Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pro dan Kontra GeNose C19: Ini Jawaban Pakar Virologi UGM

Pro dan Kontra GeNose C19: Ini Jawaban Pakar Virologi UGM

Fikroh.com - Menjawab pro kontra GeNose C19, seorang Pakar virologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Saifudin Hakim menjelaskan.

Sebagai salah satu tim peneliti GeNose UGM, saya bermaksud memberikan jawaban atas postingan @pandemictalks di IG. (Saya baru saja punya IG, followernya ga banyak heheheheh, jadi jawaban saya posting di fesbuk saja ya.)

Satu, GeNose telah melalui serangkaian uji diagnostik. Uji tahap satu adalah uji profiling (validasi), mulai bulan April sampai September. Kemudian dilanjutkan dengan uji diagnostik (uji final, atau kalau untuk kandidat obat/vaksin adalah uji klinis fase 3) sejak pertengahan Oktober sampai akhir Desember. 

Saat uji diagnostik, kami merekrut kurang lebih 2,000 subjek penelitian di berbagai rumah sakit, mulai dari ujung barat di Jakarta, sampai ujung timur di Malang.

Dua, protokol uji diagnostik sudah kami upload di clinicaltrial.gov: https://clinicaltrials.gov/ct2/show/NCT04558372

Sejak awal kami transparan tentang metode yang dipakai dalam uji diagnostik tersebut. Di situ jelas-jelas bahwa GeNose akan dibandingkan dengan hasil swab PCR sbg gold standard. Jadi, angka sensitivitas, spesifitas, dll dari GeNose C19, itu bukan tipu-tipu dan asal-asalan.

Tiga, proses mendapatkan ijin edar itu bukan sekedar daftar kemudian mendapatkan surat ijin edar. Akan tetapi, dalam proses mendapatkan ijin edar itu kami harus presentasi data-data penelitian (uji profiling dan uji diagnostik) di hadapan REVIEWER yang terdiri dari DELAPAN profesor dari UI, UNAIR, Profesi Patklin, UNHAS, ITB, dan Kemkes yang dengan detil, mengawal, mengkritisi, dan memberikan masukan, saran yang harus kami tindaklanjuti dengan perbaikan-perbaikan demi penyempurnaan data penelitian GeNose sebagai mesin uji diagnostik Covid-19. 

Tiga kali sidang, masing-masing 2-4 jam, dan itu jauh lebih lama daripada saya ujian PhD dulu di Rotterdam yang cuma 45 menit heheh. Sampai akhirnya mendapatkan ijin edar dari Kemenkes.

MANA PUBLIKASI GeNose C19?

Jika ada yang bertanya, mana publikasi GeNose? Ini jawaban saya:

Pertama, pernahkah Anda berpikir, mana publikasi masing-masing reagen tes PCR yang dipakai dan beredar di Indonesia? Mana publikasi masing-masing merk tes swab antigen yang dipakai dan beredar di Indonesia? Padahal, reagen PCR itu beredar juga melalui skema yg sama (EUA alias ijin edar darurat sebagai alat diagnosis, dan belum tentu ada publikasinya). Apakah reagen-reagen itu nunggu publikasi dulu baru bisa dipakai?? 

Pernahkan Anda berpikir bahwa sensi dan spesi PCR itu pun tergantung pada mesin PCR yg dipakai, target gen-nya, timing pengambilan sampel, metode ekstraksi RNA, dll?

Kedua, saat ini GeNose sedang dalam proses pendaftaran paten. Banyak yang tidak paham kalau spesifikasi alat disampaikan detail melalui publikasi paper, maka paten menjadi void.

Yang pernah sekolah, pasti paham kalau hasil tesis atau disertasi didaftarkan paten, maka ujian harus tertutup, hanya dihadiri pembimbing dan penguji saja. Itu pun mereka disumpah untuk tidak membocorkan hasil penelitiannya. 

Atau bahkan kelulusan dan publikasi ditunda semua sampai paten didapat (Ini yang dialami teman saya PhD di Rotterdam dulu dimana dia diwisuda PhD saat sudah mendapatkan granted paten. Dan dia harus menunggu lulus PhD bertahun-tahun sampai granted paten, padahal sudah memenuhi syarat lulus PhD.).

Ketiga, apakah artinya kami tim peneliti tidak akan publikasi? Ini SALAH. Saat ini kami sedang menyiapkan publikasi, minimal dua paper (satu untuk uji profiling dan satu uji diagnostik). Bagaimanapun, hadirnya GeNose AKAN KAMI PERTANGGUNGJAWABKAN secara ilmiah di hadapan kalangan akademisi, baik yang pro maupun yang kontra. 

Track record kami sebagai peneliti bisa dicek di akun Google Schoolar (Saya sengaja screenshoot). Bukan track record kami yang asal klaim tanpa data yang jelas dan valid.

Namun, menunggu publikasi accepted, kami keluarkan data2 hasil uji profiling dan uji diagnostik itu di forum2 seminar, webinar, dan diskusi ilmiah lainnya. Hal ini kami lakukan sebagai bentuk keterbukaan kami terhadap data penelitian. Itulah salah satu bentuk tanggung jawab kami di hadapan publik.

Kami undang admin-admin pandemictalks untuk hadir dalam sesi webinar-webinar tentang GeNose dan silakan berdiskusi secara langsung, kami akan dengan senang hati menjawab, berdiskusi, dan menerima masukan. 

Terahir, tidak lupa kami sampaikan kepada BIN, Kemenristek/BRIN, LPDP, Kemdikbud, TNI/POLRI, atas dukungannya, baik moral dan finansial demi pelaksanaan penelitian GeNose C19 UGM.