifestasi dari amanat Musyawarah Nasional 2020 yang lalu. Oleh karena itu, kita harus benar-benar serius dalam mengkonsepkannya, mendiskusikannya, dan mematangkannya. Tidak lain, tujuan utamanya, sesuai dengan tema rakernas kita, terus melayani dan membela rakyat," ujar Syaikhu.

Pimpinan PKS itu meminta para pengurus dan kader-kader selalu mengingat bahwa seluruh program kerja yang dibuat harus dapat menyelesaikan permasalahan bangsa, serta melayani dan membela kepentingan rakyat. "Kader-kader PKS memiliki DNA sebagai pelayan. Sejatinya, seorang pemimpin adalah pelayan yang baik bagi rakyatnya," katanya.

Oleh karena itu, ia berharap para kader PKS di lembaga legislatif di tingkat pusat dan daerah, ataupun para pemimpin daerah, dapat menjadi ujung tombak partai dalam menyukseskan program-program kerja yang membela kepentingan publik. Dalam kesempatan itu, Syaikhu juga menegaskan kembali posisi PKS sebagai oposisi pemerintah.

Dengan demikian, ia berharap seluruh kader rajin membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen koalisi masyarakat sipil."Kehadiran PKS harus membawa pesan persahabatan, bukan permusuhan. Kehadiran PKS harus membawa kemaslahatan, bukan kemudharatan. Kehadiran PKS harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari permasalahan," kata Syaikhu, yang berharap para kader dapat menyampaikan pesan-pesan itu ke berbagai kelompok masyarakat.

Dalam rakernas tahun ini, PKS mengambil tema "Terus Melayani dan Membela Rakyat".  Menurut Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi, dalam sambutannya, tema itu merupakan perwujudan semangat PKS untuk terus berdiri bersama rakyat dan membangun Indonesia.

"Oleh karenanya, dalam rakernas perlu dibahas bagaimana menambah pusat-pusat pelayanan untuk masyarakat, (yang di antaranya terdiri dari, red) pusat pelayanan bencana, pusat penguatan ekonomi keluarga, pelayanan konsultasi keluarga, dan pelayanan lain," kata Alhabsyi saat memberi pengantar rakernas pada acara pembukaan.

Rangkaian rakernas, yang dibuka pada hari ini, turut dihadiri oleh sejumlah pucuk pimpinan PKS, di antaranya Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Mohamad Sohibul Iman, Ahmad Heryawan, dan Suharna Surapranata.

Sumber : Antara