Teduhnya Jenazah Pemuda Pecinta Al-Qur'an

Fikroh.com - MasyaAllah, teduh nian wajah jenazah Akhi Fatih Syukur. Segar nampak raut mukanya memancarkan aura dan keharuman. Ia seperti sedang tertidur dan tengah bermimpi Indah. Wajah inilah yang senantiasa dipenuhi lantunan asma Allah dan ayat-ayat-Nya. Sungguh wajahnya nan teduh ini menampakan apa yang sedang ia saksikan dan memberitahu kita dimana kelak ia akan berada.

Selamat Jalan Akhi Fatih Syukur...

Kami semua sayang padamu, sangat besar harapan ummat padamu, namun kami yakin Allah lebih sayang padamu, sehingga Allah memanggilmu saat sedang menjalankan ibadah puasa sunnah, dalam usia yang masih sangat muda, yakni 18 tahun.

Kami semua sedih, kami semua berduka, namun kami yakin kau telah tersenyum di sana, bersiap melantunkan kembali ayat-ayat yang telah setia kau bersamai dalam hidup yang singkat ini. InsyaAllah, engkau dicatat sebagai syuhada akhirat, karena berpulang saat sedang berjuang menuntut ilmu di negeri Kinanah, Mesir. Kelak engkau akan menjadi jalan kebaikan bagi kedua orang tuamu.

Hari ini sosok pemuda pecinta Qur'an ini telah pergi mendahului kita semua dengan segenap keshalehannya, sementara kita masih terus termangu di sudut dunia fana yang penuh fitnah ini. Semoga Allah menutup akhir kehidupan kita dalam keadaan Husnul Khatimah. Aamiin.

Namanya Muhammad Al Fatih Syukur, seorang Pelajar di Ma'had Bu'uts al-Azhar, dan September 2021 ini rencananya akan menjadi mahasiswa al-Azhar. Akhi Fatih merupakan putra dari Ustadz Fatahillah Syukur (Pejuang Islam Kaffah dari Ternate). 

Kemarin Rabu 10 Febuari 2021 sekitar jam 09.30 waktu Cairo (jam 14 .30 WIB) alm ananda Muhammad Al-Fatih Syukur diterbangkan menuju Indonesia dengan maskapai Turkey Airline dan sampai bandara Sokarno-Hatta pada kamis 11 Febuari sekitar jam 18.00 WIB sore 

Dilanjutkan penerbangan ke daerah asalnya di Ternate dengan pesawat Garuda Indonesia Airline, Jum'at 12 Febuarai dinihari Jam 01.35 WIB dari soetta dan tiba di Ternate pada hari yang sama  jam 07.25 WIT pagi.

Sungguh jauh, panjang dan lama perjalananmu Nak.

Di hari jum'at yang berkah raga ananda dipertemukan oleh Allah dengan kedua orang tua dan sanak keluarga, setelah berpisah saat mengantarkannya dulu untuk tholabul ilmu ke negeri kinanah pada 11 September 2018. Perjuangan menuntut ilmu sebagai bekal menjadi ulama pewaris para Nabi. Namun Allah SWT berkehendak yang lebih indah untuk ananda dan kedua orang tuanya, setelah terpisah selama 2 tahun 5 bulan hanya jasad ananda  yang kembali berjumpa kedua orang tua dan sanak keluarga dan ruhnya telah berada di Surga-Nya -in sya Allah-.

Saat berpulang ia dalam keadaan berpuasa sunah, setelah beberapa jam sebelumnya sempat menjadi imam sholat shubuh. Ia menghembuskan nafas terakhir dalam usia yang masih sangat muda, yakni 18 tahun. InsyaAllah, husnul khatimah, sebab beberapa hari sebelum meninggal, almarhum sempat meminta temannya untuk mencukur rambut dan merapikan kumisnya. Ia seakan telah siap menyambut kematian yang begitu indah. MasyaAllah

Akhuna Fatih adalah sosok pemuda yang sholeh, penghapal Qur'an, ta’zhim luar biasa kepada guru-guru dan sangat memuliakan kedua orangtuanya. Ia juga sering menjadi imam sholat, karena hapalan dan suaranya merdu.

Selamat Jalan Akhi Fatih Syukur...

Allah memanggilmu saat sedang berpuasa sunnah, dalam perjuangan menuntut ilmu di Negeri Kinanah, Mesir. Diusaikan engkau dari segala persoalan dunia, sebab Allah lebih sayang padamu. InsyaAllah, engkau dicatat sebagai Syuhada. Semoga Allah melimpahkan rahmat, ampunan, dan keridaan-Nya serta membalas setiap perjuangan dakwahmu dengan sebaik-baik balasan berupa surga-Nya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini. Aamiin.

Brother Ichal Aydońüan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama