Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Mengenali Perkembangan Otak Anak Laki-laki

Mengenali Perkembangan Otak Anak Laki-laki

Fikroh.com - Secara biologis otak anak laki-laki diprogram untuk bergerak, menggerakan benda, dan melihat benda-benda bergerak yang berada di sekitar mereka. Tidak heran kalau anak laki-laki cenderung agresif melemparkan benda apa saja yang sedang dipegang, atau tertarik pada benda yang bergerak. Penglihatannya pun terus tertuju pada objek yang menstimulasi untuk memainkan benda tersebut.

Terlebih jika anak laki-laki bermain bersama teman-temannya sesama laki-laki. Mereka berlari, berkejaran, saling berkompetisi, Saling Tendangan, teriakan yang menjerit dan memekakan telinga adalah gaya khas anak laki-laki. Sepertinya anak laki-laki tidak mengenal lelah bermain. Ingin terus dan terus bergerak tanpa henti. Apakah sebabnya? 

Hasrat biologis dari hormon kelelakianlah yang membentuknya. Bisa dibuktikan ketika ada anak menangis kemudian ia diberi mainan yang bergerak, maka bisa dipastikan mampu menyedot perhatiannya. Bahkan tangisnya reda. 

Ia melacak apa saja yang bergerak. Anak laki-laki dan perempuan ketika dipeluk dalam beberapa saat tentu mereka menikmati Tetapi kalau anak laki-laki dipeluk, dicium terlalu berlebihan mereka akan berontak. Bahkan memukul dan akan mencakar. Seperti mengajak berantem.

Ketika masih bayi pun sudah terlihat dengan jelas bahwa bayi laki-laki susah ditenangkan Lebih emosional. Para orang tua dibuat kelimpungan atas ulah putra mereka. Meredakan emosinya pun harus mengelus dada berlama-lama. 

Dalam buku Male Brain (Loann Brizendine, 2010), misteri otak laki-laki terjawab. Selama perkembangan embrio, otak bayi laki-laki terbentuk dalam dua tahap. Pertama, selama. minggu ke delapan hingga 18, testosteron dan testikelnya yang mungil membuat tubuh dan otaknya menjadi maskulin (sangat laki-laki), membentuk sirkuit otak yang membentuk perilaku laki-laki. Ketika otaknya terendam di dalam larutan testosteron, hormon ini mulai membuat sejumlah sirkuit otaknya tumbuh dar membuat yang lain menjadi lemah dan mati. 

Selanjutnya, selama masa kehamilan, hormon lainnya seperti MIS (mullerian inhibiting substance) bergabung dengan testosteron dar membuat otak dan tubuh bayi laki-laki tidak feminin sampai dewasa. 

MIS merupakan hormon seperti Hercules yang tangguh, kuat dan tak kenal takut. Dia juga dikenal sebagai penghilang sifat feminin atau keperempuanan. Dia juga dengan kasar menghilangkan semua hal yang feminin dari kaum Adam. Hormon ini membangun sirkuit otak supaya berperilaku eksploratif, menekan sirkuit otak untuk berperilaku khas perempuan, merusak organ reproduktif perempuan, dan membantu membangun organ reproduktif lakilaki. Intinya membuat otak dan perilaku menjadi lelaki sejati. 

Hormon-hormon kelelakian itulah yang membuat anak laki-laki cenderung berperilaku menjelajah, suka berpetualangan, bermain kasar dan terkesan pencilakan (nakal). 

Ketika sudah lelah, anak laki-laki akan tertidur pulas. Usai bangun, anak laki-laki akan kembali aktif kesana kemari. Kalau ditegur ia akan melawan secara kasar. 

Ketika sedang rewel, anak laki-laki cenderung mudah dikendalikan oleh kesenangan dan imbalan karena mendapatkan benda yang mereka inginkan. Walaupun, ada hukuman menunggunya kalau masih berbuat nakal. Tetapi pada dasarnya, karena masih anakanak, mereka tentu aktif berbuat sesuatu yanc destruktif atau merusak. Mainan dibanting, dilempar bahkan untuk memukul siapa saja yang menurutnya mengganggu keberadaannya. 

Hormon-hormon kelelakian itulah yang membuat anak laki-laki cenderung berperilaku menjelajah, suka berpetualang, bermain kasar dan terkesan pencilakan.

Tetapi, apakah semua mainan bisa diterima dengan wajar oleh anak laki-laki? Jika mobilmobilan berwarna merah muda atau pink, lembayung sekalipun, anak perempuan akan menerimanya. Tetapi jika diberikan pada anak laki-laki maka ia akan berkata langsung “Ini mainan perempuan”. Bahkan jika anak laki-laki yang sangat laki-laki diberi boneka barbie, ia akan menggunakannya sebagai pedang untuk bertarung secara kompetitif. Karena pada dasarnya anak laki-laki berkembang untuk bertarung dengan lawan-lawannya. Tidak heran, perkelahian terjadi di antara anak lakilaki karena memang dorongan hormon yang memicu otaknya bertindak demikian. Bandingkan dengan anak perempuan yang diberi boneka barbie. Ia akan menyayangi, menciumi boneka itu layaknya diperlakukan seperti anaknya sendiri. Bahkan membayangkan ibunya memperlakukan seperti dirinya. 

Sudah lumrah jika anak laki-laki menolak mainan perempuan. Tetapi anak perempuan bisa menerima mainan laki-laki. Tindakan anak perempuan yang menerima dan mempermainkan mainan laki-laki tidak akan menyebabkan menjadi maskulin. 

Dengan adanya perkembangan otak dari hormon kelelakian yang terus terbentuk mulai dari janin sampai lahir bahkan ketika anak laki-laki menghargai teman bermain mereka, bukan karena sedang bermain bersama. Tetapi memang mereka sesama lelaki yang selalu berkompetisi. Kalau ada teman lelaki mereka tidak mempunyai sifat lelaki seperti mereka, tentu akan diejek bencong.