Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Israel Tangkap 156 Warga Al-Quds, Gusur 17 Rumah, Deportasi 11 Orang

Israel Tangkap 156 Warga Al-Quds, Gusur 17 Rumah, Deportasi 11 Orang

Fikroh.com - Pasukan penjajah Israel menangkap 156 warga Al-Quds, dan menetapkan tahanan rumah bagi 5 orang anak remaja, serta mendeportasi 11 orang dari Masjidil Aqsha, selama bulan Januari lalu.

Laporan bulanan yang diterbitkan Jaringan Lapangan Al-Quds mencatat eskalasi kejahatan yang dilakukan penjajah zionis terhadap Al-Quds dan warganya, termasuk kasus penelantaran medis yang menyebabkan wafatnya eks tawanan Mohammad Sholahudin saat berada di dalam tahanan.

Rincian laporan menyebutkan, penjajah Israel menangkap 156 warga Al-Quds, sebagian dari mereka kemudian dibebaskan, penangkapan berlangsung di Isawiyah, kota tua, Hazam, kamp Shufat, Silwan dan Thur, termasuk sejumlah panggilan interogasi.

Di samping itu terdapat 9 tawanan yang terinfeksi corona, dan seorang dari mereka dalam kondisi parah akibat penelantaran medis, yaitu Aiman Sidr.

Menurut laporan, penjajah Israel memvonis 5 orang warga sebagai tahanan rumah, kemudian membebaskan satu orang karena sakit parah, yaitu Abdul Rahman Basiti, pasca ada unjuk rasa yang menuntut pembebasannya, namun kemudian diubah menjadi tahanan rumah, yang jauh dari kediamannya di kota tua.

Terkait kasus deportasi, penjajah Israel mendeportasi 11 orang warga dari Masjidil Aqsha, mayoritas dari mereka sampai 6 bulan, separuh dari mereka adalah petugas keamanan dan pegawai Masjidil Aqsha.

Sementara itu pasukan Israel masih menghalangi warga memasuki Masjidil Aqsha, kecuali bagi mereka yang tinggal kurang dari 1000 meter dari Al-Aqsha, dengan dalih penanggulangan wabah corona, di saat yang sama mengijinkan masuk bagi para pemukim yahudi, tercatat sebanyak 686 yahudi menyerbu masuk pelataran Masjidil Aqsha.

Penjajah Israel mengijinkan masuk tim pengukur dan gambar Israel ke Al-Aqsha, dan sebaliknya menghambat masuk tim renovasi dan melarang perbaikan bagian masjid selama 4 hari, dan mengacam akan menangkap para pekerja jika terus melanjutkan perbaikan, meski terlihat retakan dekat salah satu ruang belajar di Babur Rahmah, dan masuknya air hujan ke dalam ruangan utama masjid.

Dalam konteks yang sama, penjajah Israel menggusur 17 bangunan, yang menyebabkan terusirnya puluhan warga, termasuk menggusur rumah hunian, kendang ternak dan wc portable di komunitas Be Aksa, Al-Quds utara, dan di komunitas Abu Falah di Khan Ahmar, Al-Quds timur, dan di kawasan Maraj Anati kota Anata, Al-Quds timur.

Di lain pihak, penjajah Israel mengijinkan pembangunan kuil yahudi di istana al-Mufti kawasan Syekh Jarrah, di samping meningkatkan jumlah unit hunian yahudi di sekitar istana, dan menyetujui pembangunan 500 unit hunian baru di Al-Quds.

Penjajah Israel mengintensifkan pelanggarannya terhadap lahan milik keluarga Samrin di Wadi Rababah, di Silwan, Selatan Masjidil Aqsha. Pihak pengadilan Israel menolak banding yang diajukan keluarga terhadap aksi penggusuran lahan miliknya di Wadi Rababah.

Menurut laporan, dengan dalih penanggulangan corona, penjajah Israel terus menutup pintu gerbang kota tua secara penuh, dan menerapkan isolasi melarang setiap orang memasukinya, kecuali warga setempat, yang menyebabkan kerugian besar bagi para pedagang kota tua.

Selama Januari lalu, 4 pegawai Masjidil Aqsha menjadi korban deportasi penjajah Israel, yaitu Walid Abbasi, Ayidah Salfaiti, Ghassan Yunus (Abu Hurairah) dan Thalib Zahayikah.